Iran dan ASEAN Memiliki Kapasitas Besar untuk Meningkatkan Kerja Sama
-
Sekjen ASEAN bersama Valiollah Mohammadi
Sekjen ASEAN mengatakan, Republik Islam Iran dan ASEAN memiliki potensi besar untuk memperluas kerja sama di antara mereka khususnya di sektor energi.
Menurut laporan IRNA, Lim Jock Hoi Ahad (28/07) saat bertemu dengan Duta besar Iran untuk Indonesia Valiollah Mohammadi seraya mengisyaratkan peradaban kuno, kaya, dan bersejarah Iran, menuntut kerja sama dengan Tehran di berbagai sektor khususnya, minyak dan gas serta teknologi.
Lim Jock Hoi seraya mengucapkan selamat atas bergabungnya Iran dengan Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama ASEAN serta kesiapan sekretariat organisasi ini untuk menuntaskan proyek usulan Iran, menilai langkah ini sangat penting untuk mengawali dialog bilateral.
Sementara itu, Valiollah Mohammadi seraya mengisyaratkan kapasitas Iran di berbagai bidang seperti ekonomi, jaminan energi, sains, teknologi dan budaya, menghendaki perluasan kerja sama dengan negara-negara anggota ASEAN.
"Repubik Islam Iran demi memperdalam hubungan dengan ASEAN berencana menindaklanjuti upaya bergabung dengan organisasi ini sebagai langkah berikutnya Tehran untuk menggalang kerja sama lebih besar," papar Mohammadi.
ASEAN terdiri dari sepuluh negara anggota di kawasan Asia Tenggara yang berusaha untuk memperluas kerja sama ekonomi, menerapkan stabilitas politik di negara anggota serta stabilitas kawasan.
Organisasi ini dibentuk tahun 1967 oleh Thailand, Singapura, Filipina, Malaysia dan Indonesia. Kemudian Vietnam, Myanmar, Laos, Kamboja dan Brunei Darussalam bergabung dengan organisasi ini. (MF)