Rouhani: Kehadiran Pasukan Asing, Pemicu Utama Tensi di Kawasan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i72317-rouhani_kehadiran_pasukan_asing_pemicu_utama_tensi_di_kawasan
Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani menekankan, kehadiran pasukan asing bukan saja tidak membantu keamanan kawasan, bahkan menjadi faktor utama tensi.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 28, 2019 15:07 Asia/Jakarta
  • Rouhani dan Menlu Oman Yusuf bin Alawin
    Rouhani dan Menlu Oman Yusuf bin Alawin

Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani menekankan, kehadiran pasukan asing bukan saja tidak membantu keamanan kawasan, bahkan menjadi faktor utama tensi.

Hassan Rouhani Ahad (28/07) saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Oman, Yusuf bin Alawi di Tehran seraya menjelaskan bahwa Iran dan Oman pihak utama yang bertanggung jawab menjamin keamanan Selat Hormuz mengatakan, Iran senantiasa berusaha menjadikan Laut Oman, Teluk Persia dan Selat Hormuz menjadi zona aman bagi pelayaran internasional.

Rouhani juga menilai rekonstruksi Suriah dan pemulangan pengungsi ke negar aini serta upaya untuk menghnetikan pembantaian warga tak berdosa Yaman sebagai isu penting di hubungan regional. Ia mengingatkan, agresi rezim Zionis Israel, pembantaian dan pengusiran paksa warga Palestina, perusakan rumah-rumah mereka dan program berbahaya bagi masa depan Palestina (kesepakatan abad) sangat mengkhawatirkan.

Seraya mengisyaratkan bahwa Iran selama ini bukan menjadi pelopor perang dan tidak akan pernah, Rouhani mengatakan, tensi saat ini di kawasan memiliki akar keluarnya AS secara sepihak dari kesepakatan nuklir JCPOA dan halusinasi pemerintah Washington.

Presiden Iran juga menyebut ilegal langkah Inggris menahan kapal tanker Iran di Selat Gibraltar dan menekankan, Iran akan melawan sekuat tenaga setiap pelanggaran yang membahayakan keamanan pelayaran di Teluk Persia, Selat Hormuz dan Laut Oman.

Sementara itu, Menlu Oman, Yusuf bin Alawi di pertemuan ini menyebut hubungan kedua negara cukup bersahabat dan mengatakan, dewasa ini kawasan tengah melewati masa-masa krisis palsu dan buatan serta pastinya penerapan keamanan berkesinambungan dan sejati di kawasan tidak mungkin tanpa melibatkan Iran. (MF)