Iran: Hanya Negara Tetangga yang Dapat Menjamin Keamanan Teluk Persia
-
Percakapan telepon antara menteri pertahanan Iran, Qatar, Kuwait dan Oman
Menteri Pertahanan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran melakukan pembicaraan via telepon dengan menteri-menteri pertahanan Qatar, Oman dan Kuwait tentang keamanan kawasan Teluk Persia dengan pendekatan kerja sama kolektif.
Brigjen Amir Hatami, Menhan Iran dalam percakapan ini menjelaskan, "Keamanan regional hanya dapat dijamin oleh negara-negara regional dan kehadiran pasukan asing hanya akan menghasilkan ketidakamanan dan instabilitas."
Menteri Pertahanan Iran memperingatkan soal alasan Amerika Serikat menciptakan koalisi keamanan laut di Teluk Persia seraya menekankan, "Koalisi militer yang ingin dibentuk Amerika Serikat dengan alasan ingin menciptakan keamanan pelayaran kapal, justru hanya akan meningkatkan ketidakamanan di kawasan."
Setelah Iran menghentikan kapal penyelundup bahan bakar dan kapal tanker Inggris yang melanggar hukum laut internasional dalam kerangka tanggung jawab utama untuk menciptakan keamanan maritim di Teluk Persia dan Selat Hormuz, Amerika Serikat mulai bermanuver. Washington mengusulkan koalisi keamanan maritim demi mencari alasan bagi kehadiran militernya di kawasan.
Iran sebagai negara yang bertanggung jawab telah memainkan peran penting dalam keseimbangan regional dan dengan menciptakan keamanan laut, berhasil menjamin siklus energi global di Selat Hormuz.
Republik Islam Iran meyakini bahwa keamanan merupakan bagian bersama kerja sama negara-negara regional Teluk Persia dan kehadiran pihak-pihak asing di wilayah geografis ini tidak akan membantu keamanan dan stabilitas kawasan.
Iran selalu menjadikan kerja sama dengan negara-negara tetangga sebagai prinsip dasar dalam kebijakan luar negerinya dan dikarenakan urgensi strategi kawasan Teluk Persia, dengan memperhatikan prinsip ini, Iran menjamin keamanan regional dan kemudian keamanan laut bagi lalu lintas berkelanjutan energi di dunia.
Iran juga senantiasa menuntut adanya dialog dan pembicaraan aktif dengan negara-negara tetangganya di kawasan Teluk Persia, bahkan menteri luar negeri Iran telah menyerahkan proposal penandatanganan perjanjian tidak saling menyerang kepada negara-negara tetangga.
Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Iran baru-baru ini menekankan pentingnya memperluas Dewan Kerja Sama Teluk Persia dan mengatakan, "Membentuk forum dialog regional dan menandatangani perjanjian tidak saling menyerang merupakan sebuah kebutuhan."
Strategi dan diplomasi Iran di wilayah Asia Barat dan Teluk Persia didasarkan pada kebutuhan untuk menggunakan kapasitas lokal-regional untuk mengelola wilayah tersebut dan masuknya pihak asing ke wilayah itu bukan untuk kepentingan negara-negara regional.
Mengandalkan kemampuan internal dan kapasitas lokal, Iran telah membangun keamanan maritim Teluk Persia dan Selat Hormuz yang menunjukkan peran vital Republik Islam Iran dalam menjaga stabilitas dan menciptakan perdamaian regional.
Sekaitan dengan hal ini, Khalid bin Mohammed al-Attiya, Menteri Pertahanan Qatar dalam percakapan dengan Menhan Iran mengatakan, "Keamanan regional harus dipasok oleh negara-negara di sekitar Teluk Persia dan Republik Islam Iran negara sangat penting untuk menjaga dan menjamin keamanan Teluk Persia."
Sheikh Nasser Bin Sabah al-Ahmad al-Sabah, Menteri Pertahanan Kuwait juga berkeyakinan bahwa Republik Islam Iran memiliki posisi berpengaruh dan memainkan peran menentukan dalam menjaga keamanan dan stabilitas kawasan Teluk Persia.
Mengingat kapasitas yang dapat dipercaya di wilayah Asia Barat dan Teluk Persia, kerja sama kolektif dari negara-negara di kawasan ini akan memenuhi kebutuhan mereka dan tidak lagi membutuhkan pihak asing. Dalam kondisi seperti itu, ada jaminan bagi keamanan dan stabilitas berkelanjutan di kawasan Teluk Persia yang strategis.