Mousavi: AS Bukan Satu-satunya Superpower Ekonomi Dunia
-
Sayid Abbas Mousavi
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran merespon sanksi baru Amerika Serikat dan mengatakan, era dimana Amerika diakui sebagai sebagai mitra ekonomi kredibel, sudah berakhir.
Fars News (21/9/2019) melaporkan, Sayid Abbas Mousavi mengumumkan, sanksi yang baru saja diterapkan Amerika, bukan hal baru, itu sanksi lama dalam bentuk lain.
Mousavi menambahkan, Iran sejak sanksi pertama, yang merupakan sanksi tersulit dalam bentuknya, terus melangkah, dan dengan bersandar pada kemampuan dalam negeri dan kerja sama negara-negara sahabat, melanjutkan pertumbuhan dan kemajuan nasional.
Menurut Jubir Kemenlu Iran, kebijakan luar negeri Amerika adalah kebijakan bingung, dan tanpa arah yang tidak punya rujukan selain pemaksaan, langkah sepihak dan penerapan terorisme ekonomi terhadap negara lain.
Ia melanjutkan, kebijakan luar negeri Amerika tidak punya kapabilitas yang cukup untuk memprakarsai diplomasi yang rasional dan dinamis guna menyelesaikan konflik secara damai dengan negara lain.
Mousavi berharap pejabat pemerintah Amerika memahami bahwa mereka bukan lagi satu-satunya kekuatan ekonomi terbesar dunia, banyak negara lain yang ingin memanfaatkan pasar Iran dan peluang ekonomi di negara ini.
"Amerika harus menerima bahwa kebijakan sanksi adalah kebijakan yang gagal, dan penggunaan di luar batas sanksi, dan berubahnya dolar menjadi senjata, telah menurunkan kredibilitas Amerika dan perekonomiannya di tengah masyarakat internasional, dan era Amerika sebagai mitra ekonomi kredibel, sudah berakhir," pungkasnya. (HS)