Rahbar: Pertahanan Suci, Pengorbanan Pahlawanan Nasional !
-
Pemimpin Besar Revolusi Islam, Ayatullah Sayid Ali Khamenei
Pemimpin Besar Revolusi Islam, Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyerukan jangan sampai hakikat pertahanan suci (delapan tahun perang melawan rezim Saddam Irak ) dilupakan atau dinegasikan.
Ayatullah Khamenei dalam acara memperingati pengorbanan 6200 pahlawan provinsi Markazi hari Rabu (2/10) mengatakan perjalanan hidup para pahlawan penuh pelajaran berharga yang mencerminkan tingkat spiritual mereka yang tinggi. Rahbar menegaskan jangan sampai hakikat pertahanan suci usang dan dilupakan, apalagi berupaya disangkal, karena segelintir orang saat ini secara terbuka menegasikan realitas jelas dari revolusi ini.
Negara-negara Barat yang selama ini mengklaim sebagai pengusung bendera hak asasi manusia dahulu membantu rezim Saddam dalam perang yang dipaksakan terhadap Iran dengan memberikan berbagai senjata kepada rezim Saddam, termasuk senjata yang dilarang.
Delapan tahun perang yang meletus dari tahun 1980 hingga 1988 ini disertai dengan pengorbanan dan pengabdian para pemuda Iran. Meskipun hanya menggunakan senjata konvensional melawan senjata canggih rezim Baath yang didukung negara-negara Barat, tapi bangsa Iran tidak mengizinkan satu jengkalpun wilayah Iran diduduki musuh.
Realitas yang tidak bisa disembunyikan dari perang delapan tahun ini, rezim Baath mendapat dukungan dari berbagai arah, tidak hanya persenjataan canggih, tapi juga dukungan politik dari negara-negara yang saat ini mengibarkan bendera hak asasi manusia.
Meskipun rezim Baath memiliki persenjataan canggih, bahkan menggunakan senjata kimia pasokan negara-negara Barat dalam perang delapan tahun, tapi bangsa Iran berhasil mempertahankan integritas teritorial dan kedaulatan nasionalnya berkat keteguhan tekad, kekuatan spiritualitas, dan integritas mereka.
Semangat revolusioner dan spiritualitas para pejuang selama periode pertahanan suci berhasil menjaga revolusi Islam Iran yang belum lama berdiri. Dalam hal ini, Brigadir Jenderal Amir Hatami, Menteri Pertahanan Iran hari Rabu mengatakan, "Sekitar 40 tahun lalu musuh memandang pertahanan sebagai titik lemah Iran, oleh karena itu berusaha untuk memaksakan perang komprehensif di jalur militer demi menghancurkannya. Tapi pengalaman dan fakta era pertahanan suci telah menunjukkan kekuatan pertahanan Iran, dan hari ini Republik Islam Iran menggunakan sumber daya nasionalnya hingg berhasil menjadi kekuatan regional di bidang pertahanan.
"Kekuatan pertahanan yang meyakinkan" dari Republik Islam Iran telah menjadikan negara ini sepenuhnya independen dari praktik intimidasi global dan Tehran tetap memainkan peran efektifnya di tingkat regional dan global.(PH)