Ayatullah Khamenei: Iran Harus Beralih dari Perekonomian Minyak!
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei menekankan urgensi meninggalkan ketergantungan terhadap perekonomian minyak dengan memanfaatkan kemajuan sains dan teknologi.
Pernyataan ini disampaikan Rahbar saat mengunjungi pameran perusahaan Iran berbasis pengetahuan dan teknologi tinggi yang berlangsung di Tehran hari Selasa (8/10).
Ayatullah Khamenei mengunjungi 30 stan perusahaan berbasis pengetahuan dan berdialog dengan para saintis dan peneliti Iran mengenai pencapaian sains dan teknologi terbaru serta pemasarannya.
Sistem medis berteknologi tinggi dalam diagnosis kanker hemodialisis, pembedahan menggunakan robot, peralatan laboratorium, vaksin dan obat-obatan canggih produksi dalam negeri; desain mesin jet, sistem kontrol daya pembangkit listrik; produksi katalis minyak dan gas, eskplorasi dan pengeboran, konstruksi tangki dan peralatan baja; sistem optik canggih dan alat pemindaian; alat pengukur, pemotong, simulasi dan prosesor; manufaktur freezer industri; dan game komputer, termasuk di antara pencapaian perusahaan berbasis pengetahuan yang hadir dalam pameran tersebut.

Pemimpin Besar Revolusi Islam menekankan urgensi beralih dari ekonomi minyak dan implikasi budayanya, dengan mengatakan, "Salah satu keluhan kaum muda dalam pameran pekan ini mengenai kebiasaan menggunakan produk asing, bahkan di lembaga pemerintah sendiri. Masalah ini muncul dari budaya ekonomi minyak. Pandangan keliru ini harus diperbaiki,".
Di hadapan Wakil Presiden Iran Urusan Sains dan Teknologi, Rahbar menegaskan, "Anda seharusnya tidak membiarkan generasi muda progresif menghadapi masalah ini, lakukan yang terbaik dan saya akan membantu sebisa mungkin."
Selain itu, Rahbar menyampaikan apresiasi tinggi terhadap para peneliti dan saintis, juga penyelenggara pameran teknologi ini.
Sementara itu, Wakil Presiden Iran Urusan Sains dan Teknologi, Sorena Sattari mempresentasikan laporan tentang skenario transisi dari perekonomian berpijak minyak menuju ekonomi berbasis pengetahuan, dengan mengatakan, berkat dukungan penuh Pemimpin Besar Revolusi Islam terhadap Dana Pembangunan Nasional di bidang teknologi, proyek sains dan teknologi untuk memperkuat perekonomian nasional negara dan melawan sanksi bergerak cepat dan mengusung kualitas.(PH)