Cara Mengatasi Persoalan Ekonomi Iran Menurut Rahbar
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei mengatakan, strategi mendasar untuk melindungi ekonomi dari dampak sanksi adalah memperkokoh dan meningkatkan produksi dalam negeri, dan saya mendukung kebijakan ini serta sepenuhnya membela jalur kemajuan sejati negara.
Hal itu disampaikan Rahbar dalam pidatonya di hadapan 2.500 pengusaha, produsen dan pelaku bisnis di Huseiniyeh Imam Khomeini ra, Tehran, ibu kota Republik Islam Iran, Selasa malam, 19 November 2019.
"Semua harus mengetahui, baik itu teman maupun musuh, bahwa kita telah memukul mundur musuh di arena perang militer. Pada perang politik, kita juga telah memukul mundur musuh. Begitu juga di arena perang keamanan, kita juga telah memukul mundur musuh. Peristiwa baru-baru ini, juga begitu, ini bukan pekerjaan masyarakat, tetapi ini adalah pekerjaan keamanan, dan mereka telah terpukul mundur... Dan dengan karunia Allah Swt, kami juga pasti akan mengalahkan dan mendorong mundur musuh dalam perang ekonomi," kata Ayatullah Khamenei.
Rahbar menambahkan, pengembangan dan produksi ekonomi membutuhkan pelopor dan kepemimpinan. Pelopornya, adalah Anda, para pengusaha dan produsen. Para pelopor di bidang ini adalah para produsen. Ini adalah arena penting dan kritis dalam perang ekonomi yang dilancarkan terhadap kita. Ini adalah perang nyata. Mereka yang terlibat dalam manufaktur, produksi, dan memimpin ekonomi, tahu betul bahwa semua negara terlibat dalam perang menyangkut masalah ekonomi.
Ayatullah Khamenei menuturkan, sanksi telah diberlakukan sejak kemenangan Revolusi Islam dan dalam 10 tahun terakhir ini sanksi tersebut meningkat. Sanksi ini akan berlanjut dan mereka yang berpikir bahwa sanksi akan berakhir pada satu atau dua tahun mendatang adalah pikiran yang keliru.
"Untuk menyelamatkan ekonomi negara, jangan sampai kita berharap atau menunggu kapan berakhirnya sanksi atau kapan seseorang atau kelompok ini tidak ada atau kapan negara begini dan begitu, ini tidak akan berpengaruh, dan sanksi akan ada pada tempatnya..., namun pekerjaan mendasar adalah kita harus imunisasi ekonomi negara dari dampak sanksi," tuturnya.
Rahbar menjelaskan, jika kita dapat membuat sanksi tidak efektif, dengan mengandalkan sumber daya dan kemampuan kita sendiri, maka mereka yang telah memberlakukan sanksi akan menyadari kesia-siaan itu, dan mereka menyadari perusahaan mereka sendiri yang kehilangan bisnis, dan dengan demikian merugikan mereka. Hanya dengan begitu, mereka akan menghentikan sanksi. Ini seperti halnya Eropa sekarang rugi sendiri karena mengembargo kita, namun hubungan yang rumit, dan ekonomi internasional tidak mengizinkan mereka untuk berbuat apa-apa.
"Ketika mereka yang memberlakukan sanksi menyadari bahwa sanksi tidak berpengaruh, mereka akan menghentikan sanksinya. Namun ketika mereka menghentikan sanksi, kita tidak boleh mengganti kebijakan yang bersandar pada kemampuan internal ini, dan kebijakan ini harus dilanjutkan," pungkasnya. (RA)