Azari-Jahromi Komentari Sanksi AS terhadap Dirinya
https://parstoday.ir/id/news/iran-i75855-azari_jahromi_komentari_sanksi_as_terhadap_dirinya
Menteri Teknologi Informasi dan Komunikasi Iran, Mohammad Javad Azari-Jahromi dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (23/11/2019) pagi, mengatakan Amerika Serikat tidak mampu menghentikan pembangunan Iran.
(last modified 2026-03-19T15:53:16+00:00 )
Nov 23, 2019 11:15 Asia/Jakarta
  • Menteri Teknologi Informasi dan Komunikasi Iran, Mohammad Javad Azari-Jahromi.
    Menteri Teknologi Informasi dan Komunikasi Iran, Mohammad Javad Azari-Jahromi.

Menteri Teknologi Informasi dan Komunikasi Iran, Mohammad Javad Azari-Jahromi dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (23/11/2019) pagi, mengatakan Amerika Serikat tidak mampu menghentikan pembangunan Iran.

Hal itu disampaikan via akun Twitter-nya dalam menanggapi sanksi Washington terhadap dirinya.

"Saya bukan satu-satunya anggota klub orang-orang yang terkena sanksi. Sebelum saya, para startup ICT Iran, pengembang, pasien kanker, dan anak-anak EB ada di sana," tulis Azari-Jahromi di akun Twitter-nya.

"Saya terus mendukung akses internet yang bebas dan saya tidak akan membiarkan AS menghentikan pembangunan Iran," tambahnya.

Epidermolisis Bulosa (EB) adalah kelompok penyakit keturunan yang menyebabkan kulit menjadi rapuh dan mudah melepuh. Sejauh ini 15 anak Iran penderita EB meninggal dunia karena sanksi obat-obatan yang dikenakan AS.

Departemen Keuangan AS pada Jumat kemarin, menjatuhkan sanksi terhadap menteri teknologi informasi dan komunikasi Iran. Azari-Jahromi disanksi dengan alasan menyensor dan memblokir akses internet.

Para pejabat AS dalam beberapa hari terakhir mengesankan pemutusan internet di Iran sebagai upaya untuk mencegah sampainya suara pemprotes ke luar.

Namun, Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran memblokir akses internet untuk sementara waktu demi mencegah campur tangan dinas-dinas intelijen asing khususnya dinas intelijen AS dan rezim Zionis, sehingga mereka tidak bisa mengejar skenario jahatnya di Iran.

Beberapa kota di Iran dilanda aksi protes menyusul kenaikan harga bensin. Aksi ini berlangsung damai di banyak tempat, tetapi para perusuh menunggangi aksi tersebut untuk membuat kerusuhan.

Rakyat Iran dalam beberapa hari terakhir menggelar aksi pawai di sejumlah kota untuk mengutuk kerusuhan tersebut. (RM)