Rahbar Tanggapi Ancaman Trump terhadap Iran
-
Ayatullah Sayid Ali Khamenei
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar mengatakan, Amerika Serikat membalaskan dendam kelompok teroris Daesh dengan menyerang pasukan relawan rakyat Irak, Hashd Al Shaabi.
Ayatullah Sayid Ali Khamenei menuturkan, saya, pemerintah dan rakyat Iran mengutuk keras kekejaman Amerika ini.
Fars News (1/1/2020) melaporkan, ribuan perawat dari seluruh penjuru Iran di hari kelahiran Sayidah Zainab, Rabu (1/1) pagi bertemu dengan Rahbar, Ayatullah Sayid Ali Khamenei.
Dalam pertemuan itu Rahbar menegaskan, kalian perhatikan, apa yang dilakukan orang-orang Amerika di Irak, mereka sedang membalaskan kekalahan Daesh dari Hashd Al Shaabi.
Ayatullah Khamenei menambahkan, Hashd Al Shaabi berhasil menundukkan dan mengalahkan kelompok teroris semacam Daesh yang merupakan bentukan Amerika, dan sekarang Washington sedang menuntut balas.
"Saya, pemerintah dan rakyat Iran mengecam keras kejahatan yang dilakukan Amerika ini," pungkasnya.
Menurut Rahbar, rakyat di kawasan benar-benar membenci Amerika. Gelombang kebencian ini khususnya di Irak telah memicu reaksi alamiah rakyat terhadap kejahatan AS.
"AS benar-benar keliru, karena masalah ini tidak ada hubungannya dengan Iran," tegasnya mengacu pada tudingan Presiden Donald Trump yang menyalahkan Tehran atas serangan terhadap Kedubes AS di Baghdad.
"Semua perlu tahu bahwa Republik Islam tidak mencari perang, tapi siapa pun yang mengancam kepentingan, kemuliaan, wibawa, dan kemajuan bangsa Iran, ia akan menghadapi pukulan yang keras," tandas Ayatullah Khamenei.
"Kemenangan adalah milik bangsa Iran dan masa depan negara akan lebih baik dari sekarang," ujarnya.
Rahbar lebih lanjut menuturkan, AS khususnya organisasi kejam Black Water telah melakukan banyak kejahatan di Irak dan Afghanistan. Mereka membunuh ribuan ilmuwan Irak dan warga sipil.
"Kunjungan para pejabat Washington ke beberapa negara regional tanpa izin pemerintahan setempat dan kehadiran mereka di pangkalannya adalah sebuah bukti lain dari penghinaan AS terhadap negara dan bangsa-bangsa di kawasan," ungkapnya. (HS/RM)