Protes Pernyataan Trump, Iran Panggil Kuasa Usaha Swiss
-
Aksi protes di depan gedung Kedutaan AS di Baghdad, Irak.
Kementerian Luar Negeri Iran pada hari Rabu (01/01/2020) memanggil kuasa usaha Kedutaan Swiss di Tehran, untuk mengajukan protes terhadap sikap pemerintah AS.
Menurut situs Kemenlu Iran, kuasa usaha Kedutaan Swiss dipanggil untuk memprotes sikap para pejabat AS sehubungan dengan perkembangan di Irak.
Dirjen Kemenlu Iran, Mohsen Baharvand mengatakan bahwa pernyataan menghasut perang yang dilontarkan oleh para pejabat Washington, melanggar Piagam PBB.
"Pasukan AS telah membunuh sedikitnya 25 orang di Irak dan melukai sejumlah lainnya. Secara alami, rakyat Irak akan menunjukkan reaksi terhadap AS yang telah menduduki tanah air mereka dan membunuh para muda mereka," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Baharvand menyarankan para pejabat AS untuk tidak mencari kambing hitam dan menuduh negara lain tanpa bukti.
Dia menegaskan bahwa Iran bukan penghasut perang, tetapi akan mempertahankan dengan semua kekuatannya terhadap segala ancaman dan tindakan gegabah.
Presiden Donald Trump dan pejabat AS lainnya, menuduh Iran telah mendalangi aksi protes di depan kedutaan mereka di Baghdad, Irak.
Warga Irak mengepung kedutaan AS di Baghdad sejak Selasa kemarin untuk mengecam serangan udara AS terhadap pasukan Hashd al-Shaabi.
Sebelumnya, juru bicara Kemenlu Iran, Abbas Mousavi mengecam agresi AS di wilayah Irak dan menyebutnya sebagai contoh nyata terorisme. "Pasukan relawan rakyat Hashd al-Shaabi memainkan peran utama dalam memerangi teroris Daesh di lapangan," ujarnya. (RM)