Shamkhani: Skenario Terlemah Iran, Mimpi Buruk Sejarah bagi AS
Jan 07, 2020 17:11 Asia/Jakarta
-
Ali Shamkhani
Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran, Ali Shamkhani terkait kemungkinan pembalasan Iran atas darah Komandan Pasukan Qods, Pasdaran, Letjen Qasem Soleimani dan rekan-rekannya menuturkan skenario terlemah pembalasan Iran akan menjadi mimpi buruk bersejarah bagi Amerika Serikat.
IRIB (7/1/2020) melaporkan, Shamkhani mengatakan, saat ini berdasarkan beberapa pertimbangan, kami tidak bisa memberikan informasi lebih banyak kepada media, tapi cukuplah janji kami kepada rakyat Iran bahwa operasi pembalasan darah saudara syahid kita tidak mesti dalam kerangka sebuah operasi, karena berdasarkan kata kunci dalam arahan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, seluruh pasukan poros perlawanan akan menuntut balas darah Jenderal Syahid Qasem Soleimani.
Ia menambahkan, kami katakan, Amerika Serikat harus tahu sampai sekarang 13 skenario pembalasan Iran sudah dibahas di Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran, bahkan jika skenario terlemah disepakati, realisasinya dapat menjadi mimpi buruk bersejarah bagi Amerika.
Ia menjelaskan, total ada 19 pangkalan, termasuk 11 markas komando militer Amerika di kawasan, yang memiliki jarak terdekat dengan perbatasan timur serta barat Iran, ditambah 8 pangkalan militer Amerika di utara dan selatan Iran, yang saat ini dalam kondisi siaga, dan kami memiliki data akurat tentang jumlah pasukan dan peralatan militer mereka, kami juga mengamati dengan seksama perubahan terkecil yang terjadi di sana.
"Menurut informasi terbaru, jumlah patroli Amerika berkurang dan sebagian besar pasukannya dipusatkan di dalam pangkalan-pangkalan," imbuhnya.
Shamkhani menegaskan, jika pasukan Amerika tidak hengkang dari kawasan dengan kaki mereka sendiri secara tegak lurus, kami akan berusaha mengeluarkan jenasah-jenasah mereka secara horisontal. (HS)
Tags