Warga Ahvaz Turun ke Jalan Dukung Serangan Balasan Iran
-
Warga Ahvaz turun ke jalan mendukung serangan balasan Iran ke Amerika Serikat.
Ribuan warga Ahvaz di Provinsi Khuzestan, barat daya Republik Islam Iran turun ke jalan-jalan pada Rabu malam, 8 Januari 2020 untuk mengungkapkan dukungan mereka kepada serangan balasan terhadap kejahatan terbaru Amerika Serikat.
Pasukan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menghujani pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di Irak dengan rudal pada Rabu dini hari, 8 Januari 2020.
Serangan rudal yang menyasar pangkalan-pangkalan militer AS termasuk pangkalan militer Ain al-Asad itu untuk membalas teror pasukan AS terhadap Komandan Pasukan al-Quds IRGC Letnan Jenderal Qassem Soleimani.
Mendengar berita tersebut, masyarakat Iran bergembira dan saling mengucapkan selamat atas serangan balasan itu termasuk warga Ahvaz.
Mereka juga meneriakkan Takbir dan slogan-slogan anti-Amerika dan berterimakasih kepada pasukan IRGC (Pasdaran).
Sebuah sumber di IRGC yang berbicara secara anonim mengatakan sedikitnya 80 tentara teroris AS tewas dan sekitar 200 lainnya terluka dalam serangan balasan Iran.
"Berdasarkan laporan akurat sumber-sumber intelijen di lapangan, helikopter AS langsung mengevakuasi tentara yang terluka dari pangkanan udara Ain al-Asad di Provinsi al-Anbar, Irak menyusul aksi balasan Pasdaran," kata sumber tersebut kepada kantor berita Farsnews, Rabu (8/01/2020).
Beberapa media juga menyatakan bahwa pasukan AS langsung melakukan evakuasi di pangkalan Ain al-Asad dan berusaha menutupi tingkat kerugiannya.
"Pangkalan Ain al-Asad adalah sebuah kompleks strategis bagi AS, yang menjadi basis bagi drone-drone dan helikopter Amerika," ujar sumber di Pasdaran.
"Rudal-rudal Pasdaran mengenai 20 titik penting di pangkalan tersebut, sejumlah drone dan helikopter di pangkalan Ain al-Asad telah hancur," ungkapnya.
Tidak satu pun dari rudal-rudal Pasdaran yang berhasil dicegat oleh sistem pertahanan rudal militer AS dan seluruh rudal jatuh mengenai sasaran.
"140 posisi penting AS di kawasan telah diidentifikasi dan itu akan dihancurkan jika AS melakukan kesalahan," tegas sumber tersebut. (RA)