Iran Aktualita, 7 Maret 2019
https://parstoday.ir/id/news/iran-i79328-iran_aktualita_7_maret_2019
Dinamika Iran sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya statemen Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Khamenei mengenai penanganan virus corona di Iran dan seruan supaya pemerintah India menindak aksi pembunuhan Muslim di negara Asia selatan ini.
(last modified 2026-04-27T10:18:50+00:00 )
Mar 07, 2020 14:27 Asia/Jakarta
  • Petugas kesehatan di Iran
    Petugas kesehatan di Iran

Dinamika Iran sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya statemen Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Khamenei mengenai penanganan virus corona di Iran dan seruan supaya pemerintah India menindak aksi pembunuhan Muslim di negara Asia selatan ini.

Selain itu, sikap ketua parlemen Iran mendesak pemerintah India menyelesaikan masalah kekerasan terhadap Muslim di negara ini, langkah-langkah Iran atasi wabah virus corona, Iran dan Uni Eropa membahas penanganan COVID-19, Iran menyatakan belum ada transaksi apapun melalui INSTEX, dan tim nasional Iran menjuarai karate One Premier League 2019 Austria.

 

Ayatullah Khamenei

 

Soal Corona, Rahbar Minta Semua Orang Patuhi Saran Petugas

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, menyampaikan pesan mengenai penanganan penyebaran virus corona di Iran setelah melakukan penanaman pohon di Tehran untuk memperingati Hari Menanam Pohon Iran (HMPI).

Berbicara tentang penyebaran wabah corona di Iran, Rahbar mengatakan, "Sebelum ini saya telah menyampaikan apresiasi kepada para dokter, perawat, dan petugas medis. Sekali lagi saya berterimakasih kepada orang-orang tercinta yang sedang berjihad di jalan Allah Swt."

Ayatullah Khamenei mendoakan kesembuhan untuk para pasien dan memohon rahmat dan ampunan Allah untuk mereka yang meninggal dunia, serta kesabaran untuk keluarga yang ditinggalkan.

"Jangan melanggar saran dan perintah para petugas mengenai pencegahan penyebaran wabah ini, karena Allah telah memerintahkan kita untuk memikul bertanggung jawab atas kesehatan kita dan orang lain," tegasnya.

Rahbar juga meminta masyarakat untuk berdoa dan meminta pertolongan dari Allah Swt.

 

kekerasan terhadap Muslim India

 

Rahbar: Pemerintah India Harus Lawan Kelompok Hindu Ekstrem

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar mengecam pembunuhan terhadap warga Muslim tertindas India.

Akun Twitter resmi Pusat Informasi Kantor Rahbar, Kamis (5/3/2020) mengumumkan, Ayatullah Sayid Ali Khamenei mengatakan, hati umat Islam dunia terluka menyaksikan pembunuhan terhadap warga Muslim India.

Rahbar menambahkan, pemerintah India harus melawan para pengikut Hindu ekstrem, dan partai-partai politik pendukungnya, dan dengan menghentikan pembunuhan Muslim, pemerintah India bisa mencegah keterkucilannya di Dunia Islam.

Amandemen undang-undang kewarganegaraan India pada 11 Desember 2019 akhirnya disahkan. Menurut undang-undang itu, para imigran dari Bangladesh, Afghanistan dan Pakistan yang tinggal di India tanpa dokumen sejak 2015, bisa mendapatkan kewarganegaraan India, kecuali Muslim.

Kebijakan ini memicu protes dari warga Muslim India, sehingga berujung dengan bentrokan dan pembunuhan terhadap warga Muslim oleh kelompok Hindu ekstrem, terutama di timur laut New Delhi.

Dalam beberapa hari terakhir, setidaknya 50 Muslim terbunuh dan lebih dari 400 lainnya terluka dalam serangan kekerasan Hindu terhadap Muslim India.

 

Ali Larijani

Ketua Parlemen Iran Serukan India Selesaikan Masalah secara Damai

Ketua Parlemen Iran, Ali Larijani menyampaikan keprihatinan atas pembunuhan Muslim di India, dan menyerukan supaya New Delhi menyelesaikan masalahnya secara damai.

Ali Larijani hari ini (Kamis, 5/3/2020) mengungkapkan bahwa umat Islam sebagai bagian dari budaya dan masyarakat India yang memiliki peran penting bagi kemajuan negara ini.

Ketua Majelis Syura Islami Iran menilai undang-undang kewarganegaraan baru di India sebagai pembatasan terhadap Muslim yang menimbulkan keprihatinan.

"Masalah seperti itu tidak sesuai dengan semangat budaya dan peradaban India," ujar Larijani

"India adalah rumah bersama bagi berbagai ras, bahasa, agama, dan budaya yang bereneka ragam di negara ini," tegasnya.

Di bagian lain statemennya, ketua parlemen Iran Islam juga mengingatkan pentingnya hubungan Teheran-New Delhi, dan menyerukan penguatan dialog semua agama di India.

Kekerasan ekstremis Hindu terhadap Muslim telah meningkat tajam sejak India mengesahkan RUU Amendemen Kewarganegaraan yang mulai berlaku pada 10 Januari 2020.

Media India mengungkapkan pembakaran sembilan masjid dan ratusan jilid al-Quran dalam serangan Hindu ekstrem terhadap Muslim.

Surat kabar Hindustan Times hari Rabu (04/03/2020) melaporkan, dari sejumlah masjid yang dibakar oleh ekstremis Hindu di antaranya masjid New Delhi, yang terbesar dan paling penting di ibu kota negara Asia selatan ini.

Menurut sumber-sumber lokal, setidaknya 50 Muslim terbunuh dan lebih dari 400 lainnya terluka dalam serangan kekerasan Hindu terhadap Muslim selama beberapa hari ini.

Sebelumnya, Forum Ahlul Bait Sedunia dan Forum Dosen Muslim Internasional mengeluarkan pernyataan yang mengutuk pembunuhan Muslim di India, dan menyerukan supaya pemerintah India memperhatikan hukum internasional dan hak asasi manusia serta mencabut pembatasan terhadap minoritas Muslim di negara Asia selatan ini.

 

Langkah-langkah Iran Atasi Wabah Virus Corona

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Sayid Abbas Mousavi mengatakan Kemenlu telah mengambil langkah-langkah untuk membantu Kementerian Kesehatan meminimalkan dampak negatif dari wabah virus corona.

Mousavi dalam konferensi pers di Tehran, Selasa (3/3/2020) menuturkan bahwa setelah kasus corona terkonfirmasi di Iran, Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif langsung menyusun kerangka kerja yang bertujuan meminimalkan dampak ekonomi, sosial dan politik dari wabah ini.

"Kemenlu Iran telah mengadakan rapat pengarahan dengan semua duta besar asing di Tehran dan juga organisasi-organisasi internasional seperti Badan Kesehatan Dunia (WHO)," tambahnya.

Mousavi menjelaskan bahwa Kemenlu dalam memenuhi kebutuhan Kementerian Kesehatan Iran, telah menyerahkan daftar barang yang diperlukan untuk pencegahan wabah corona kepada WHO, badan-badan internasional, para dubes asing, dan misi diplomatik Iran di luar negeri.

"Bantuan yang sangat efektif dari WHO sudah sampai ke Iran melalui Uni Emirat Arab pada Senin lalu," ungkapnya.

Bantuan, kata Mousavi, juga sudah dikirim oleh UNICEF, Cina, Turki, dan Austria. Bantuan yang ditawarkan oleh Jerman, Inggris dan Prancis telah tiba di Tehran pada Selasa dini hari.

"Iran mengapresiasi bantuan kemanusiaan ini dan memandang upaya melawan virus corona membutuhkan kerja sama internasional yang efektif," tegasnya.

Berbicara tentang sanksi sepihak AS terhadap Iran, Mousavi menandaskan kondisi yang muncul di Iran akibat penyebaran wabah corona, semakin membuka mata masyarakat internasional khususnya negara-negara Eropa tentang dampak negatif sanksi ilegal AS terhadap rakyat Iran terutama kalangan lemah.

 

Mohammad Javad Zarif

Iran dan Uni Eropa Bahas Penanganan COVID-19

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif dan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell menjalin kontak telepon membahas penanganan virus corona (COVID-19).

Mohammad Javad Zarif  berbicara via telpon dengan Josep Borrell Rabu malam untuk membahas wabah virus Corona di dunia dan tindakan Iran.

Selain itu, percakapan kedua pejabat tinggi ini juga membahas perkembangan terbaru JCPOA, dan laporan IAEA baru-baru ini.

Wabah virus Corona dimulai pada Desember 2019 di Wuhan, Cina yang sekarang telah menyebar ke 81 negara dunia.

Berdasarkan data statistik terbaru, sebanyak 95.124 orang telah terinfeksi virus berbahaya ini di dunia, dan  51.171 telah sembuh, serta 3.254 orang meninggal.

Duta Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali mengatakan Eropa telah membentuk Instrumen untuk Mendukung Pertukaran Perdagangan (INSTEX) dengan Iran, tetapi belum ada transaksi yang terjadi lewat sistem ini.

Dia menyampaikan hal itu dalam pertemuan dengan Ketua Komisi Urusan Luar Negeri Senat Rusia, Konstantin Kosachev di Moskow, Selasa (3/3/2020) seperti diwartakan laman Farsnews.

"INSTEX sudah diluncurkan lebih dari satu tahun untuk menangkal sanksi AS terhadap Iran, tapi transaksi apapun belum dilakukan lewat sistem ini," ujar Jalali.

Setelah AS keluar secara sepihak dari kesepakatan nuklir, Eropa berjanji akan menangkal sanksi Amerika terhadap Iran dengan meluncurkan INSTEX. Namun, jalur transaksi ini secara praktis belum bekerja.

Dalam pertemuan tersebut, Jalali dan Kosachev juga membahas hubungan bilateral, masalah regional, perang melawan terorisme dan ekstremisme serta kesepakatan nuklir JCPOA.

 

Hamideh Abbasali

 

Tim Nasional Iran Juarai Karate One Premier League 2019 Austria

Tim nasional karate Iran memenangkan medali emas putaran ketiga Liga Karate Dunia 2019 Austria.

Bahman Asgari, karateka nasional Iran dalam pertemuan final kategori berat di bawah 75 kilogram berhasil mengalahkan karateka Ukraina dan meraih medali emas Kejuaraan Liga Dunia 2019 Austria.

Asgari berhasil meraih tike ke Olimpiade di Tokyo 2020, dengan bersinar di tahap-tahap sebelumnya Liga Dunia dan mendapatkan poin yang diperlukan.

Hamideh Abbasali, karateka nasional Iran dari tim putri di babak final kategori berat di atas 68 kilogram mengalahkan karateka Italia dan berhasil meraih medali emas Karate One Premier League Austria sekaligus memastikan dirinya mengikuti Olimpiade Tokyo 2020.

Putaran ketiga Karate One Premier League dimulai di Salzburg, Austria pada hari Jumat, 28 Februari, dengan partisipasi 625 karateka dari 88 negara dan berakhir pada hari Minggu, 1 Maret 2020.(PH)