Iran Aktualita, 14 Maret 2020
-
Ayatullah Khamenei dan Mohammad Bagheri
Dinamika Iran sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya instruksi Rahbar mengenai peran angkatan bersenjata negara ini dalam menangani penyebaran virus corona.
Selain itu, apresiasi presiden Iran terhadap perjuangan para petugas medis dalam penanganan virus corona, surat Menlu Iran ke Sekjen PBB mengenai virus corona dan sanksi unilateral AS, bantuan Jepang terhadap Iran untuk menangani virus corona, 3.529 pasien corona di Iran sembuh, dan atlet futsal wanita Iran masuk top dunia.
Rahbar: Militer Iran Terjun Bantu Berantas Covid-19 !
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei mengeluarkan instruksi keterlibatan angkatan bersenjata negara ini dalam pembentukan pos-pos layanan kesehatan dan pengobatan untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.
Rahbar dalam instruksi yang disampaikan kepada Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Iran, Mayjen Mohammad Bagheri juga mengapresiasi layanan yang diberikan angkatan bersenjata kepada rakyat Iran dalam memberantas penyebaran virus corona, dan menekankan perlunya menyiapkan pembentukan "pos-pos layanan kesehatan dan pengobatan" demi mencegah penyebaran penyakit menular ini.
Ayatullah Ali Khamenei mengungkapkan,"Langkah ini dilakukan dengan mempertimbangkan adanya kemungkinan serangan senjata biologis, sehingga menjadi aspek latihan pertahanan biologis, sekaligus peningkatan kekuatan dan kedaulatan nasional,".
Rahbar juga menjelaskan bahwa pembagian tugas diberikan kepada berbagai institusi dan unit angkatan bersenjata sebagai tanggung jawab mereka.
"Pos-pos [kesehatan] ini harus berkoordinasi penuh dengan pemerintah dan Kementerian Kesehatan Republik Islam Iran," tegas Ayatullah Khamenei.
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran juga mengungkapkan harapannya, "Semoga dengan petunjuk ilahi dan berkah dari Hujah Allah di muka bumi, bangsa Iran senantiasa diberkati kemenangan, keamanan, dan kesehatan,".
Presiden Iran: Pengorbanan Staf Medis akan Selalu Diingat
Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani dalam sebuah rapat khusus mengenai upaya pemberantasan virus Corona (COVID-19) mengatakan, pengorbanan dan upaya para staf medis akan selalu diingat oleh masyarakat.
"Dokter, perawat dan staf medis di berbagai rumah sakit berada di garis terdepan dalam perang melawan virus Corona akhir-akhir ini," kata Rouhani dalam rapat tersebut pada hari Sabtu (7/3/2020).
Dia memuji para dokter, perawat, staf medis dari Kementerian Kesehatan dan Pendidikan Kedokteran Iran atas upaya mereka dalam menangani pasien yang terinfeksi virus Corona dan memberikan layanan kepada publik.
"Tentu saja menjaga kesehatan fisik dan mental mereka adalah masalah yang paling penting untuk dipertimbangkan. Semua organisasi pemerintah diharuskan untuk memberikan dukungan yang diperlukan," tegasnya.
Presiden Iran lebih lanjut menyinggung pentingnya kepercayaan dan empati antara rakyat dan pemerintah.
Dia menjelaskan, terkait dengan perang melawan virus Corona, menciptakan transparansi dan meningkatkan kepercayaan publik sembari memberikan informasi kepada masyarakat tentang hal ini, serta mengenai kemungkinan kebijakan dan perencanaan lainnya adalah penting.
"Dengan demikian, prinsip transparansi dan pemberian informasi dan laporan yang tepat waktu harus ditetapkan," ujarnya.
Rouhani menuturkan, keberhasilan dalam melawan virus Corona membutuhkan kolaborasi jangka pendek yang sukses antara masyarakat dan semua organisasi eksekutif dengan Pusat Nasional Pemberantasan Virus Corona.
"Dalam hal ini, saya mendesak masyarakat bahwa setiap orang harus berhati-hati dan menghindari bepergian yang tidak perlu," tegasnya.
Presiden Iran juga mengapresiasi pengadaan cepat peralatan laboratorium dan pembangunan laboratorium baru.
Sampaikan Isu Corona dan Sanksi, Menlu Iran Kirim Surat ke Sekjen PBB
Menteri Luar Negeri Iran melayangkan surat kepada Sekretaris Jenderal PBB mengenai urgensi pencabutan semua sanksi unilateral AS terhadap Iran yang sedang berjuang memerangi virus corona.
Mohammad Javad Zarif dalam suratnya kepada Antonio Guterres hari Kamis (12/3/2020) menulis, "Meskipun Iran memiliki kemampuan ilmiah untuk memerangi virus corona, tapi sanksi dan prasyarat AS untuk mencegah penjualan obat-obatan dan peralatan medis menyebabkan upaya memerangi virus corona di Iran menghadapi kendala serius,".
Aksi unilateral AS yang sepihak dan kejam selama ini menjadi hambatan serius bagi perjuangan negara-negara dunia, termasuk Republik Islam Iran dalam memberantas Covid-19.
Boikot peralatan medis dan farmasi meningkatkan biaya medis dan mengganggu proses penyediaan layanan kesehatan bagi rakyat di negara-negara yang terkena sanksi seperti Iran. Tindakan tersebut melanggar hak kesehatan yang diabadikan dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia pasal 25.
Ketika Republik Islam Iran sedang berada di garis depan dalam perang melawan virus corona, sudah saatnya terorisme ekonomi dan medis AS terhadap bangsa Iran diakhiri.
Perserikatan Bangsa-Bangsa dan negara-negara anggotanya juga harus mendesak penghentian kebijakan unilateral AS yang kejam dan destruktif terhadap rakyat Iran.

Iran Apresiasi Bantuan Jepang untuk Perangi Corona
Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Tokyo mengapresiasi langkah Jepang yang telah mengirim peralatan medis untuk memerangi virus Corona (COVID-19) di Iran.
Apresiasi dan ucapan terimakasih disampikan Kedubes Iran di Tokyo melalui pesan Twitter pada Jumat (13/3/2020).
Kedubes Iran menegaskan bahwa pemberantasan komprehensif terhadap virus Corona memerlukan solidaritas global.
3.529 Pasien Corona di Iran Sembuh
Juru bicara Kementerian Kesehatan Republik Islam Iran Kianoush Jahanpour mengatakan, kita bersyukur bahwa hingga sekarang 3.529 pasien yang terinfeksi virus Corona (COVID-19) di Iran telah sembuh.
Hal itu dikatakan Jahanpour dalam konferensi pers pada Jumat (13/3/2020) siang untuk mengumumkan data terbaru terkait penyebaran virus Corona di Iran.
"Sejak Kami siang hingga hari ini (Jumat siang), berdasarkan hasil laboratorium, ada 1289 pasien baru yang terinfeksi virus Corona, sehingga jumlah total pasien yang terinfeksi virus ini menjadi 11.364 orang," kata Jahanpour.
Dia menambahkan, sayangnya selama 24 jam lalu, 85 pasien yang terinfeksi virus Corona di Iran meningal dunia, sehingga jumlah total yang meninggal dunia akibat virus ini hingga sekarang mencapai 514 orang.
Virus Corona ditemukan pertama kali pada Desember 2019 di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina.
Virus ini telah menyebar ke berbagai negara dunia. Menurut data terbaru, setidaknya lebih dari 134.400 orang telah terinfeksi Virus Corona di seluruh dunia.
Lebih dari 70.100 pasien virus ini berhasil sembuh dan lebih dari 5.000 lainnya meninggal dunia.
Shamkhani: Iran selalu Menginginkan Stabilitas Irak
Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran Ali Shamkhani mengatakan, Republik Islam mengharapkan Irak selalu stabil dan tenteram. Dia menambahkan, kami telah membicarakan berbagai masalah keamanan dan isu-isu regional.
"Sejak tahun 2003 hingga sekarang, kapasitas kerja sama, konsultasi, kemitraan, dan bantuan antar pemerintah dan rakyat kedua negara di berbagai bidang, termasuk ekonomi, politik, sosial dan kesehatan, kian hari meningkat," ujarnya.
Shamkhani lebih lanjut mengapresiasi langkah pemerintah, parlemen dan rakyat Irak yang berusaha mengusir pasukan Amerika Serikat dari negara ini.
Di bagian lain pernyataannya, Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran menuturkan, rezim Zionis menentang stabilitas dan keamanan di kawasan.
Shamkhani berharap suatu hari nanti rezim Zionis tidak akan ada lagi di kawasan.
Sementara itu, Penasihat Keamanan Nasional Irak dalam konferensi pers tersebut mengatakan, Baghdad menganggap penting kerja sama dengan Tehran di semua bidang, dan menginginkan perluasan kerja sama di semua sektor.
"Rakyat dan pemerintah Irak tidak akan pernah melupakan bantuan Iran dalam memberantas kelompok teroris Daesh (ISIS)," kata Falih Alfayyadh.
Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran Ali Shamkhani yang memimpin sebuah delegasi tingkat tinggi politik dan keamanan tiba di Baghdad pada Sabtu malam.
Kunjungan selama dua hari itu ke Irak itu dalam rangka memperkuat kerja sama antara Tehran dan Baghdad di semua bidang.
Futsal Wanita Iran Masuk Top Dunia
Kiper Farzaneh Tavasoli untuk tim futsal wanita Iran berada di antara kiper futsal wanita top di 2019.
Situs Futsal Planet hari Rabu, 11 Maret, dalam laporannya menempatkan seorang penjaga gawang tim futsal wanita Iran sebagai 10 kiper futsal wanita top 2019.
Daftar ini juga termasuk penjaga gawang dari negara-negara seperti Brasil, Italia, Uruguay, Rusia, Portugal, Spanyol dan Jepang.
Sebelumnya, menurut pengumuman Futsal Planet, wasit Iran Gelareh Nazemi masuk dalam daftar wasit futsal terbaik untuk 2019.(PH)