IRGC Turun Tangan Lawan Corona di Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i79632-irgc_turun_tangan_lawan_corona_di_iran
Bersamaan dengan berlanjutnya upaya tak kenal henti staf medis Departemen Kesehatan Iran menanggulangi wabah Corona, angkatan bersenjata negara ini baik militer maupun Sepah Pasdaran (IRGC) serta Basij juga turun tangan di upaya nasional ini.
(last modified 2026-03-06T09:06:45+00:00 )
Mar 17, 2020 13:56 Asia/Jakarta
  • Jenderal Salami, komandan IRGC
    Jenderal Salami, komandan IRGC

Bersamaan dengan berlanjutnya upaya tak kenal henti staf medis Departemen Kesehatan Iran menanggulangi wabah Corona, angkatan bersenjata negara ini baik militer maupun Sepah Pasdaran (IRGC) serta Basij juga turun tangan di upaya nasional ini.

Brigjen Hossein Salami, komandan IRGC Senin (16/03) mengunjungi pangkalan bio-pertahanan dan pusat komando dan kontrol IRGC di Tehran serta menjelaskan bahwa Sepah Pasdaran telah menyesuaikan langkahnya berdasarkan domain penyebaran virus ini.

Lebih lanjut ia mengatakan, sebanyak 20 rumah sakit permanen angkatan darat IRGC dan 9 rumah sakit bergerak telah disebar di seluruh wilayah Iran serta siap memberi pelayanan. Selain itu angkatan laut IRGC juga membuka 4 rumah sakit permanen dan 4 rumah sakit bergerak. Tak hanya itu, seluruh unit Sepah Pasdaran di setiap provinsi bersama universitas kedokteran di seluruh negeri disiagakan penuh.

Penanganan Corona di Iran

Sekaitan dengan ini, manuver pencegahan dan pemantauan Corona digelar pangkalan bio pertahanan dan pusat komandan serta kontrol IRGC hari Ahad (15/03). Pengorganisasian layanan ini dalam bentuk “Pangkalan Kesehatan dan Pengobatan” untuk mencegah penyebaran wabah Corona.

Iran seperti negara lain juga terpapar virus Corona. Menurut keterangan Depkes hari Senin, dari hampir 15 ribu warga yang terinfeksi Corona, 4.996 berhasil disembuhkan dan telah diijinkan meninggalkan rumah sakit. Sementara 853 lainnya meninggal dunia.

Meski mendapat tekanan ekonomi dan banyak pembatasan di sektor perdagangan serta impor barang akibat sanksi keras dan ilegal pemerintah Amerika, namun Iran dengan tekad nasional bangkit melawan virus Corona. Amerika melalui sanksi zalimnya terhadap Iran yang merupakan bukti dari terorisme ekonomi dan kesehatan, telah mensabotase pengiriman peralatan medis dan kesehatan serta obat-obatan ke Iran.

Republik Islam Iran di kondisi sulit ini mengerahkan segenap upayanya untuk menjamin kebutuhan hidup dan memberi pelayanan kesehatan serta dukungan terhadap lapangan kerja yang terdampak wabah ini. Sementara di berbagai negara Eropa serta Amerika, tampak kelemahan dalam menangani krisis Corona baik dari sisi suplai kebutuhan medis hingga kebutuhan darurat warga.

Iran ketika melawan tamu tak diundang ini (Corona), menurut keterangan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) wabah Corona telah mendunia dan sebuah epidemi global.

Dr. Alireza Zali, ketua operasi manajemen Corona di Tehran hari Senin di sebuah acara televisi seraya menjelaskan poin ini mengingatkan, epidemi global wabah Corona membuat dimensi masalah ini semakin rumit dan wabah ini berbeda ketika hanya terjadi di Cina dan ketika meluas ke negara lain.

Seraya menjelaskan bahwa masalah ini menyulitkan setiap negara, ia menambahkan, ketika wabah ini meluas ke tingkat global, banyak pertimbangan kesehatan yang dibutuhkan.

Wabah Corona atau yang dikenal dengan COVID-19 memiliki tingkat penyebaran yang tinggi dan sisi biologisnya masih belum dikenal manusia. Namun pengalaman beberapa bulan llau di Cina menunjukkan bahwa langkah praktis dan benar dapat memberi kerusakan yang lebih minim.

Iran dengan dukungan ilmiah dan pengalaman medisnya yang juga dibenarkan oleh wakil WHO, dengan motif agama dan jihad serta kemanusiaan bangkit melawan Corona. Penekanan komandan IRGC untuk menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat serta ucapan terima kasih Jenderal Salami atas perjuangan dan upaya tak kenal lelah komunitas medis dalam melawan Corona mengindikasikan kesiapan IRGC bersama rakyat dalam melawan wabah Corona. (MF)