Zarif: Resistensi Rakyat Iran, Penyebab Tidak Efektifnya Sanksi
https://parstoday.ir/id/news/iran-i808-zarif_resistensi_rakyat_iran_penyebab_tidak_efektifnya_sanksi
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran menilai kewaspadaan dan perlawanan rakyat Iran sebagai faktor utama yang menyebabkan sanksi tidak efektif.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 08, 2016 13:26 Asia/Jakarta
  • Zarif: Resistensi Rakyat Iran, Penyebab Tidak Efektifnya Sanksi

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran menilai kewaspadaan dan perlawanan rakyat Iran sebagai faktor utama yang menyebabkan sanksi tidak efektif.

Mohammad Javad Zarif mengungkapkan hal itu setelah menerima tanda jasa dari Hassan Rouhani, Presiden Iran, Senin (8/2/2016) atas prestasinya dalam perundingan nuklir yang bermanfaat besar bagi bangsa dan negara ini.

"Faktor yang menyebabkan tim perunding nuklir Republik Islam Iran sukses dalam menjalankan tugas ini adalah berkat arahan Pemimpin Besar Revolusi Islam dan dukungan pemerintah," kata Zarif.

Ia menegaskan, kewaspadaan dan perlawanan bangsa besar Iran adalah faktor penyebab tidak efektifnya sanksi.

"Kekuatan-kekuatan dunia terpaksa menghormati kehendak bangsa besar Iran," imbuhnya.

Sementara itu, Ali Akbar Salehi, Kepala Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) dalam acara tersebut mengatakan, selama perundingan nuklir telah tercipta dasar untuk pencabutan sanksi keji dan penghapusan hambatan yang ada di jalur interaksi konstruktif dengan dunia. Selain itu, kata Salehi, prestasi-prestasi dan infrastruktur industi nuklir Iran juga tetap terjaga.

"Aktivitas Republik Islam Iran di sektor pengayaan (uranium), penelitian dan pengembangan, peningkatan dan modernisasi reaktor air berat Arak, eksplorasi, serta pembangunan instalasi-instalasi baru akan berlanjut," ujarnya.

Dalam acara penghormatan kepada keluarga Syuhada nuklir dan orang-orang yang berjasa dalam JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif), Presiden Rouhani juga memberikan tanda jasa kepada Sayid Abbas Araqchi, Wamenlu untuk Urusan Hukum dan Internasional Iran dan Majid Takht-Ravanci, Wamenlu Iran Urusan Eropa dan Amerika. (IRIB Indonesia/RA)