Iran: AS Penyulut Kompetisi Senjata di Asia Barat
-
senjata nuklir AS
Wakil Tetap Iran di PBB, Majid Takht Ravanchi menyebut Amerika Serikat sebagai penyulut perlombaan senjata di kawasan Asia Barat.
Majid Takht Ravanchi di akun Twitternya hari Senin (27/4/2020) menyinggung laporan Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI) mengenai anggaran militer dunia dengan mengatakan, AS dengan anggaran militernya senilai 732 miliar dolar menjadi negara terbesar di dunia yang menghabiskan 34 persen dari produk domestik bruto negara ini.
"Arab Saudi berada di posisi kelima dengan anggaran militer sebesar 61,90 miliar dolar yang menghabiskan 8 persen PDB negara ini," cuit Ravanchi.
Ia juga menjelaskan Republik Islam berada di peringkat ke-18 dengan anggaran 12,600 miliar yang hanya 2,3 persen dari PDB Iran.
Menurut Ravanchi, data ini menunjukkan dengan jelas siapa yang memimpin senjata di kawasan Asia Barat.
SIPRI melaporkan anggaran militer global di tahun 2019 dengen menempatkan Amerika Serikat, Cina, India, Rusia dan Arab Saudi berada di peringkat pertama hingga kelima dalam pengeluaran anggaran militer negaranya.(PH)