Iran Aktualita, 9 Mei 2020
https://parstoday.ir/id/news/iran-i81150-iran_aktualita_9_mei_2020
Dinamika Iran selama sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai pernyataan Rahbar tentang kedudukan buruh dalam perekonomian Iran.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
May 09, 2020 13:40 Asia/Jakarta
  • Resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB
    Resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB

Dinamika Iran selama sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai pernyataan Rahbar tentang kedudukan buruh dalam perekonomian Iran.

Isu lainnya tentang pernyataan Presiden Iran bahwa kerjasama global harus menggantikan represi, menlu Iran menyebut Mike Pompeo tidak memahami isi Resolusi DK-PBB 2231, produksi vaksin Covid-19 tim Universitas Tehran memasuki tahap pertama, Iran mengirim kit tes Covid-19 ke Jerman dan Lebanon, penyelenggaraan kembali shalat Jumat di sejumlah daerah di Iran, parlemen Iran mengesahkan perubahan mata uang nasional dari Riyal ke Toman, dan kemampuan militer Iran yang tidak perlu menembak musuh dari dekat.

 

Ayatullah Khamenei

 

Rahbar Tekankan Pentingnya Kedudukan Buruh dalam Perekonomian Iran

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, menekankan peran penting buruh serta tugas timbal-balik antara buruh dan pemberi kerja dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi dalam sebuah ekonomi yang sehat.

Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyampaikan hal itu melalui video conference dengan para manajer dan pekerja teladan dari tujuh perusahaan yang bertepatan dengan Pekan Buruh Iran pada Rabu (6/5/2020). Rahbar bertatap muka langsung dengan para buruh setiap tahun pada kesempatan Pekan Buruh, tetapi tahun ini pertemuan itu diadakan melalui video conference untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Rahbar menyampaikan ucapan selamat kepada para buruh dan orang-orang yang berjuang di sektor ekonomi.

"Mengatasi persoalan kaum buruh merupakan salah satu isu penting yang harus mendapat perhatian," ujarnya.

Ayatullah Khamenei menekankan bahwa tujuan ekonomi negara adalah memproduksi kekayaan dan mendistribusikannya secara adil di tengah masyarakat. Untuk mencapai ekonomi yang sehat, buruh adalah salah satu pilar utama dan termasuk kelompok tingkat pertama dalam memproduksi kekayaan di Iran.

Menurutnya, tenaga kerja yang profesional dan inovatif akan mendorong meningkatnya kualitas pekerjaan. Oleh karena itu, perusahaan dan para pemberi kerja harus meningkatkan skil tenaga kerja. Para buruh juga harus bekerja dengan rasa tanggung jawab dan tanpa kelalaian.

Rahbar menganggap buruh dan pemberi kerja sebagai dua pilar utama bagi pertumbuhan dan kemajuan ekonomi. Beliau menekankan pentingnya memperhatikan hak-hak pekerja termasuk, gaji yang adil dan pembayaran tepat waktu, keamanan kerja, asuransi, pendidikan, tunjangan, dan pelayanan medis.

Ayatullah Khamenei mencanangkan Tahun Baru 1399 HS sebagai "Tahun Lonjakan Produksi." Penamaan ini bertujuan menciptakan perbaikan signifikan dalam kehidupan masyarakat Iran.

 

Presiden Iran, Hassan Rouhani

 

Presiden Iran: Kerjasama Global Harus Gantikan Represi

Presiden Iran mengatakan, penerapan tekanan terhadap bangsa-bangsa dunia dalam bingkai terorisme ekonomi, dan ancaman militer harus digantikan oleh kerja sama bilateral, multilateral, dan internasional untuk memerangi ancaman-ancaman kolektif nyata.

Hassan Rouhani, Senin (4/5/2020) dalam pertemuan virtual negara-negara kelompok kontak Gerakan Non-Blok, mengajak semua negara dunia untuk bekerjasama melawan Virus Corona.

Ia menuturkan, menyediakan alat medis yang dibutuhkan Iran, karena langkah anti-kemanusiaan Amerika Serikat, jelas akan memakan waktu lebih lama, dan terkadang menjadi mustahil, serta menghambat upaya Iran dalam memerangi Covid-19.

Rouhani menambahkan, Amerika selama bertahun-tahun dengan sanksi sepihak dan ilegalnya, bukan hanya memutus akses rakyat Iran terhadap haknya, bahkan telah mengancam multilateralisme dan kerja sama global.

Menurut Presiden Iran, melemahkan Organisasi Kesehatan Dunia, WHO sama saja dengan melemahkan upaya perang global melawan Virus Corona.

"Langkah yang tidak bisa dibenarkan, tergesa-gesa dan tidak bertanggung jawab pemerintah Amerika memboikot dana yang diperlukan WHO, harus dianggap sebagai sebuah kesalahan strategis," imbuhnya.

Rouhani melanjutkan, Iran menyatakan kesiapan untuk menjalin kerja sama dengan seluruh negara dalam rangka memproduksi vaksin dan obat ampuh Covid-19, dan menyambut baik setiap permintaan kerja sama.

Perwakilan dari 40 negara dunia ikut serta dalam pertemuan virtual negara-negara anggota kelompok kontak Gerakan Non-Blok.

 

Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif

 

Zarif Sindir Pompeo: Pahami Isi Resolusi DK-PBB 2231 !

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan bahwa Resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB tidak bisa dipisahkan dengan JCPOA, oleh karena itu Pompeo harus memahami dengan baik resolusi tersebut.

Menlu Iran hari Selasa (5/5/2020) mengkritik langkah Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo yang berupaya memperpanjang embargo senjata Iran dengan memanfaatkan Resolusi 2231, dan menyebut Amerika Serikat tidak memiliki tempat di dalamnya.

"Pompeo berpendapat Resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB tidak tergantung dengan JCPOA. Dia harus membaca kembali Resolusi tersebut," tulis Zarif di akun Twitternya.

Menurut Menlu Iran, Pompeo belum membaca secara lengkap teks resolusi 2231, oleh karena itu statemennya salah alamat.

"JCPOA adalah bagian dari resolusi 2231. Jumlah halamannya mencapai 104 lembar, itulah sebabnya dia (Pompeo) tidak membacanya! " tegas Zarif menyindir menlu AS.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo baru-baru ini mengklaim negaranya masih menjadi bagian dari Resolusi 2231, sehingga memiliki wewenang untuk meminta perpanjangan embargo senjata Iran.

Padahal, Presiden AS, Donald Trump telah mengumumkan AS keluar dari perjanjian nuklir JCPOA pada 8 Mei 2018.

Embargo senjata Dewan Keamanan PBB terhadap Iran diberlakukan  sejak 2006 untuk melarang penjualan senjata ke Iran dan ekspor senjata dari negara ini.

Setelah tercapai perjanjian JCPOA dan laporan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengkonfirmasi status sipil program nuklir Iran, sanksi senjata tersebut akan berakhir pada 18 Oktober 2020.

 

Rektor Universitas Tehran

 

Rektor Universitas Tehran: Produksi Vaksin Covid-19 Masuki Tahap Pertama

Rektor Universitas Tehran mengumumkan dimulainya tahap awal pembuatan vaksin virus corona oleh para peneliti universitas terkemuka di Iran ini.

Mahmoud Nili Ahmadabadi dalam wawancara dengan IRNA hari Rabu (6/5/2020) mengatakan bahwa penelitian mengenai pembuatan vaksin virus corona telah dimulai oleh tim ahli Universitas Tehran.

"Dengan dibentuknya tim ahli di berbagai bidang dari pengobatan, vaksin, dan pengolahan data virus corona, riset para peneliti Universitas Tehran dan fakultas kedokteran perguruan tinggi ini telah memasuki tahapan pertama, dan kita doakan semoga segera membuahkan hasil yang diharapkan," ujar rektor Universitas Tehran.

Sementara itu, Kepala Proyek Terapi Plasma Virus Corona di Iran, Hassan Abolghasemi mengungkapkan, "Kesimpulan dari hasil proyek penelitian terapi plasma di Iran menunjukkan bahwa perawatan ini bisa efektif dalam menyembuhkan pasien virus corona."

"Injeksi plasma darah terhadap pasien parah yang dirawat di rumah sakit kurang dari sepekan menunjukkan hasil yang baik, tetapi untuk pasien yang dirawat di rumah sakit lebih dari seminggu tidak terlalu efektif,"tegasnya.

Saat ini, lebih dari 200 unit plasma pasien yang sudah sembuh dari Covid-19 di Iran telah disuntikkan ke lebih dari 180 pasien virus corona dalam bentuk proyek penelitian dengan hasil rata-rata efektif.

 

perusahaan Iran produksi kit tes Covid-19

 

Iran Kirim 40 Ribu Kit Tes Covid-19 ke Jerman

Kepala bidang pemasaran salah satu perusahaan berbasis sains Iran mengabarkan ekspor paket pertama produk kit tes serologi untuk Covid-19, ke Eropa.

Kepala bidang pemasaran perusahaan berbasis sains Iran itu mengatakan, ekspor paket pertama produk kit tes serologi untuk Covid-19 ke Eropa akan dilakukan hari ini, Selasa (5/5).

Perusahaan ini, didirikan pada tahun 1998, dan sejak awal sudah bervisi global, sehingga pada tahun 2002 memulai ekspor, dan masuk ke pasar dunia.

Kepala bidang pemasaran perusahaan Iran ini menambahkan, sekitar 60 negara dunia sudah memesan kit tes serologi dengan metode ELISA untuk mendeteksi Covid-19 produk Iran ini.

Menurutnya, lebih dari 18 tahun kami melakukan ekspor, dan beberapa kali terpilih menjadi eksportir teladan nasional. Saat ini kami sudah mengekspor produk ke lebih dari 25 negara dunia, dan kami memiliki 20 perwakilan di 20 negara yang setiap tahun rutin membeli produk kami.

Ia menegaskan, hari ini lebih dari 40.000 kit tes serologi Covid-19 akan dikirim ke Jerman.

 

Pejabat tinggi Lebanon menerima bantuan Iran tangani Covid-19

 

Bantu Lebanon Tangani Covid-19, Iran Kirim Peralatan Medis

Bantuan peralatan medis Republik Islam Iran untuk penanganan virus corona di Lebanon diterima langsung oleh pejabat tinggi negara Arab ini.

Para menteri kesehatan, luar negeri, layanan publik, dan transportasi Lebanon menerima bantuan kesehatan Iran dan menyampaikan terima kasih atas dukungan Tehran tersebut.

Mereka menyebut langkah Iran mengirimkan ICU ventilator, kit tes corona dan alat pelindung diri (APD) menghadapi penyebaran virus corona sebagai tanda cinta dan persahabatan dari Tehran untuk Beirut.

Sebuah pesawat Iran yang membawa ICU ventilator, PCR, serta peralatan medis, termasuk APD tiba di bandara internasional Lebanon hari Senin (4/5/2020) dan disambut langsung oleh Menteri Layanan Publik dan Transportasi Lebanon, Michel Najjar;  Menteri Luar Negeri Lebanon Nassif Hitti; dan Menteri Kesehatan Lebanon, Hamad Hasan.

Para pejabat tinggi Lebanon ini memuji bantuan medis Iran, dan mereka menilainya sebagai ketulusan Iran untuk membantu dan menjalin kerja sama bilateral.

Duta Besar Iran untuk Lebanon, Mohammad Jalal Firouznia hari Senin mengatakan bahwa pengiriman bantuan kesehatan dan medis Iran ke Lebanon adalah inisiatif kemanusiaan dalam kerangka hubungan baik kedua negara.

 

 

shalat Jumat

 

Bebas Covid-19, Iran kembali Gelar Shalat Jumat di 157 Kota

Shalat Jumat kembali dilaksanakan di 157 kota di 21 provinsi Iran dengan tetap menjaga protokol kesehatan setelah tidak adanya kasus baru Corona di daerah-daerah tersebut.

Wakil Ketua Dewan Pembuat Kebijakan Shalat Jumat Iran, Hujjatul Islam Ali Nouri mengatakan shalat Jumat akan dilaksanakan hari ini (8 Mei 2020) di kota-kota yang berstatus zona putih dengan mematuhi protokol kesehatan.

"Ritual shalat Jumat dipersingkat dan tidak disertai dengan kegiatan yang biasanya dilaksanakan sebelum khutbah Jumat," tambahnya.

Atas rekomendasi dan arahan Badan Nasional Penanggulangan Wabah Corona, kegiatan shalat Jumat untuk sementara waktu tidak dilaksanakan di ibukota-ibukota provinsi.

Kegiatan shalat Jumat di Iran telah dihentikan sejak awal Maret lalu untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Sebelum ini, Presiden Iran Hassan Rouhani mengumumkan bahwa masjid di 132 kota di daerah yang dikategorikan sebagai 'zona putih' (wilayah bebas Covid-19) akan dibuka kembali mulai 5 Mei. (RM)

 

Brogjen Amir Ghorbani

AU Iran: Kini Kami Tidak Perlu Tembak Musuh dari Dekat

Komandan Angkatan Udara Militer Iran mengatakan, kini kami tak perlu menembak musuh dari dekat, sekarang kami sudah memiliki persenjataan otomatis jarak jauh dengan berbagai peluncur, dan kami juga sudah menguji coba sistem perlindungan diri helikopter.

Fars News (4/5/2020) melaporkan, angkatan udara dan helikopter hari ini memainkan peran kunci dalam kekuatan pencegahan angkatan bersenjata sebuah negara. Selain mendukung pertempuran dan logistik, armada helikopter juga bisa menghancurkan tank musuh, mengidentifikasi rute udara perang, dan lainnya. 

Brigjen Amir Ghorbani menuturkan, kekuatan kunci kami di medan tempur adalah kemampuan menembak, dan helikopter kami memiliki kemampuan menembak yang sangat tinggi. Selain itu, kami sudah meningkatkan kemampuan ini sesuai dengan kondisi perang hari ini, artinya kami tidak perlu menembak musuh dari jarak dekat lagi, tapi dari jauh atau "fire and forget".

Ia menambahkan, untuk menciptakan perlindungan diri helikopter dan pilotnya, kami membuat sebuah sistem yang sudah berhasil beberapa kali diuji. Kami terus melanjutkan upaya ini agar seluruh helikopter Iran dilengkapi dengan sistem perlindungan diri atau self protection.

 

Parlemen Iran Sahkan Aturan Perubahan Mata uang Nasional dari Riyal ke Toman

Majelis Syura Islam Iran atau parlemen menyetujui perubahan unit mata uang negara ini dari riyal menjadi toman.

Parlemen Iran dalam sidang terbuka hari Senin (4/5/2020) mengesahkan detail draft amandemen undang-undang moneter dan perbankan negara ini.

Berdasarkan draft amandemen undang-undang moneter dan perbankan Iran, bab 1 menyebutkan, unit mata uang Iran adalah toman, dan setiap satu toman bernilai 10.000 riyal yang berlaku saat ini, atau setara dengan 100 qeran.

Bab 1 poin 1, Undang-undang Moneter dan Perbankan Iran menyebutkan, nilai kurs mata uang asing terhadap toman, dan tingkat jual-beli mata uang asing, dihitung dan ditentukan oleh Bank Sentral Iran, berdasarkan kerangka sistem mata uang asing yang berlaku, dengan memperhatikan cadangan valuta asing serta komitmen negara terhadap Dana Moneter Internasional, IMF.

Pada poin 2 di bab yang sama dijelaskan, periode sirkulasi paralel mata uang, serta validitas toman dan riyal secara bersamaan yang dalam undang-undang ini dinamakan periode transisi, paling lama berlaku selama tiga tahun dengan memperhatikan poin 4.

Poin 3 menerangkan, setelah masa berlaku periode transisi habis, komitmen-komitmen yang sebelumnya dibuat menggunakan standar unit mata uang riyal, hanya bisa dijalankan dengan toman atau komponen-komponennya.

Sementara Poin 4 menyebutkan, Bank Sentral Iran berkewajiban menyiapkan seluruh hal yang diperlukan untuk dimulainya periode transisi, dua tahun sebelum diberlakukannya undang-undang ini.

Poin 5 menjelaskan, petunjuk pelaksanaan Bab 1 UU ini disiapkan oleh Bank Sentral Iran paling lambat 3 bulan sebelum diberlakukan, dan disahkan oleh kabinet pemerintah.

Kebijakan ini diambil Iran dengan maksud untuk menjaga efektivitas nilai mata uang nasional, mempermudah dan memulihkan alat pembayaran tunai pada transaksi keuangan dalam negeri, serta menyesuaikan dengan apa yang sudah tertanam dalam budaya dan kebiasaan masyarakat Iran terkait mata uang nasional. 

 

 

 

(PH)