Iran Aktualita 6 Juni 2020
https://parstoday.ir/id/news/iran-i82036-iran_aktualita_6_juni_2020
Perkembangan Iran pekan ini diwarnai sejumlah isu penting seperti peringatan Hual Imam Khomeini pendiri Republik Islam Iran dan pidato live Rahbar Ayatullah Khamenei.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jun 06, 2020 11:23 Asia/Jakarta
  • Rahbar Ayatullah Khamenei
    Rahbar Ayatullah Khamenei

Perkembangan Iran pekan ini diwarnai sejumlah isu penting seperti peringatan Hual Imam Khomeini pendiri Republik Islam Iran dan pidato live Rahbar Ayatullah Khamenei.

Selain itu masih ada sejumlah isu penting lainnya seperti pernyataan presiden mengenai penanganan Corona di Iran, statemen ketua MA menuntut AS diseret ke pengadilan internasional, sikap menlu Iran mengenai demonstrasi di Amerika dan statemen ketua parlemen baru Republik Islam Iran.

Rahbar: Imam Khomeini Buktikan AS Bisa Dipatahkan !

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei menyatakan bahwa Imam Khomeini jauh hari telah membuktikan bahwa kekuatan adidaya seperti AS rentan dan bisa dipatahkan.

Ayatullah Khamenei dalam pidato memperingati haul Imam Khomeini ke-31 yang disiarkan televisi dan radio nasional mengungkapkan bahwa Imam Khomeini telah mengubah pandangan publik dunia terhadap adidaya global.

"Ketika itu, tidak ada yang berpikir bisa melakukan tindakan yang bertentangan dengan kehendak Amerika Serikat, tetapi Imam Khomeini membuktikannya, bahkan presiden Amerika sendiri mengakui telah dipermalukan oleh beliau," ujar Rahbar.

Pemimpin Besar Revolusi Islam menegaskan bahwa Imam Khomeini benar-benar melakukan perubahan besar di tengah bangsa Iran.

"Beliau mengubah perasaan rendah diri bangsa Iran menjadi percaya diri dan bermartabat," tegas Ayatullah Khamenei.

Menurut Rahbar, sebelum gerakan Revolusi Islam, orang-orang Iran tidak perduli dengan masalah asasi bangsanya, dan sibuk dengan urusan pribadi masing-masing. Tetapi kemudian Imam Khomeini memasuki arena dengan menyampaikan tuntutan besar dan penting, sehingga bangsa ini mengubah ketundukannya menjadi bangsa yang berani menyuarakan hak mereka.

Rouhani: Iran Memiliki Kinerja Baik dalam Penanganan Covid-19

Presiden Hassan Rouhani mengatakan, penanganan Iran terhadap pandemi virus Corona dapat diterima dan bisa dibandingkan dengan kinerja negara-negara maju.

Presiden Hassan Rouhani

"Dalam perjuangan kami melawan virus Corona, kami telah melewati 100 hari pertama dan ini sangat penting," kata Rouhani dalam rapat kabinet, Ahad (31/5/2020).

"Statistik dan angka serta dampak Covid-19 terhadap ekonomi dapat dibandingkan dengan negara-negara maju di dunia. Hari ini setelah berjuang melawan virus ini selama 100 hari, sektor kesehatan kita dan semua pihak melakukan pekerjaan dengan baik, kami melihat kondisi yang dapat diterima," ujarnya.

Rouhani menuturkan rakyat Iran menyaksikan bahwa negara-negara maju sekali pun dari segi keuangan, ekonomi, medis dan sains menghadapi persoalan yang pelik selama pandemi Covid-19.

Menurutnya, data ilmiah baik jumlah pasien yang dirawat, angka kematian, dan pasien yang sembuh semuanya menunjukkan kinerja yang baik dari tim medis dan rakyat Iran.

"Penyebaran Corona sudah dapat dikendalikan di banyak provinsi dan proses ini akan terus berlanjut sampai masyarakat benar-benar aman dari wabah virus ini," tegasnya.

Di bagian lain, Rouhani berbicara tentang peringatan hari wafatnya Imam Khomeini ra yang jatuh pada 3 Juli mendatang.

"Bangsa dan pemerintah Iran – dengan arahan Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatullah Sayid Ali Khamenei – bangkit melawan berbagai konspirasi," pungkasnya.

Menlu Iran Minta Dunia Bersatu Melawan Rasisme

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, mengajak dunia untuk bersatu melawan rasisme.

Zarif dalam sebuah tweet pada Sabtu (30/5/2020), menyoroti pembunuhan keji terhadap pria kulit hitam di kota Minneapolis oleh polisi Amerika.

Menlu Zarif

"Perang global terhadap rasisme sudah tertunda selama bertahun-tahun dan sekarang saatnya bagi dunia untuk melawan rasisme," tulisnya seperti dikutip laman Farsnews.

Zarif kemudian memposting ulang pernyataan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo yang memprovokasi kerusuhan di Tehran pada Juni 2018. Pesan Pompeo ini sedikit diubah oleh Zarif dan sekarang ditujukan kepada rakyat Amerika.

"Pemerintah AS menghambur-hamburkan sumber daya warganya, apakah untuk petualangannya di Asia, Afrika atau Amerika Latin, dukungannya kepada para diktator yang tak terhitung jumlahnya, atau ambisinya untuk memperluas program senjata nuklir, itu hanya akan menambah penderitaan rakyat Amerika," tulis menlu Iran.

Aksi unjuk rasa menyebar ke berbagai kota di Amerika setelah polisi kulit putih membunuh seorang pria kulit hitam secara tragis. Warga Amerika melanjutkan aksinya untuk memprotes pembunuhan George Floyd oleh polisi Amerika.

Ketua Baru Parlemen Iran: Kami akan Usir Tentara AS dari Kawasan

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf menyebut Revolusi Islam sebagai model saingan utama bagi sistem kapitalis global.

Dalam sidang paripurna hari Ahad (31/5/2020), dia mengatakan bahwa dengan melihat permusuhan sengit sistem hegemoni yang mengerahkan semua instrumen kekuatan media, ekonomi, politik, dan intelijennya terhadap sistem Republik Islam Iran, merupakan bukti nyata bahwa hari ini Revolusi Islam telah menjadi model saingan utama bagi sistem kapitalis global.

Ghalibaf menekankan bahwa parlemen periode ke-11 Iran berkomitmen untuk melanjutkan jalan Syahid Qassem Soleimani dalam meningkatkan kemampuan poros perlawanan.

"Strategi parlemen Iran dalam berurusan dengan Amerika teroris adalah menyempurnakan mata rantai balas dendam atas darah Syahid Soleimani dan ini akan berlanjut sampai semua tentara teroris Amerika diusir dari kawasan," tegas Ghalibaf.

"Parlemen periode ke-11 menganggap kebijakan anti-arogansi sebagai doktrin ideologis dan kepentingan strategis. Negosiasi dan kompromi dengan Amerika Serikat – sebagai poros arogansi global – adalah sia-sia dan berbahaya,” tandasnya.

"Parlemen Iran menganggap mendukung bangsa Palestina, Hizbullah Lebanon, kelompok-kelompok perlawanan, Hamas, Jihad Islam, dan rakyat tertindas Yaman sebagai tugas revolusioner dan nasionalnya," ujarnya.

Ghalibaf menambahkan bahwa kami akan selalu bersama rakyat, pemerintah dan otoritas keagamaan Irak serta siap menjalin kerja sama dengan mereka.

"Parlemen Iran mendukung perluasan hubungan dengan dunia, tetapi percaya kepada pemerintah-pemerintah yang memiliki jejak kelam baik dalam lembaran sejarahnya atau selama era Republik Islam, akan menjadi sebagai sebuah kesalahan strategis," pungkasnya.

Ketua MA Iran: AS Harus Diseret ke Pengadilan Internasional

Ketua Mahkamah Agung Iran mengatakan, Amerika Serikat berada di urutan pertama tertuduh pelanggar hak asasi manusia, bukan pembela HAM, dan ia harus diadili di pengadilan internasional.

IRNA (2/6/2020) melaporkan, Sayid Ebrahim Raisi, Selasa (2/6) menyinggung demonstrasi terbaru di kota-kota Amerika Serikat dan menuturkan, perilaku polisi Amerika terhadap warga kulit hitam, mengungkap wajah Amerika yang sebenarnya.

Ketua Mahkamah Agung Iran menambahkan, para pengklaim pembela hak asasi manusia diam di hadapan penumpasan HAM di Amerika.

"Bukan sekadar soal warna kulit, rasisme di Amerika sudah sedemikian terorganisir," pungkasnya.