Efektifkah Kartu Sanksi AS terhadap Iran ?
https://parstoday.ir/id/news/iran-i82221-efektifkah_kartu_sanksi_as_terhadap_iran
Setelah Trump mengumumkan AS keluar dari JCPOA, Gedung Putih melancarkan tekanan maksimum terhadap Iran dengan sanksi ketatnya demi memaksa Tehran berunding secara sepihak, tetapi akhirnya membentur dinding.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jun 11, 2020 17:01 Asia/Jakarta
  • Efektifkah Kartu Sanksi AS terhadap Iran ?

Setelah Trump mengumumkan AS keluar dari JCPOA, Gedung Putih melancarkan tekanan maksimum terhadap Iran dengan sanksi ketatnya demi memaksa Tehran berunding secara sepihak, tetapi akhirnya membentur dinding.

Keberhasilan Iran dalam mengelola ekonomi serta penanganan virus Corona di puncak sanksi AS, dan langkah terbarunya mengirim lima tanker minyak di lepas pantai Venezuela menunjukkan ketangguhan Tehran menantang kebijakan unilateral AS terhadap Iran.

Amerika Serikat mengerahkan segenap dayanya supaya Iran tunduk terhadap tuntutannya dengan memperketat sanksi di berbagai bidang, tetapi ketahanan bangsa Iran menyebabkan pemerintah AS tidak memiliki opsi selain mengulang kartu sanksi klisenya. Amerika Serikat baru-baru ini memboikot perusahaan pelayaran Iran setelah lima tankernya berhasil mengirim bensin ke Venezuela.

Setiap kali sanksi AS berhasil dipatahkan oleh Iran, Tehran mengirimkan pesan kepada Washington bahwa Iran tidak akan menyerah menghadapi tekanan maksimum dan sanksi berulang Washington. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Seyed Abbas Mousavi hari Rabu (10/6/2020) menanggapi sanksi baru AS terhadap perusahaan pelayaran dan tanker Iran dengan mengatakan, "Pejabat AS dengan sanksi berulangnya hanya menyusahkan diri sendiri, karena Iran tidak akan menyerah menghadapi sanksi dan tekanan ini,".

Selama ini permainan AS dengan kartu sanksi terhadap Iran menunjukkan ketidakefektifannya, tapi Washington terus melanjutkannya dengan langkah terbaru memperpanjang embargo senjata Iran di Dewan Keamanan PBB.

 

bendera anggota JCPOA

 

Setelah gagal memaksa Iran ke meja perundingan dengan tekanan maksimumnya untuk menggantikan JCPOA, AS berusaha menghancurkan JCPOA dengan permainan barunya, padahal negara ini tidak lagi menjadi anggota perjanjian nuklir internasional itu.

Langkah baru AS sejauh ini memicu reaksi negatif dari Cina, Rusia dan Uni Eropa. Menteri Luar Negeri Cina, Wang Yi dalam sebuah surat yang ditulis kepada Sekretaris Jenderal PBB pada 7 Juni 2020 mengungkapkan bahwa Amerika Serikat tidak lagi berhak meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengaktifkan mekanisme triger setelah keluar dari JCPOA.

Menimbang posisi Cina dan Rusia sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, Amerika Serikat menghadapi jalan sulit untuk melanjutkan perpanjangan embargo senjata Iran setelah Oktober 2020. Tetapi, jika mekanisme triger akhirnya dilaksanakan dengan kerja sama negara-negara Eropa, maka Iran akan membalasnya dengan keras.

Pengalaman Iran dan kemampuan pertahanannya selama periode sanksi telah menunjukkan kepada Amerika Serikat dan komunitas internasional bahwa tidak ada pihak manapun yang bisa mencegah Republik Islam Iran untuk terus memperkuat kemampuan pertahanannya dalam menghadapi ancaman asing.(PH)