Resolusi Dewan Gubernur Anti-Iran; Ketamakan IAEA di Balik Politisasi Troika Eropa
Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) telah memberikan suara pada resolusi anti-Iran yang telah dipolitisasi oleh Troika Eropa, terlepas dari penolakan Rusia dan Cina.
Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) pada hari Jumat(19/06/2020) menyetujui resolusi anti-Iran dari tiga negara Inggris, Perancis dan Jerman agar Iran mematuhi komitmennya dan bekerja sama dengan badan internasional ini.
Setelah JCPOA ditandatangani pada tahun 2015 antara Iran dan kelompok 5 + 1, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) telah merilis berbagai laporan sebagai lembaga yang bertanggung jawab untuk menguji dan memverifikasi pelaksanaan komitmen yang ditetapkan dalam Dewan Gubernur IAEA.
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) telah berulang kali mengakui kerja sama Iran dengan lembaga ini dan menekankan sifat damai dari kegiatan nuklir Iran. Selain laporan-laporan ini, inspektur IAEA telah melakukan lebih dari 33 akses tambahan ke Iran setiap tahun.
Dalam keadaan seperti itu, permintaan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk akses ke fasilitas nuklir Iran, berdasarkan dugaan intelijen dan spionase rezim Zionis Israel, tidak memiliki dasar hukum dan akan mempertanyakan posisinya.
Setiap penggunaan informasi yang diklaim sebagai dasar untuk permintaan di luar Safeguard tidak sesuai dengan Statuta IAEA, dan informasi yang diklaim tidak memiliki tempat dalam proses verifikasi IAEA, dan tidak akan merupakan kewajiban bagi Iran.
Dalam situasi seperti itu, kerja sama Iran yang baik dan di tingkat tinggi dengan Badan Energi Atom Internasional harus menjadi dasar untuk pertanyaan dan permintaan IAEA, tetapi Badan Energi Atom Internasional, di bawah tekanan politik AS dan dukungan dari tiga negara Eropa pihak JCPOA, memiliki permintaan dari Iran yang tidak ada hubungannya dengan fakta teknis.
Kazem Gharibabadi, Wakil Iran untuk Badan Energi Atom Internasional, sebagai tanggapan atas pengesahan resolusi anti-Iran di Dewan Gubernur IAEA mengatakan, "Resolusi ini tidak lebih dari ketamakan dan meminta lebih, dan Iran sepenuhnya menolak ketamakan ini dan akan mengambil tindakan yang sesuai dan tepat sebagai tanggapan terhadapnya."
Setiap implementasi kegiatan verifikasi membutuhkan kerja sama dengan niat baik bilateral Iran dan Badan Energi Atom Internasional, dan berdasarkan akses yang diberikan Iran kepada IAEA, permintaan untuk dua akses baru dalam kerangka resolusi Troika Eropa menunjukkan agenda politik dan tidak profesional.
Menurut Gharibabadi, Iran memberikan 432 inspeksi pada tahun 2019 kepada inspektur Badan Energi Atom Internasional saja, dengan itu berarti lebih dari 20 persen dari total inspeksi badan itu di seluruh dunia.
Kerja sama penuh Iran dengan Badan Energi Atom Internasional merupakan indikasi niat baik Tehran, dan dalam keadaan seperti itu, resolusi Dewan Gubernur IAEA tidak menciptakan kewajiban hukum atau kewajiban bagi Iran untuk lebih lanjut bekerja sama dengan IAEA berdasarkan informasi yang diklaim.