Seriuskah Eropa Implementasikan JCPOA ?
https://parstoday.ir/id/news/iran-i83379-seriuskah_eropa_implementasikan_jcpoa
Uni Eropa dan Troika Eropa memainkan peran penting dalam upaya meraih kesepakatan nuklir JCPOA; tetapi setelah AS keluar, tidak memenuhi janjinya untuk mewujudkan isi JCPOA terutama INSTEX.
(last modified 2026-03-03T12:22:08+00:00 )
Jul 19, 2020 21:19 Asia/Jakarta
  • Josep Borrell
    Josep Borrell

Uni Eropa dan Troika Eropa memainkan peran penting dalam upaya meraih kesepakatan nuklir JCPOA; tetapi setelah AS keluar, tidak memenuhi janjinya untuk mewujudkan isi JCPOA terutama INSTEX.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell dalam cuitan di Twitternya hari Sabtu menegaskan pentingnya menjaga JCPOA. Menyinggung pertemuan Dialog Mediterania (MED2020), Borrell mengungkapkan, "Bertepatan dengan ulang tahun kelima JCPOA, saya berbicara tentang perjanjian nuklir internasional ini pada Konferensi Dialog Mediterania 2020. Kita harus menjaga JCPOA dan saya akan terus bekerja sebagai koordinator Komisi Bersama JCPOA,".

Pada 8 Mei 2018, Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir antara kelompok 5 +1, yang melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB no. 2231. Tidak hanya itu, Trump juga meluncurkan kampanye tekanan maksimum terhadap Tehran untuk memaksa Iran menerima tuntutan ilegal Washington.

Menanggapi langkah ini, Eropa berjanji untuk memperkenalkan dan menerapkan langkah-langkah khusus demi menetralisir efek sanksi sepihak AS terhadap Iran dalam bentuk mekanisme finansial yang disebut INSTEX. Namun, setelah dua tahun berlalu, mekanisme ini praktis tidak berguna, dan Uni Eropa bersama Troika Eropa belum mengambil banyak langkah untuk menerapkannya secara efektif. Faktanya, pihak Eropa yang menghadapi tekanan AS  menolak untuk memenuhi kewajibannya terhadap JCPOA, terutama implementasi INSTEX.

Dengan demikian, klaim Borrell bahwa Eropa serius mempertahankan JCPOA demi menjaga perdamaian dan keamanan regional dan internasional dipertanyakan. Pada saat yang sama, kinerja Uni Eropa dan Troika Eropa dalam implementasi JCPOA bertentangan dengan slogan-slogan mereka.

 

 

Faktanya, setelah AS keluar dari JCPOA menunjukkan ketidakmampuan pihak Eropa menjalankan komitmennya terhadap implementasi isi perjanjian nuklir internasional ini. Pada saat yang sama, Troika Eropa justru mengecam langkah Tehran melakukan pengurangan komitmen Iran secara bertahap terhadap JCPOA. Mereka malah mengaktifkan mekanisme penyelesaian konflik di JCPOA pada 14 Januari 2020 dan menuntut agar Iran menghindari melanjutkan proses pengurangan komitmennya ini serta kembali ke situasi sebelumnya.

Menyikapi dinamika ini, Josep Borrell dalam sebuah pernyataan terbarunya hari Jumat (17/7/2020) mengatakan bahwa batas waktu yang ditetapkan untuk memproses permintaan pengaktifan mekanisme penyelesaian sengketa JCPOA telah diperpanjang dengan pertimbangan saat ini belum memungkinkan untuk menggelar pertemuan langsung karena penyebaran virus Corona. 

Tampaknya penekanan terhadap kebutuhan untuk mempertahankan JCPOA di satu sisi, dan tidak terpenuhinya komitmen terhadap implementasinya di sisi lain, menunjukkan semacam keselarasan diam-diam antara dua benua Atlantik untuk mempengaruhi Tehran supaya mengamini tekanan maksimum Trump kepada Iran. Akumulasinya mengarah supaya Tehran menerima dua belas tuntutan Washington yang diumumkan oleh Menlu AS, Mike Pompeo pada tahun 2018.

Sementara itu, Tehran senantiasa menegaskan sikapnya untuk membela kepentingan nasional Iran, dan mengharapkan anggota kelompok 4 + 1, terutama pihak Eropa menjelankan kewajiban mereka terhadap JCPOA.

Hal ini sebagaimana ditegaskan Seyed Abbas Mousavi, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran bahwa Tehran mendesak ketiga negara Eropa untuk mematuhi komitmen mereka dengan menjalankan isi JCPOA, daripada bergerak mengamini kebijakan tekanan maksimum AS.

Sejatinya, Uni Eropa dan Troika Eropa lebih baik menunjukkan keseriusannya mendukung keberlanjutan JCPOA dengan mengambil langkah-langkah praktis untuk mewujudkannya, daripada sekedar mengumbar janji belaka.(PH)