Rahbar: Iran Dukung Perjuangan Rakyat AS Melawan Rasisme
-
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei mengatakan, "Mengenai kondisi di Amerika Serikat saat ini dan gerakan anti-rasis di negara ini, posisi tegas kami berpihak terhadap rakyat AS dan mengutuk perilaku kejam pemerintahan rasis di negara ini,".
Ayatullah Khamenei dalam sebuah pesan haji yang disampaikan hari Rabu (29/7/2020) menyinggung masalah diskriminasi ras di AS, dengan mengatakan, "Melihat jalan-jalan di Amerika,dan perlakuan pejabat mereka terhadap rakyatnya sendiri, menunjukkan jarak kelas dan kesenjangan sosial yang menganga di negara itu, kehinaan dan kebodohan dari mereka yang terpilih untuk menjalankan pemerintahan, diskriminasi ras yang mengerikan di Amerika, kekejaman petugas yang membunuh seorang tidak bersalah di jalan dengan darah dingin dan di depan mata orang-orang yang lewat, menunjukkan kedalaman krisis moral dan sosial peradaban Barat sekaligus terbuktinya distorsi dan ketidakabsahan filosofi politik dan ekonominya,".
"Perlakuan Amerika terhadap negara-negara lemah adalah versi yang diperbesar dari perilaku polisi yang menempatkan lututnyadi leher seorang pria kulit hitam yang tidak berdaya dan menekannya hingga mati," tegas Rahbar.
Ayatullah Khamenei memandang haji sebagai latihan melawan kekuatan arogan, yang saat ini menjadi pusat kerusakan, penindasan, kezaliman, pembunuhan dan penjarahan di dunia.
"Kita tahu, kehadiran AS di kawasan Asia Barat sebagai penyebab ketidakamanan, kehancuran dan keterbelakangan," papar Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran.
Di bagian lain statemennya, Ayatullah Khamenei menekankan persatuan umat Islam melawan agresor Amerika Serikat dan rezim Zionis, serta urgensi untuk membantu Palestina yang tertindas, simpati dan kasih sayang kepada orang-orang Yaman yang terluka, dan kepedulian kepada umat Islam yang tertindas di seluruh penjuru dunia merupakan upaya terus-menerus yang kami lakukan saat ini.
"Wahai para negarawan Muslim bersandarlah kepada sesama Muslim daripada berlindung di lengan musuh demi keuntungan pribadi selama sekian hari dengan menanggung penghinaan serta tekanan musuh, dan menjual martabat serta kemerdekaan negara mereka sendiri," tegas Rahbar.(PH)