Iran Aktualita 6 September 2020
https://parstoday.ir/id/news/iran-i84985-iran_aktualita_6_september_2020
Dinamika Iran selama sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai pandangan Rahbar tentang normalisasi hubungan UEA dengan rezim Zionis.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Sep 06, 2020 09:40 Asia/Jakarta
  • Ayatullah Khamenei
    Ayatullah Khamenei

Dinamika Iran selama sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai pandangan Rahbar tentang normalisasi hubungan UEA dengan rezim Zionis.

Selain itu, Iran membuka sekolah untuk tahun ajaran baru, Iran mengecam penghinaan Nabi Muhammad oleh Charlie Hebdo, Iran dan Rusia akan memproduksi vaksin Corona bersama, pernyataan Menlu Iran bahwa normalisasi hubungan dengan Rezim Zionis lebih menyengsarakan Palestina, statemen Araqchi bahwa pencabutan sanksi sebagai jalan penyelamatan JCPOA dan Iran Pamerkan Radar Kashef-99.

 

 

Perspektif Rahbar Soal Normalisasi Hubungan UEA dengan Rezim Zionis

Ayatullah al-udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Selasa (01/09/2020) pagi dalam konferensi video yang bertepatan dengan Pertemuan Pendidikan Ke-34, mengatakan, "Dalam analisis yang jelas tentang proses normalisasi dengan rezim Zionis, mereka menjelaskan tujuan dan konsekuensi jahat dari membangun hubungan yang memalukan antara Uni Emirat Arab dan rezim kriminal Israel."

Dalam hal ini, Ayatullah Khamenei menyayangkan kerja sama pemerintah UEA dengan tindakan brutal rezim Zionis dan elemen jahat Zionis di pemerintahan AS yang bertentangan dengan kepentingan dunia Islam dan kawasan.

Rahbar menyebut langkah ini sebagai pengkhianatan terhadap dunia Islam, dunia Arab dan kawasan. Menurutnya, "Tentu saja, situasi ini tidak akan bertahan lama, tetapi stigmanya akan tetap ada di dahi mereka yang melupakan perampasan negara dan penggusuran bangsa Palestina sesrta membuka kaki Zionis di kawasan."

Amerika Serikat berupaya membangun hubungan diplomatik dan ekonomi terbuka antara Zionis Israel dan dunia Arab untuk melegitimasi posisi rezim Zionis di dunia Arab dan umat Islam. Strategi ini mengejar dua tujuan:

Tujuan pertama, mengurangi pentingnya “wacana Muqawama dan Perlawanan” dan menggantinya dengan proses normalisasi dalam bentuk proyek Kesepakatan Abad.

Tujuan kedua, runtuhnya secara perlahan dan lunak ekonomi dan keamanan dari negara-negara yang memiliki hubungan dengan rezim Zionis dalam jangka menengah dan panjang.

Namun, sejarah kontemporer kawasan ini menunjukkan bahwa tidak ada negara yang mencapai stabilitas politik dan ekonomi serta keamanan melalui hubungan dengan rezim Zionis Israel, dan sebaliknya, mereka justru berada di jalur disintegrasi dan kehancuran internal.

 

siswi sekolah Iran

 

Sekolah di Iran Dibuka dengan Protokol Kesehatan

Lonceng awal tahun ajaran baru di Iran dibunyikan hari Sabtu (5/9/2020) dalam sebuah konferensi video dengan kehadiran Presiden dan Menteri Pendidikan sebagai simbol dibukanya sekolah untuk para siswa dan siswi di negara ini.

Di awal acara, Menteri Pendidikan Iran, Mohsen Haji Mirzaei mempresentasikan laporan kinerja kementerian ini dan langkah-langkah yang direncanakan untuk tahun ajaran baru di masa pandemi Covid-19.

Selanjutnya, Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani menyampaikan pidatonya menyambut tahun ajaran baru.

Tahun ajaran baru di Iran dimulai dua pekan lebih awal dari tahun-tahun sebelumnya untuk menutupi kekurangan masa pendidikan tahun lalu akibat penyebaran wabah Covid-19 di negara itu.

Lebih dari 15 juta siswa dan siswi Iran menghadiri pendidikan di 110.000 sekolah dengan protokol kesehatan.

Dari jumlah ini, sekitar 1.300.000 orang adalah siswa dan siswi kelas satu sekolah dasar.

 

Majalah Charle Hedbo

 

Iran Kecam Penghinaan Nabi Muhammad oleh Charlie Hebdo

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengecam keras publikasi gambar menghina Nabi Muhammad Saw oleh majalah Prancis, Charlie Hebdo.

Fars News (3/9/2020) melaporkan, Saeed Khatibzadeh, Kamis (3/9) malam mengatakan, segala bentuk penghinaan, dan pelecehan terhadap Nabi Muhammad Saw, dan nabi-nabi Tuhan lainnya sama sekali tidak bisa dibenarkan.

Jubir Kemenlu Iran menambahkan, penghinaan yang kembali dilakukan media Prancis dengan dalih kebebasan pers, telah menyakiti hari para pengikut agama tauhid dunia, dan ini merupakan provokasi serta penghinaan terhadap nilai-nilai Islam, dan akidah lebih dari satu miliar umat Islam.

Khatibzadeh menegaskan, berbeda dengan alasan penghinaan yang dilakukan oleh Charlie Hebdo, kebebasan berpendapat memiliki nilai luhur yang harus diterapkan dalam bentuk konstruktif untuk menciptakan kehidupan rukun sesama manusia, dan mencapai kesepahaman di antara agama-agama.

Majalah Charlie Hebdo baru-baru ini kembali memuat gambar karikatur menghina Nabi Muhammad Saw, dan aksi ini membangkitkan kemarahan umat Islam dunia.

 

vaksin Covid-19

 

Iran dan Rusia akan Produksi Vaksin Corona Bersama

Duta Besar Iran untuk Rusia, dan Direktur Dana Investasi Langsung Rusia, RDIF menekankan urgensitas realisasi kerja sama dua negara untuk memproduksi vaksin dan obat Covid-19.

IRIB (4/9/2020) melaporkan, Dubes Iran untuk Rusia Kazem Jalali dalam pembicaraan melalui konferensi video dengan Direktur RDIF, Kirill Dmitriev mengucapkan selamat atas keberhasilan produksi vaksin Covid-19 Rusia.

Jalali dalam pembicaraan itu menyinggung hasil dua pertemuan tim kerja vaksin dan obat Institut Pasteur Iran dan Institut Riset Epidemiologi dan Mikrobiologi Rusia, Gamaleya, dan berharap proses produksi bersama vaksin Covid-19 dengan kerja sama RDIF, dapat segera dilakukan.

Sementara itu Direktur RDIF menyampaikan kegembiraannya terkait kerja sama antara Iran dan Rusia di bidang produksi vaksin Covid-19.

Ia menuturkan, produksi massal vaksin dengan partisipasi, dan kerja sama Iran akan segera dimasukkan ke dalam agenda kerja RDIF.

 

Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif

 

Zarif: Normalisasi dengan Rezim Zionis, Lebih Menyengsarakan Palestina !

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad zarif menilai normalisasi hubungan yang dilakukan Uni Emirat Arab (UEA) dengan rezim Zionis menyebabkan Palestina semakin menderita.

Zarif di akun Twitternya menulis, “Normalisasi dengan Israel? Tidak ada yang normal, kecuali lutut rezim Zionis di leher orang-orang Palestina. "

Sebuah video yang diposting baru-baru ini di media sosial menunjukkan seorang tentara Zionis menekan lututnya di leher seorang warga Palestina paruh baya yang ditahan selama protes di Tepi Barat.

Abu Dhabi dan Tel Aviv baru-baru ini sepakat menormalisasi hubungan diplomatiknya menyusul upaya Presiden AS Donald Trump untuk memfasilitasi normalisasi hubungan diplomatik kedua pihak.

Kesepakatan antara Israel dan UEA telah memicu gelombang protes yang meluas dari kelompok Palestina, negara-negara kawasan dan sejumlah tokoh politik dunia.

 

Seyyed Abbas Araqchi

 

Araqchi: Pencabutan Sanksi, Jalan Penyelamatan JCPOA

Wakil Menteri Luar Negeri Urusan Politik Iran, Seyyed Abbas Araqchi mengatakan bahwa satu-satunya cara berprinsip untuk menjaga keberlanjutan JCPOA dengan menjadikan Iran bisa mendapatkan keuntungan dari kesepakatan ini di bidang pencabutan sanksi.

Seyyed Abbas Araqchi yang berada di Wina untuk menghadiri pertemuan Komisi Bersama JCPOA, hari Rabu (2/9/2020) menilai pertemuan tersebut konstruktif.

Komisi Bersama JCPOA dengan suara bulat menyatakan bahwa Amerika Serikat telah menarik partisipasinya di JCPOA sejak 8 Mei 2018 dan tidak lagi menjadi pihak dalam perjanjian tersebut, sehingga tidak dapat menggunakan haknya di bawah ketentuan JCPOA, termasuk pengembalian sanksi.

Araqchi mencatat bahwa anggota Komisi Bersama JCPOA  memiliki konsensus untuk memerangi pelanggaran hukum AS.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran juga menyatakan bahwa anggota Komisi bersama JCPOA menekankan keberlanjutan perjanjian ini.

"Satu-satunya cara berprinsip untuk mempertahankan JCPOA adalah menjadikan Iran sebagai pihak yang mendapatkan keuntungan perjanjian ini dengan mencabut sanksi," ujar Araqchi.

Pertemuan Komisi Bersama JCPOA diadakan pada hari Selasa di tingkat Deputi Gubernur dan Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri Iran dan  kelompok 5 + 1 yang terdiri dari Prancis, Rusia, China, Inggris dan Jerman, serta Koordinator Uni Eropa di Wina.

 

Radar Kashef-99

 

Iran Pamerkan Radar Kashef-99

Pameran produk pertahanan udara Iran dihadiri oleh Komandan Angkatan Udara Militer Iran, Brigjen Alireza Sabahi Fard.

Fars News (2/9/2020) melaporkan, dalam acara ini turut dipamerkan radar Kashef-99.

Kashef-99 adalah radar tiga dimensi, susunan berfase (phased array) dan bergerak yang bertugas untuk melacak detail setiap objek terbang.

Radar Kashef-99 ini dirancang dan dibuat di pusat riset teknologi terbarukan Pangkalan Pertahanan Udara Militer Iran.  

Radar ini memiliki jangkauan 12 kilometer, dan mampu melacak 300 target dalam waktu bersamaan. (PH)