Iran Aktualita, 12 September 2020
https://parstoday.ir/id/news/iran-i85176-iran_aktualita_12_september_2020
Perkembangan di Republik Islam Iran selama sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu seperti pesan Rahbar terkait aksi penistaan Majalah Charlie Hebdo terhadap kesucian Nabi Muhammad Saw.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Sep 12, 2020 09:51 Asia/Jakarta
  • Manuver Zolfaqar 99
    Manuver Zolfaqar 99

Perkembangan di Republik Islam Iran selama sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu seperti pesan Rahbar terkait aksi penistaan Majalah Charlie Hebdo terhadap kesucian Nabi Muhammad Saw.

Selain itu, masih ada isu lainnya seperti manuver gabungan militer Iran “Zolfaqar 99” dan berbagai beritanya, Presiden Ruouhani tegaskan bangsa Iran tidak akan menyerah dihadapan intimidasi AS, Ketua parlemen Iran tegaskan Kubu Arogan Sangat Memusuhi Nabi Muhammad Saw.

Pesan Rahbar Mengutuk Penghinaan Majalah Perancis terhadap Nabi Muhammad Saw

"Dosa besar dan tak terampunkan sebuah majalah Perancis dalam menistakan Rasulullah Saw kembali menguak sikap keras kepala dan dendam lembaga politik dan budaya dunia Barat terhadap Islam serta komunitas Muslim."

Majalah mingguan Perancis Charlie Hebdo menerbitkan ulang kartun kontroversial yang menghina tentang Nabi Muhammad Saw dalam kesombongan baru Selasa lalu.

Rahbar Ayatullah Khamenei

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam dalam sebuah pesan, mengacu pada poin-poin penting dalam hal ini mengutuk penghinaan dari majalah terbitan Perancis terhadap Nabi Muhammad Saw.

Rahbar menyebut dalih kebebasan berekspresi untuk tidak mengutuk kejahatan besar ini, yang diucapkan oleh beberapa politisi Perancis, sepenuhnya tertolak, salah dan penipuan publik seraya mengingatkan, "Kebijakan yang sepenuhnya anti Islam oleh Zionis dan pemerintah arogan merupakan faktor aksi permusuhan seperti ini yang terkadang muncul."

Arus media Barat yang menyimpang dan destruktif, berikut perilaku menghina sejumlah oknum sesat dan jahat, yang dari waktu ke waktu berusaha mengekspresikan diri dengan perilaku tercela dengan menghina al-Quran dan nilai-nilai agama, berusaha mengejar banyak tujuan yang tidak ada hubungannya dengan fanatisme agama dan tidak dapat dipertahankan dari sisi kebebasan berekspresi dan berkeyakinan.

Substansi arus ini sudah terungkap di negara-negara yang sadar akan agama dan nilai-nilai agama, dan opini publik di dunia sadar bahwa kontroversi semacam itu adalah produk dari wadah pemikir dari arus Zionis dan kubu arogan. Kalangan ini berupaya untuk mengalihkan opini publik dari kondisi tercela peradaban Barat dalam menghadapi anomali budaya dan sosial serta skandal para pemimpin yang arogan dalam menghadapi protes yang meluas di negara-negara tersebut.

Tentu saja, tidak boleh diabaikan bahwa menghina kesucian umat Islam selalu menjadi rencana yang telah ditentukan sebelumnya dan memiliki tujuan. Sekilas tentang masa lalu dari kartunis Denmark hingga pendeta yang menghina al-Quran menunjukkan tren yang direncanakan. Di luar gerakan menyimpang ini, ada arus politik penting sebagai tujuan strategis yang tidak boleh diabaikan.

Tidak ada keraguan bahwa tujuan tersembunyi dari penodaan ini adalah untuk mengalihkan pikiran umat Islam dari masalah Palestina, yang merupakan prioritas pertama dunia Islam. Terutama karena masalah Palestina sekarang tunduk pada rencana jahat Kesepakatan Abad dan normalisasi hubungan yang berbahaya dengan musuh jahat kemanusiaan, rezim palsu Zionis.

Menekankan pada poin ini, Pemimpin Besar Revolusi Islam dalam pesannya mengecam penistaan ini menjelaskan, "Gerakan ini di fase saat ini juga dapat menjadi motivasi untuk menyimpangkan opini bangsa dan pemerintah Asia Barat dari peran busuk Amerika Serikat dan Zionis bagi kawasan ini. Bangsa Muslim khususnya negara-negara Asia Barat selain mempertahankan kewaspadaan dalam isu-isu kawasan sensitif ini, juga tidak boleh melupakan permusuhan elit politik dan pemimpin Barat terhadap Islam dan umat Muslim."

Namun, dalih melindungi kebebasan berekspresi agar tidak menghadapi hinaan terang-terangan tersebut, bagaimanapun, merupakan aspek lain yang perlu diperhatikan dalam kasus ini, yang menjadi sindiran politik pahit era kontemporer. Meskipun penghinaan ini tidak dapat dibela dengan kata-kata atau argumen apa pun, Presiden Perancis, yang negaranya telah berkuasa selama lebih dari setahun, menyaksikan protes setiap hari Sabtu, menganggap kelancangan terhadap Nabi Muhammad Saw dan al-Quran dianggap sebagai kebebasan berbicara.

Sementara dalam masyarakat Eropa yang sama, yang disebut kebebasan berekspresi dan berpendapat, kritik dan penolakan terhadap mitos palsu tentang Holocaust bakal berujung pada pemenjaraan dan perampasan hak. Tidak diragukan lagi, tindakan seperti itu tidak akan berbuat apa-apa selain mengungkap skandal dan mengungkap perilaku ganda hak asasi manusia dan penuntut kebebasan.

Manuver Militer Gabungan Zulfiqar 99 di Selatan Iran Dimulai

Tahap utama manuver militer gabungan Zulfiqar 99 angkatan bersenjata Republik Islam Iran dengan sandi "Keamanan Permanen di Bawah Kekuatan Pertahanan" dimulai di selatan Iran.

Image Caption

Tahap utama manuver militer gabungan Zulfiqar 99 yang diikuti unit-unit angkatan laut, udara, pertahanan, dan angkatan darat Iran, dimulai hari ini, Kamis (10/9/2020) sampai tiga hari ke depan, di area seluas 2 juta kilometer perairan timur Selat Hormuz, pesisir pantai Makran, Laut Oman, dan wilayah utara Samudra Hindia, hingga 10 derajat utara samudra ini.

Komandan manuver militer gabungan Zulfiqar 99, Laksamana Habibollah Sayyari, Rabu (9/9) mengatakan, latihan militer gabungan ini terdiri dari tiga tahap yaitu pengumpulan informasi, eksekusi taktik, dan unjuk kekuatan.

Ia menambahkan, kapal laut, kapal selam, pesawat dan sejumlah peralatan militer serta persenjataan yang ada di organisasi tempur militer Iran, dilibatkan dalam manuver ini, dan yang terpenting adalah kehadiran kapal selam buatan dalam negeri Fateh, dan pesawat nirawak jarak jauh Simorgh.

Laksamana Sayyari menyebut kontrol keamanan kawasan, dan perairan internasional sebagai salah satu tujuan digelarnya manuver ini.

"Kemanan kawasan Asia Barat, dan perairan vital serta strategisnya tergantung pada nasionalisasi keamanan dengan partisipasi konstruktif semua negara kawasan, dan pencegahan dominasi serta kehadiran kekuatan asing dan pasukan transregional di perairan kawasan. Iran sejak empat dekade lalu selalu berkomitmen mewujudkan keamanan kawasan dengan bersandar pada kemampuan dalam negeri," paparnya.

Pesan Iran dalam Manuver Militer Zolfaghar 99

Republik Islam Iran kembali menggelar manuver militer yang melibatkan empat kekuatan angkatan bersenjatanya di perairan timur Selat Hormuz, pantai Makran, Laut Oman, dan samudra Hindia Utara.

Manuver militer Zolfaghar-99 dimulai pada hari Kamis dan akan berlangsung selama tiga hari yang meliputi tiga tahap: intelijen, taktik, dan demonstrasi kekuasaan.

Latihan perang ini melibatkan kapal selam, jet tempur, dan alutsista lainnya. Salah satu yang paling penting adalah kehadiran aktif kapal selam Fateh, dan drone Iran Simorgh. Selain itu, diuji berbagai jenis rudal buatan dalam negeri termasuk rudal Salamche.

Latihan perang dengan mengusung slogan "Keamanan berkelanjutan dalam kekuatan pertahanan" digelar di perairan timur Selat Hormuz, pantai Makran, Laut Oman, dan Samudra Hindia bagian utara, yang menunjukkan pentingnya keamanan maritim dan komitmen Iran dalam menjaga keamanan regional.

Republik Islam Iran selama ini menunjukkan kehadirannya yang efektif dan efisien di  perairan internasional sebagai salah satu negara yang serius menjaga keamanan perairan dunia.

Tentara Iran di manuver Zolfaqar 99

Manuver militer Zolfaghar-99 menunjukkan bahwa penggunaan kapasitas regional akan membawa keamanan berkelanjutan di kawasan yang menjadi jalur maritim strategis tersebut.

Laksamana Habibollah Sayyari, Komandan Latihan Gabungan Zolfaghar-99 mengatakan, "Keamanan kawasan Asia Barat dan jalur perairan yang vital dan strategis bergantung pada penjagaan keamanan regional dengan partisipasi konstruktif dari semua negara di kawasan dan mencegah dominasi asing dan kehadiran pasukan trans-regional." .

Selat Hormuz di kawasan Teluk Persia merupakan jalur perairan paling strategis yang berperan penting dalam perdagangan maritim. Oleh karena itu, terwujudnya keamanan berkelanjutan di jalur perairan internasional yang penting ini menjadi kepentingan negara-negara kawasan dan dunia.

Lebih dari 90 persen perdagangan dilakukan melalui laut, dan negara di kawasan tersebut memiliki tanggung jawab utama untuk menjaga keamanan wilayah perairannya. Dalam konteks ini, selama empat dekade terakhir, Iran yang mengandalkan pertahanan domestik dan kemampuan militer dalam negerinya, berupaya mewujudkan keamanan berkelanjutan di kawasan Asia Barat dan perairannya dengan kerja sama negara-negara kawasan.

Pengalaman kehadiran pasukan trans-regional di kawasan Teluk Persia dan Asia Barat menunjukkan bahwa akar keamanan kawasan terwujud dari kerja sama regional, bukan bergantung pada kehadiran pasukan asing.

Kemampuan pertahanan Republik Islam Iran merupakan kapasitas yang dapat diandalkan bagi semua negara di kawasan dan negara tetangga untuk bekerja sama dan berbagi pengalaman pertahanan dalam menjaga keamanan regional, sehingga terwujud perdamaian dan stabilitas permanen di Asia Barat.

 

Manuver militer Zolfaghar-99 digelar sebagai bagian dari pendekatan Iran yang jelas untuk mencapai perdamaian, stabilitas, dan keamanan di kawasan Asia Barat dan perairan internasional di kawasan tersebut.

Republik Islam melalui Zulfiqar-99 mengirimkan pesan perdamaian dan persahabatan bagi negara-negara di kawasan, dan sebaliknya peringatan kepada pasukan asing yang berusaha mengganggu kawasan sensitif dan strategis Teluk Persia dengan kebijakan kelirunya.

Rouhani: Rakyat Iran tidak akan Menyerah dihadapan Intimidasi AS

Presiden Republik Islam Iran seraya mengisyaratkan sanksi zalim dan tidak adil Amerika Serikat terhadap Tehran mengatakan, rakyat Iran tidak akan menyerah dihadapan arogansi dan intimidasi sebuah kekuatan.

Hassan Rouhani Senin (7/9/2020) saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Swiss, Ignazio Cassis di Tehran seraya menjelaskan bahwa tolok ukur di hubungan negara adalah hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB, mengungkapkan, Amerika selama bertahun-tahun ingin menumbangkan pemerintahan Republik Islam Iran dan mengintervensi urusan internal Tehran.

Seraya menekankan bahwa Iran komitmen terhadap hukum internasional dan kesepakatan multilateral, Rouhani mengingatkan, kapan saja Amerika memutuskan untuk mengakhiri kesalahannya dan kembali komitmen terhadap resolusi 2231 serta JCPOA, maka jalan bagi mereka akan terbuka.

Presiden Rouhani

Di pertemuan ini Rouhani juga mengisyaratkan sejumlah kejahatan Amerika termasuk sanksi dan perang ekonomi terhadap Iran dan mengatakan, negara-negara sahabat dan pecinta kekebasan di dunia tidak boleh bungkam terhadap terorisme dan aksi-aksi ilegal Amerika Serikat.

Rouhani juga menjelaskan bahwa Iran berharap di kondisi pandemi Corona, negara-negara Eropa melakukan langkah praktis yang tegas dan jelas dalam melawan terorisme ekonomi Amerika, mengaktifkan kanal finansial Swiss serta memainkan peran efektif.

Sementara itu, menlu Swiss di pertemuan ini mengisyaratkan peringatan 100 tahun hubungan politik dan diplomatik kedua negara menilai hubungan Iran dan Swiss sangat baik dan dekat serta menekankan perluasan hubungan di semua bidang.

Ignazio Cassis seraya mengisyaratkan pentingnya menjaga hukum dan ketentuan internasional oleh seluruh negara menandaskan, kanal finansial Swiss untuk menghapus kendala akibat sanksi AS terhadap Iran sebuah rencana yang telah dijalankan dan Swiss akan berusaha memainkan peran efektif di kanal ini.

Ghalibaf: Kubu Arogan Sangat Memusuhi Nabi Muhammad Saw

Ketua Parlemen Republik Islam Iran menilai penghinaan kubu arogan kepada Nabi Muhammad Saw sebagai tanda permusuhan mendalam mereka terhadap pesan cinta dan kasih sayang Rasulullah.

Menurut laporan IRIB, menanggapi penghinaan media Perancis terhadap Nabi Muhammad Saw di dunia maya, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf pada hari Sabtu (12/09/2020) menulis, penghinaan terhadap Nabi Muhammad Saw sekali lagi menunjukkan permusuhan yang mengakar dari kubu arogan pelaku kejahatan dengan pembawa cinta dan kasih sayang Rasulullah ke seluruh dunia.

"Kaum Muslim di dunia dengan suara bulat akan mengutuk dosa yang tak terampuni dan keji ini dan membongkar persekongkolan musuh keadilan dan kemanusiaan," pungkas Ghalibaf.

Majalah Perancis Charlie Hebdo baru-baru ini menerbitkan ulang kartun kontroversial yang menghina tentang Nabi Muhammad Saw dalam tindakan yang kurang ajar.