Peringatan Iran atas Dampak Konflik di Nagorno-Karabakh
https://parstoday.ir/id/news/iran-i85901-peringatan_iran_atas_dampak_konflik_di_nagorno_karabakh
Walayah Nagorno-Karabakh menjadi ajang bentrokan bersenjata antara pasukan Armenia dan Republik Azerbaijan.
(last modified 2026-04-05T11:58:22+00:00 )
Okt 04, 2020 10:52 Asia/Jakarta
  • Konflik Nagorno-Karabakh
    Konflik Nagorno-Karabakh

Walayah Nagorno-Karabakh menjadi ajang bentrokan bersenjata antara pasukan Armenia dan Republik Azerbaijan.

Api perang sekali lagi berkobar di wilayah ini sehingga kembali menunjukkan keburukan dan kepahitannya. Alasan berkobarnya perang ini harus dianalisa dari berbagai sisi.

Perang ini bagaimanapun telah berkobar dan dampak luasnya sangat mengkhawatirkan. Kedua pihak yang bertika saling menuding masing-masing sebagai pemicu perang. Kini seiring dengan kian intensnya perang, suara ledakan bahkan dapat didengar dari berbagai wilayah perbatasan Iran.

Selama beberapa hari lalu sejumlah mortir jatuh di sejumlah wilayah perbatasan Iran termasuk di Khoda Afarin, Provinsi Azerbaijan timur dan Aslan Duz, Provinsi Ardabil. Kejadian ini membuat warga di dua wilayah perbatasan ini sangat khawatir.

Gubernur Khoda Afarin, Ali Amiri-Rad Sabtu (3/10/2020) kepada ISNA mengkonfirmasikan lebih dari 10 mortir jatuh di wilayah perbatasan Iran dari Nagorno-Karabakh. Sejak hari pertama perang antara Republik Azerbaijan dan Armenia sampai saat ini lebih dari 30 mortir jatuh di kota Iran ini. Sepertinya hal ini tidak disengaja. Namun demikian pergerakan di wilayah perbatasan seara serius dan sensitif dipantau oleh Republik Islam Iran. Militer Iran menyatakan siap secara penuh dan jika diperlukan akan membalas tegas setiap pelanggaran.

Jubir Kemenlu Iran Saeed Khatibzadeh

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh hari Sabtu terkait peristiwa ini seraya menyatakan bahwa setiap pelanggaran ke wilayah Iran oleh pihak-pihak yang bertikai tidak dapat ditoleransi oleh Tehran, memperingatkan semua pihak untuk berhati-hari. Jubir Kemenlu Iran juga menekankan pentingnya menghormati kedaulatan Republik Azerbaijan, menjaga prinsip tidan menyerang warga sipil, menghentikan bentrokan dan memulai perundingan serius.

Konflik antara Armenia dan Republik Azerbaijan terkait wilayah Nagorno-Karabakh dimulai sejak 1988 lalu dan di tahun 1992, berubah menjadi konflik bersenjata. Di tahun 1994 melalui mediasi Organisasi OSCE Minsk berhasil diterapkan gencatan senjata. Sementara upaya internasional untuk menyelesaikan konflik ini secara damai sampai kini belum berhasil. Yang pasti tidak ada negara dan bangsa yang diuntungkan dari perang, dan perang hanya menimbulkan kematian manusia tak berdosa dan kerusakan infrastruktur. Kaukasus selatan wilayah strategis dan urat nadi energi Eropa di mana perang selain pandemi Corona yang mematikan, juga akan menimbulkan korban jiwa yang besar.

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Mohammad Javad Zarif di akun Twitternya menulis, “Iran mengawasi dari dekat kekerasan di Nagorno-Karabakh. Kami menutut segera diakhirinya permusuhan dan meminta digelarnya perundingan untuk menyelesaikan friksi. Tetangga kami adalah prioritas Tehran dan Kami siap menyiapkan peluang untuk perundingan. Kawasan kita saat ini membutuhkan perdamaian.”

Dari perspektif ini, peringatan Iran kepada kedua pihak yang berkonflik menunjukkan kekhawatiran Iran atas meluasnya domain perang dan dampaknya. Republik Islam Iran meyakini solusi friksi hanya dapat diraih melalui perundingan dan kerja sama negara-negara kawasan serta tetangga. Dengan demikian di diplomasi regionalnya, Iran akan mengambil langkah-langkah untuk menghentikan konfrontasi dan juga mencegah setiap ancaman. (MF)