Tujuan Araghchi di Kabul: Perdamaian, Keamanan, Dokumen Kerja Sama Strategis
Perundingan putaran kelima Dokumen Komprehensif Kerja Sama Strategis Iran-Afghanistan dilaksanakan pada 15 November di Tehran antara delegasi yang diketuai oleh Wakil Menteri Luar Negeri Sayid Abbas Araghchi dan Wakil Menteri Luar Negeri Afghanistan Mirwais Nab. Sekarang keinginan pejabat kedua negara adalah menyelesaikan dokumen strategis ini secepatnya.
Sebagai kelanjutan dari konsultasi ini, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Sayid Abbas Araghchi, yang mengunjungi Kabul pada hari Sabtu (12/12/2020), bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri Mirwais Nab dan Penasihat Keamanan Nasional Afghanistan Hamdullah Mohib, serta Abdullah Abdullah, Ketua Dewan Tinggi Rekonsiliasi Nasional Afghanistan.
Dokumen Komprehensif Kerja Sama Jangka Panjang, pembicaraan damai antara pemerintah Afghanistan dan Taliban, serta perluasan hubungan politik, ekonomi dan perdagangan antara kedua negara telah menjadi tiga pilar utama konsultasi Araghchi di Kabul.
Berbicara kepada Iran Press di sela-sela kunjungan ke Kabul dan pertemuan dengan pejabat senior Afghanistan pada Sabtu (12/12) malam, Araqchi mengungkapkan harapan bahwa dokumen strategis komprehensif tersebut menguraikan hubungan jangka panjang Iran-Afghanistan dan memainkan peran penting dalam memperkuat hubungan antara kedua negara.
Araghchi menyampaikan harapannya bahwa rangkuman akhir dari dokumen strategis komprehensif akan dibuat pada hari Minggu (13/12/2020). Merujuk pada pembicaraan damai antara pemerintah Afghanistan dan Taliban di Doha, Araqchi mengatakan pembicaraan itu adalah dialog antara-Afghanistan dan bahwa tidak ada negara yang boleh terlibat dalam perincian pembicaraan tersebut.
Menekankan kedaulatan dan keutuhan wilayah Afghanistan, Republik Islam Iran menyatakan kesiapannya untuk mendukung terciptanya perdamaian, stabilitas dan keamanan di Afghanistan. Dalam konteks ini, Oktober lalu, Tehran menjadi tuan rumah delegasi tingkat tinggi yang dipimpin oleh "Abdullah Abdullah", Ketua Dewan Tinggi Rekonsiliasi Nasional Afghanistan.
Abdullah Abdullah, Ketua Dewan Tinggi Rekonsiliasi Nasional Afghanistan bertemu dengan Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Republik Islam Iran selama kunjungan ke Tehran. Dalam pertemuan itu Abdullah Abdullah menyampaikan apresiasnya atas berbagai dukungan Iran seraya mengatakan, "Tujuan Tehran adalah untuk mendukung perdamaian di bawah naungan Republik Islam Afghanistan dan konstitusinya, dan Iran selalu mendukung rakyat Afghanistan selama empat dekade terakhir."
Republik Islam Iran percaya bahwa perdamaian abadi di Afghanistan hanya dapat dicapai dengan partisipasi kelompok politik negara, tapi tampaknya ada dua tantangan dalam hal ini.
Tantangan pertama adalah kehadiran dan intervensi pasukan asing di Afghanistan. Hampir dua dekade pendudukan AS di Afghanistan telah menunjukkan bahwa tidak akan ada perdamaian dan stabilitas di kawasan itu melalui pendudukan dan intervensi militer.
Tantangan kedua bagi perdamaian di Afghanistan adalah perselisihan internal. Mencapai perdamaian membutuhkan solusi di mana semua kelompok internal di Afghanistan mencapai pemahaman secara konstruktif dan saling percaya.
Tehran mendukung pembicaraan damai di Afghanistan, ketika Iran telah menyediakan fasilitas untuk membantu ekonomi dan mata pencaharian Afghanistan, termasuk akses ke perairan internasional dan India melalui pelabuhan strategis Chabahar. Mengikuti strategi tersebut, jalur kereta api Khaf-Herat diresmikan Kamis lalu dengan hadirnya presiden kedua negara dalam konferensi video. Membantu meringankan masalah ekonomi bisa menjadi langkah penting dalam membantu mewujudkan perdamaian di Afghanistan, pada saat yang sama semua kemampuan harus digunakan untuk mencapai perdamaian yang langgeng. Konsultasi Wakil Menteri Luar Negeri Iran di Kabul harus dievaluasi dari perspektif ini.(SL)