Marsekal Muda Vahedi: AU Iran Buka Fakultas Drone
-
Marsekal Muda Hamid Vahedi
Wakil Komandan Angkatan Udara Militer Iran mengatakan pasca kemenangan Revolusi Islam, Angkatan Udara negara ini bersama Kementerian Pertahanan, membangkitkan industri udara dengan memanfaatkan ilmuwan dalam negeri, dan sekarang kita bisa menyaksikan banyak hasilnya.
Marsekal Muda Hamid Vahedi, Senin (8/2/2021) menuturkan, sebelum kemenangan Revolusi Islam Iran, jet-jet tempur negara ini berada di tangan para penasihat militer Amerika Serikat.
"Sungguh disesalkan sebelum Revolusi Islam Iran, meski AU berbasis peralatan militer, namun tekinisi Iran bahkan tidak diperbolehkan mendekat ke pesawat," ujarnya.
Menurut Hamid Vahedi, kala itu penasihat militer Amerika menganggap pasukan AU Iran sebagai bawahan mereka saja. Namun berkat perintah Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, untuk memajukan kemandirian, kini Angkatan Bersenjata Iran mampu memproduksi sendiri peralatan militer yang diperlukan.
Ia menambahkan, salah satu produk dalam negeri itu jet tempur Kowsar yang dilengkapi radar dan sistem ionik modern, dan sekarang kami berusaha memproduksi jet-jet tempur antiradar.
Marsekal Muda Hamid Vahedi menjelaskan, sekarang sudah dibuka Fakultas Drone di Iran, dan personel Angkatan Udara dalam negeri yang mengajar di sana.
"Kami mampu memproduksi drone Ababil-3 yang dilengkapi roket atau drone Karrar yang mampu menembakkan bom seberat 250 kilogram, dan sekarang kami sedang berusaha meningkatkan akurasi bom ini. Semua ini merupakan salah satu bagian dari capaian kami, dan sebgian yang lainnya akan dipublikasikan setelah menyelesaikan tahap akhir," pungkasnya. (HS)