Pejabat Iran Ungkap Isi Pesan Rahbar kepada Presiden Rusia
https://parstoday.ir/id/news/iran-i91220-pejabat_iran_ungkap_isi_pesan_rahbar_kepada_presiden_rusia
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf pada 8 Februari 2021, menyerahkan pesan Pemimpin Besar Revolusi Islam atau Rahbar untuk Presiden Vladimir Putin, melalui Ketua Duma Rusia Vyacheslav Volodin.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 11, 2021 17:16 Asia/Jakarta
  • Ketua Parlemen Iran menyerahkan surat Rahbar untuk Presiden Rusia, kepada Ketua Duma Rusia, Vyacheslav Volodin di Moskow.
    Ketua Parlemen Iran menyerahkan surat Rahbar untuk Presiden Rusia, kepada Ketua Duma Rusia, Vyacheslav Volodin di Moskow.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf pada 8 Februari 2021, menyerahkan pesan Pemimpin Besar Revolusi Islam atau Rahbar untuk Presiden Vladimir Putin, melalui Ketua Duma Rusia Vyacheslav Volodin.

Asisten Khusus Ketua Parlemen Iran, Hossein Amir-Abdollahian dalam wawancaranya dengan situs khamenei.ir, Kamis (11/2/2021), membuka sebagian dari isi pesan Ayatullah Sayid Ali Khameni yang dikirim kepada Putin.

Dia mengatakan, hari ini para pakar urusan internasional menaruh perhatian pada pandangan Rahbar sebagai salah satu ahli dengan pemahaman yang baik tentang geometri hubungan internasional dan politik global.

"Peta jalan yang disusun oleh Ayatullah Khamenei di kancah internasional, dianggap sebagai ide-ide baru dalam membentuk tatanan dunia baru," kata Amir-Abdollahian.

"Rahbar meyakini abad ke-21 adalah Abad Asia. Pesan ini sengaja diserahkan tidak lama setelah pemimpin baru Gedung Putih bertugas di sana. Republik Islam ingin menegaskan bahwa ia tidak akan terlena dengan permainan Gedung Putih dalam isu kesepakatan nuklir JCPOA," ujarnya.

Amir-Abdollahian mencatat bahwa pesan Rahbar kepada Putin, memiliki poin-poin penting bagi Kremlin dengan tujuan memperkuat hubungan strategis dan stabil kedua negara di tengah perkembangan baru internasional.

Hossein Amir-Abdollahian.

"Dengan melihat pengalaman baik kerja sama Iran dan Rusia dalam membantu Suriah meskipun ditentang oleh AS, maka kedua negara dapat memiliki lebih banyak pengalaman kerja sama yang sukses lainnya," ucapnya.

Mengenai Asia, kata Amir-Abdollahian, Republik Islam Iran memiliki perhatian khusus pada benua ini.

"Menurut Rahbar, di Asia dan di negara-negara seperti Rusia, Cina, India, Pakistan, Malaysia, Indonesia dan anak benua India, masih tersimpan kapasitas besar yang belum digali dan kapasitas ini dapat dimanfaatkan dengan memperhatikan kesamaan yang kita miliki di Asia," tambahnya.

"Ayatullah Khamenei juga menekankan bahwa Iran – dalam kebijakan luar negeri dan melindungi kepentingan nasional – perlu memprioritaskan Timur ketimbang Barat dan memprioritaskan para tetangga daripada pihak yang jauh," ungkap Amir-Abdollahian.

"Rusia di era Putin berbeda dengan Rusia sebelum Putin. Kami pasti akan memperoleh keuntungan dari pengembangan dan penguatan kerja sama dengan negara-negara seperti Rusia," pungkasnya. (RM)