Iran Aktualita, 18 Juni 2021
https://parstoday.ir/id/news/iran-i99402-iran_aktualita_18_juni_2021
Dinamika Iran sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai penyelenggaraan pemilu di Iran yang berlangsung hari Jumat (18/6/2021).
(last modified 2026-01-11T09:54:06+00:00 )
Jun 18, 2021 18:30 Asia/Jakarta
  • Iran Aktualita, 18 Juni 2021

Dinamika Iran sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai penyelenggaraan pemilu di Iran yang berlangsung hari Jumat (18/6/2021).

Rahbar dan presiden Iran menyampaikan pernyataan mengenai pemilu, media internasional melaporkan antusiasme rakyat Iran datangi TPS, ilmuwan Iran berhasil memproduksi simulator bedah, statemen negosiator nuklir Iran bahwa upaya menghidupkan JCPOA akan terus berlanjut, dan dua juta dosis vaksin Covid-19 tiba di Iran.

 

Raisi Menangi Pemilu Presiden Iran

Sayid Ebrahim Raisi

 

Menteri Dalam Negeri Iran mengumumkan hasil akhir pemilu presiden negara ini pada Sabtu (19/6/2021) sore.

Abdolreza Rahmani Fazli mengatakan Sayid Ebrahim Raeisi telah memenangkan pemilu presiden dengan memperoleh 17.926.345 suara.

Sebanyak 59.310.307 warga Iran memiliki hak pilih dan 28.933.004 orang telah menggunakan haknya. Dengan demikian, 48,8 persen telah berpartisipasi dalam pemilu.

"Sayid Ebrahim Raisi memenangkan pemilu dengan 17.926.345 suara," kata Rahmani Fazli.

Mendagri Iran menjelaskan, Mohsen Rezaei dan Abdolnaser Hemamti masing-masing memperoleh 3.412.712 suara dan 2.427.201 suara.

"Amirhossein Ghazizadeh Hashemi memenangkan 999.718 suara," ungkapnya.

 

 

 Rahbar

 

Rahbar: Suara Rakyat Menentukan Masa Depan Negara

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei mengatakan bahwa hari pemilu adalah hari bangsa Iran, dan suara rakyat dalam pemilu ini menentukan masa depan Republik Islam Iran.

"Hari ini, aktor dan sutradara utama adalah rakyat. Dengan mendatangi kotak-kotak suara dan memberikan suara, mereka sebenarnya sedang menentukan tugas umum dan mendasar negara untuk tahun-tahun mendatang," kata Ayatullah Khamenei usai memberikan suaranya dalam pemilu presiden Iran periode ke-13 di Huseiniyah Imam Khomeini ra di Tehran, ibu kota Republik Islam Iran, Jumat (18/6/2021).

Rahbar juga memberikan suaranya dalam pemilu Dewan Islam Kota dan Desa periode keenam, pemilu sela Dewan Ahli Kepemimpinan (Majles-e Khobregan-e Rahbari) periode kelima dan pemilu sela parlemen (Majelis Syura Islami) periode ke-11.

Ayatullah Khamenei menuturkan, dengan memberikan suara dalam pemilu, rakyat sebenarnya sedang menentukan nasib, tugas umum dan mendasar negara untuk tahun-tahun mendatang, oleh karena itu, hari ini adalah milik rakyat Iran.

 

Presiden Iran

 

Rouhani: Dunia Menyaksikan Pilpres di Iran

Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani mengatakan, pemilu presiden adalah pemilu terpenting negara dan hari ini masyarakat internasional sedang menyaksikan pemilu presiden di Iran.

"Rakyat benar-benar memahami betapa pentingnya pemilu ini untuk menentukan nasib mereka dan Republik Islam Iran," kata Rouhani usai memberikan suaranya dalam pemilu presiden periode ke-13 dan beberapa pemilu lainnya yang diselengarakan secara serentak pada Jumat (18/6/2021) pagi.

Dia menilai pemilu presiden sebagai salah satu pemilu paling penting di negaranya. Ruhani menuturkan, saya meminta masyarakat untuk tidak memperhatikan masalah dan isu-isu yang ada pada tahap sebelum pendaftaran para calon dan untuk memilih calon presiden pilihan mereka dengan pergi ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Presiden Iran lebih lanjut menyinggung pelaksanaan pemilu yang tepat waktu dan tidak ada penundaan.

Rouhani menjelaskan, dalam hal menjaga kesehatan masyarakat, semua protokol kesehatan dipatuhi di semua area, dan kami juga bergerak selangkah demi selangkah menuju ke arah pemilu secara elektronik.

Rouhani mengatakan, saya berharap rakyat Iran akan memenuhi tugas nasional, revolusioner dan agama mereka dengan baik, dan saya juga berharap cara penyelenggaraan pemilu dan partisipasi rakyat akan berjalan sedemikian rupa sehingga semua orang akan bahagia di akhir pemilu.

 

 

CNN: Rakyat Iran Antusias Datangi TPS

CNN melaporkan antusiasme warga Iran mendatangi kotak-kotak pemungutan suara pada jam-jam pertama pemungutan suara.

CNN yang menempatkan reporternya di berbagai tempat pemungutan suara yang terletak di Tehran hari Jumat menyebut kehadiran orang-orang Iran di tempat pemungutan suara pada pagi hari sangat luar biasa.

Berdasarkan laporan tersebut, para pemilih hadir di TPS dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan mengenakan masker serta menjaga jarak sosial.

Media internasional ini dalam program khusus "Pemilu Iran 2021" melaporkan, "Pemilu presiden Iran sedang berlangsung di saat negosiasi untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 di ibu kota Austria, Wina tengah berjalan. Donald Trump secara sepihak menarik Amerika Serikat keluar dari JCPOA,".

CNN, AFP, Reuters, The New York Times, The Washington Post, Le Monde, Lofigaro, Der Spiegel, Zoddeutsche Zeitung, Bild, Austrian Standard, El Pais, France 24, BBC dan media dunia lainnya juga melaporkan penyelenggaraan  pemilu Iran dengan judul yang berbeda.

Menurut Wakil Menteri Kebudayaan dan Penerangan Islam Iran, sebanyak 500 wartawan asing dari 226 media internasional dari lima benua meliput pemilihan umum Iran tahun 2021.

 

Tiga dari Tujuh Orang Capres Iran Mengundurkan Diri

Mohsen Mehr Alizadeh mengundurkan diri dari pemilihan umum presiden Iran ke-13. Kemudian disusul, Alireza Zakani dan Saeed Jalili.

Pemungutan suara juga dilakukan serentak di 101 negara dengan menyiapkan 450 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Lebih dari 59.310.000 warga Iran memiliki hak untuk memberikan suaranya dalam pemilu presiden periode ke-13. Jumlah tersebut meliputi 29.980.038 laki-laki dan 29.330.269 perempuan.

Sebanyak 1.392.148 orang adalah pemilih pemula. Mereka terdiri dari 706.988 orang adalah laki-laki dan 685.160 lainnya adalah perempuan.

Setelah tiga calon presiden mengundurkan diri dari daftar calon presiden 2021 maka nama-nama capres Iran yang bertarung dalam pemilu tahun ini adalah Mohsen Rezaei Mirghaed, Sayid Ebrahim Raisi, Sayid Amirhossein Qazizadeh Hashemi, dan Abdolnasser Hemmati.

Pemilihan presiden ketiga belas Iran akan diadakan pada hari Jumat, 18 Juni 2021.

 

 

llmuwan Iran Berhasil Produksi Simulator Bedah

Para pakar Iran di perusahaan berbasis sains berhasil memproduksi simulator bedah dan perangkat diagnostik canggih untuk digunakan di rumah sakit.

Di sela-sela acara peresmian simulator bedah di Tehran, Rabu (16/6/2021), Staf Khusus Presiden Iran untuk Urusan Sains dan Teknologi, Sorena Sattari mengatakan perusahaan berbasis sains memiliki kehadiran yang efektif di berbagai sektor kementerian kesehatan.

“Kehadiran mereka akan meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran dan memperkuat penelitian medis,” ujarnya kepada wartawan Iran Press di Tehran.

“Perangkat tersebut akan dimasukkan dalam protokol pelatihan Kementerian Kesehatan Iran sehingga akan banyak membantu dalam proses perawatan pasien,” kata Sattari.

Di acara yang sama, Menteri Kesehatan Iran Saeed Namaki menuturkan bahwa berkat kerja sama perusahaan berbasis sains, perubahan penting telah terjadi di bidang pendidikan kedokteran virtual.

“Kesuksesan Iran dalam memproduksi vaksin Corona, di samping prestasi medis lainnya, telah membuktikan bahwa Republik Islam adalah salah satu pusat teknologi dan pengetahuan ilmu kedokteran di dunia,” ujarnya.

Namaki menjelaskan bahwa karena harganya yang wajar, pasar yang menjanjikan akan terbuka untuk ekspor peralatan medis Iran dalam waktu dekat.

 

Sayid Abbas Araqchi

 

Negosiator Nuklir Iran: Upaya Menghidupkan JCPOA akan Berlanjut

Kepala negosiator nuklir Iran, Sayid Abbas Araghchi mengatakan kami membutuhkan banyak diskusi dan konsultasi politik, teknis dan hukum, dan kami akan melanjutkan pembicaraan Wina selama diperlukan.

"Semua pihak lain dalam kesepakatan nuklir JCPOA harus meyakinkan Iran bahwa apa yang terjadi di masa lalu (penarikan sepihak AS) tidak akan terulang di masa depan," ujarnya dalam wawancara dengan Press TV, Minggu (13/6/2021).

"Untuk mencapai ini, kami membutuhkan banyak diskusi dan konsultasi politik, teknis dan hukum, dan kami akan melanjutkan pembicaraan ini selama diperlukan," kata Araghchi.

Dia menuturkan bahwa masih banyak hal teknis yang perlu diselesaikan sebelum kesepakatan akhir dapat dicapai.

Araghchi dan rombongan tiba di ibu kota Austria, Wina, pada Sabtu kemarin untuk melanjutkan pembicaraan yang bertujuan menghidupkan kembali JCPOA.

 

 

Dua Juta Dosis Vaksin Covid-19 Tiba di Iran

Sekjen Masyarakat Bulan Sabit Merah Iran, mengatakan 2 juta dosis vaksin Corona tiba di Tehran pada Kamis (17/6/2021) pagi.

“Ini adalah kargo vaksin Corona terbesar yang pernah diterima oleh Iran,” kata Mohammad Hassan Ghosian, seperti dilaporkan Iran Press.

Dia menuturkan Masyarakat Bulan Sabit Merah Iran telah mendatangkan paket keempat vaksin Corona dan dua juta dosis vaksin ini akan diserahkan ke kementerian kesehatan untuk didistribusikan.

“Dalam tiga tahap sebelumnya, Masyarakat Bulan Sabit Merah telah membeli masing-masing 400 ribu dosis, satu juta dosis, dan terakhir satu juta dosis vaksin Covid-19,” ujar Hassan Ghosian.

Masyarakat Bulan Sabit Merah menargetkan 7,5 juta dosis vaksin Corona akan tiba di Iran hingga akhir Juli 2021. (PH)