Mahathir Mendesak Kebebasan Lalu Lintas di Laut Cina Selatan
-
PM Malaysia Mahathir Mohamad
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad Selasa (20/11) menekankan, lalu lalang dan kebebasan transportasi maritim di Laut Cina Selatan harus tetap dipertahankan meski Beijing mengklaim kepemilikan wilayah ini.
"Kini setiap hari berbagai kapal melewati Selat Malaka menuju Laut Cina Selatan dan lalu lalang serta akses ini harus tetap berlanjut," ungkap Mahathir kepada Koran Mekong Review seraya menjelaskan bahwa Cina mengklaim kepemilikan wilayah tersebut melalui nama yang ada. Demikian dilaporkan IRNA.
PM Malaysia seraya mengisyaratkan bahwa Laut Cina Selatan merupakan jalur transportasi maritim terpenting di kawasan menjelaskan, negaranya menindaklanjuti friksi dengan Beijing terkait kepemilikan wilayah di Laut Cina Selatan melalui jalur diplomatik.
Cina mengklaim kepemilikan seluruh wilayah Laut Cina Selatan, sementara Vietnam, Filipina, Malaysia dan Brunei Darussalam mengklaim kepemilikan sebagian wilayah tersebut.
Friksi terbesar negara-negara tersebut berkaitan dengan kepemilikan kepulauan Spratly dan Paracel yang kaya akan minyak dan gas. (MF)