Malaysia Angkat Isu Asap Karhutla di Forum ASEAN
-
Kuala Lumpur terdampak asap karhutla
Pemerintah Malaysia akan mengangkat masalah asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam Pertemuan Tingkat Menteri Lingkungan Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) di Kamboja.
CNN Indonesia melaporkan, Menteri Energi, Sains, Teknologi, Lingkungan dan Perubahan Iklim Malaysia, Yeo Bee Yin mengatakan isu bakal diangkat di dalam forum ASEAN oleh wakilnya, Isnaraissah Munirah Majilis.
"Sudah ada diskusi khusus yang diselenggarakan sebelumnya, tetapi Munirah akan mengangkat masalah itu dalam pertemuan tersebut," kata Yin, seperti dilansir Asia One, Rabu (9/10).
Kementerian Lingkungan Kamboja yang menjadi tuan rumah dan penyelenggara pertemuan ini, sejumlah permasalahan yang akan dibahas dalam pertemuan itu adalah perubahan iklim, kota yang ramah lingkungan, konservasi keragaman hayati, menjaga laut dan wilayah pesisir, pendidikan lingkungan, manajemen sumber daya air, dan manajemen limbah kimia dan berbahaya.
Pada September lalu, Malaysia mengeluh karena ikut terdampak kabut asap yang sebagian besar berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Meski demikian, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, menyatakan empat perusahaan Malaysia terlibat dalam karhutla.

Sebelumnya, Pemerintah Singapura melalui Kementerian Lingkungan dan Sumber Daya Air dilaporkan mengirim nota diplomatik kepada pemerintah Indonesia yang berisi keprihatinan terhadap bertambahnya jumlah titik api dalam kebakaran hutan dan lahan
Seperti dikutip dari New Straits Times, Selasa (1/10), Menteri Lingkungan dan Sumber Daya Air Singapura, Masagos Zulkifli, membenarkan mengirim nota diplomatik kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.
Sementara itu, kualitas udara di sejumlah daerah di Sumatera, terutama di kota Palembang kembali memburuk pada level berbahaya akibat asap kiriman dari wilayah terpapar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan, Jumat (11/10).
Dilaporkan, asap pekat menyelimuti Kota Palembang dan membuat jarak pandang terbatas disertai suhu udara dingin. Asap tersebut mulai meningkat intensitasnya sejak Kamis sore pascahujan ringan di beberapa lokasi.
Berdasarkan data air visual terintegrasi satelit hingga pukul 08.30 WIB, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kota Palembang berada pada angka 359 dengan kategori berbahaya atau setara 309 mikrogram/meter PM2,5.(PH)