Parlemen Malaysia Tuntut Israel Dikeluarkan dari PBB
https://parstoday.ir/id/news/malaysia-i84461-parlemen_malaysia_tuntut_israel_dikeluarkan_dari_pbb
Anggota parlemen Malaysia menyatakan dukungannya terhadap cita-cita bangsa Palestina dan mengecam normalisasi hubungan dengan rezim Zionis Israel. Mereka juga menuntut Israel dikeluarkan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
(last modified 2026-04-24T16:42:03+00:00 )
Aug 20, 2020 09:39 Asia/Jakarta
  • Bendera Malaysia
    Bendera Malaysia

Anggota parlemen Malaysia menyatakan dukungannya terhadap cita-cita bangsa Palestina dan mengecam normalisasi hubungan dengan rezim Zionis Israel. Mereka juga menuntut Israel dikeluarkan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menurut laporan IRIB Rabu (19/8/2020), sebuah delegasi dari anggota parlemen Malaysia mewakili berbagai kelompok dan kubu politik negara ini mengirim memo terkait kecaman normalisasi hubungan Emirat dan Israel ke kedubes AS, Palestina, kantor perwakilan PBB dan ASEAN di Kuala Lumpur.

Memo ini mencakup 12 butir dan menunjukkan komitmen rakyat serta pemerintah Malaysia untuk mendukung perjuangan bangsa Palestina guna merebut kembali hak legal mereka dan memiliki hak-hak legal seperti kebebasan dan independensi penuh.

Anggota parlemen Malaysia di memonya meminta berbagai organisasi regional seperti ASEAN, OKI dan Uni Parlemen Asia mengambil langkah bersama untuk meraih tujuan seperti membatalkan pengakuan resmi terhadap Israel karena rezim ini melakukan kejahatan anti kemanusiaan terhadap rakyat Palestina.

Syed Ibrahim Syed Noh, ketua delegasi parlemen Malaysia terkait hal iin mengatakan, permintaan anggota parlemen kepada masyarakat internasional untuk mundur dari keputusan mereka mengakui secara resmi Israel mengindikasikan sikap pemerintah Malaysia saat ini dan pemerintah sebelumnya yang senantiasa menutut perealisasian keadilan bagi bangsa Palestina dan hukman bagi rezim Zionis Israel.

"Pemerintah dan bangsa Malaysia menentang segala bentuk langkah yang mendorong Israel melakukan kejahatan terhadap rakyat Palestina termasuk perampasan tanah, penumbasan rakyat Palestina dan pelanggaran resolusi internasional terkait isu Palestina," ungkap Syed Ibrahim Syed Noh. (MF)