Amerika Tinjauan dari Dalam 17 November 2018
https://parstoday.ir/id/news/other-i64296-amerika_tinjauan_dari_dalam_17_november_2018
Berbagai peristiwa penting menjadi isu yang disoroti dalam Amerika Tinjauan dari Dalam pekan ini di antaranya tentang berlanjutnya pemecatan pejabat Gedung Putih yang tidak hanya dilakukan Trump tapi juga atas desakan istrinya Melania, tanpa prosedur yang jelas.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Nov 17, 2018 13:38 Asia/Jakarta
  • Presiden AS, Donald Trump
    Presiden AS, Donald Trump

Berbagai peristiwa penting menjadi isu yang disoroti dalam Amerika Tinjauan dari Dalam pekan ini di antaranya tentang berlanjutnya pemecatan pejabat Gedung Putih yang tidak hanya dilakukan Trump tapi juga atas desakan istrinya Melania, tanpa prosedur yang jelas.

Isu lain tentang penobatan Trump sebagai tokoh Islamophobia tahun 2018 oleh komunitas Muslim Inggris karena berperan besar dalam penyebaran sentimen anti Islam tidak hanya di AS tapi juga menjelar ke penjuru dunia. Trump dengan berbagai blundernya menjadi sasaran kritikan publik dunia, termasuk para pemimpin negara-negara Eropa, terutama Presiden Perancis dan Jerman.

 

Friksi antara Mira Ricardel dan Melania Trump

Wakil Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Mira Ricardel diberhentikan dari jabatannya oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Pencopotan dilakukan setelah Ibu Negara AS Melania menyebut Ricardel 'tidak pantas mendapat kehormatan untuk mengabdi di Gedung Putih'.

Melania sebelumnya dilaporkan menekan Trump untuk memecat Ricardel terkait penanganan kunjungan kenegaraannya ke Afrika beberapa waktu lalu. Sumber yang memahami persoalan ini menyebut Melania tidak senang dengan cara Ricardel memperlakukan dirinya.

Pencopotan Ricardel ini diumumkan oleh juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders dalam pernyataannya pada Rabu, 14 November 2018 waktu setempat. Ketidaksenangan Melania pada Ricardel terungkap setelah kantor Ibu Negara AS mengambil langkah luar biasa dengan merilis pernyataan yang menyatakan Ricardel harus dipecat.

Laporan AFP menyinggung pertikaian Melania dan Ricardel mengenai pengaturan tempat duduk dalam pesawat yang membawa Melania ke Afrika dalam kunjungan pada Oktober lalu. Ricardel juga dilaporkan sebagai sosok yang disalahkan atas berita-berita negatif soal Melania terkait kunjungan itu.

Islamophobia di AS

Pekan lalu, Komunitas Muslim Inggris menobatkan Presiden AS, Donald Trump sebagai tokoh Islamophobia 2018. Komunitas Muslim Inggris setiap tahun memperkenalkan satu orang yang berperan penting dalam penyebaran Islamophobia di dunia.

Tahun ini, tokoh Islamophobia disematkan kepada Donald Trump dengan berbagai kebijakannya yang memusuhi Islam. Sejak menjabat sebagai presiden AS, Trump memainkan peran penting dalam penyebaran Islamophobia tidak hanya di dalam negeri AS tapi juga di tingkat dunia. Trump mengeluarkan instruksi melarang masuknya warga dari sejumlah negara Muslilm ke wilayah AS.

Friksi antara AS dan mitranya Eropa kian meningkat, terutama setelah Presiden AS dan Perancis terlibat perang mulut yang disulut statemen terbaru Trump yang  melecehkan prakarsa Macron mengenai pembentukan pasukan Eropa.

Presiden AS, Donald Trump dan Presiden Perancis, Emmanuel Macron

Trump yang bertolak ke Paris untuk mengikuti peringatan berakhirnya perang dunia pertama hari Jumat (9/11) setibanya di kota ini di akun twitternya menulis, ide Macron membentuk tentara Eropa sebuah pelecehan. Trump menambahkan, Eropa pertama-tama harus menyetorkan iuran finansialnya di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) secara adil, karena Amerika paling banyak membayar iuran tersebut.

Macron pekan lalu dalam sebuah wawancara menekankan pentingnya pembentukan pasukan Eropa dan mengatakan, Eropa harus mampu membela diri secara independen dan tanpa bergantung kepada Amerika.

Gelombang kritikan terhadap Trump juga datang dari Kanselir Jerman, Angela Merkel yang mengkritik kebijakan unilateral Presiden AS itu. Merkel dalam statemen yang disampaikan hari Minggu (11/11) juga menilai langkah Trump yang cenderung tidak mau bekerja sama dengan pihak lain menunjukkan kebijakan destruktif AS.

Kanselir Jerman menyerukan kerja sama antarnegara dunia dan menghentikan segala bentuk upaya untuk memicu berlanjutnya konflik dan perang di berbagai penjuru dunia.

Kanselir Jerman, Angela Merkel

Kanselir Merkel bersama dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron membuka acara Forum Perdamaian Paris yang bertujuan untuk menyebarkan multilateralisme di seluruh penjuru dunia.

Para pemimpin dunia berkumpul di Paris, Prancis, pada Minggu (11/11), untuk memperingati satu abad berakhirnya Perang Dunia I. Sekitar 70 pemimpin dunia hadir menandai 100 tahun usia gencatan senjata 1918 (Armistice 1918).

Mantan Menteri luar Negeri AS, John Kerry mengkritik keras presiden negara ini, dengan menyebut perilaku Trump kekanak-kanakan dan ulah seorang anak nakal. Kerry juga menyebut absennya presiden AS di kompleks pemakaman tentara AS di Paris sangat memalukan.

Trump yang bertolak ke Paris untuk menghadiri peringatan ke 100 berakhirnya perang dunia pertama dijadwalkan berkunjung ke makam tentara AS di sekitar Paris untuk memberi penghormatan, namun dengan alasan hujan deras ia menolak menghadiri acara tersebut.

Mantan Direktur Dinas Intelejen Nasional AS (DNI) di PBB, James Clapper menilai negaranya di bawah kepemimpinan Trump tidak memiliki dukungan internasional, oleh karena itu sanksi terhadap Iran akan gagal.

"Sanksi multidimensi AS dari politik, ekonomi dan diplomatik terhadap Iran tanpa didukung sekutunya  akan menyebabkan AS seorang diri dalam mewujudkan ambisinya," ujar Clapper.

"Menurunnya dukungan internasional terhadap AS menyebabkan pemerintahan Trump semakin terkucil," tegasnya.

Presiden AS, Donald Trump mengumumkan keluarnya AS dari JCPOA pada 8 Mei 2018, dan kembali menjatuhkan sanksi terhadap Iran. Inggris, Perancis, Jerman, Rusia, Cina dan Uni Eropa menentang keputusan Trump tersebut, dan mereka tetap melanjutkan hubungan kerja sama dengan Iran.

Pekan lalu, Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) dalam sebuah laporan mengakui bahwa lembaga amal negara ini dengan kedok bantuan kemanusiaan telah mengirim bantuan besar kepada kelompok teroris di Suriah dan Irak.

Kelompok teroris Daesh

Menurut laporan laman American Military News, Dephan AS baru-baru ini dalam laporan setebal 130 halaman terkait transformasi Irak dan Suriah serta posisi saat ini kelompok teroris termasuk Daesh dan al-Qaeda di kedua negara tersebut mengakui, sedikitnya selama satu tahun lalu mayoritas bantuan kemanusiaan AS ke Irak dan Suriah pada akhirnya jatuh ke tangan kelompok teroris termasuk al-Qaeda.

Masih menurut laporan ini, bantuan kemanusiaan lembaga USAID sejak akhir tahun 2017 diarahkan kepada kelompok teroris di Suriah. Dokumen yang ada menunjukkan, pemerintah dan organisasi non pemerintah (NGO) Amerika dengan dukungan langsung dan tak langsung kepada kelompok teroris di Suriah dan Irak berusaha mengubah konstelasi kawasan demi kepentingan Washington serta rezim Zionis Israel.(PH)