Air dan Isu Politik Iran-Afghanistan
https://parstoday.ir/id/news/other-i64437-air_dan_isu_politik_iran_afghanistan
Air bukan hanya masalah kebutuhan sehari-hari masyarakat, tapi juga bisa menjadi masalah lain yang lebih kompleks. Sumber daya air di daerah dengan curah hujan rendah dan dimiliki oleh dua negara bertetangga menjadikan persoalan tersebut kompleks dan membutuhkan pemahaman bersama kedua pihak.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Nov 20, 2018 14:23 Asia/Jakarta
  • Sungai Helmand
    Sungai Helmand

Air bukan hanya masalah kebutuhan sehari-hari masyarakat, tapi juga bisa menjadi masalah lain yang lebih kompleks. Sumber daya air di daerah dengan curah hujan rendah dan dimiliki oleh dua negara bertetangga menjadikan persoalan tersebut kompleks dan membutuhkan pemahaman bersama kedua pihak.

Sejak Afghanistan terpisah dari wilayah Iran di tahun 1857 yang melahirkan kesepakatan Paris, masalah kepemilikan sungai Helmand menjadi salah satu isu penting politik, sosial dan lingkungan hidup kedua negara.

Pasca kegagalan berbagai perundingan antara Iran dan Afghanistan di tahun 1309 Hs dan 1327 Hs yang melibatkan AS, Kanada dan Chili, akhirnya kedua negara mencapai kesepakatan di Kabul yang menegaskan setiap menit 26 meter kubik air atau setara 850 juta meter kubik menjadi bagian wilayah Sistan Iran dan danau Hamoun dari sungai tersebut.

Pengamat geografi politik, Parviz Mojtahedzadeh berkeyakinan bahwa masalah utama Iran dan Afghanistan dimulai dari sungai Helmand. Pasalnya, para pemimpin politik Afghanistan yang didukung rezim imperialis Inggris, sejak awal abad ke-20 menjadikan sungai Helmand sebagai masalah dalam negeri, dan penggunaan airnya hanya monopoli negaranya saja.

Tapi ketiadaan pemerintahan yang berdaulat di Afghanistan, pembangunan bendungan Kajaki dan pemasangan berbagai jenis pompa air di sepanjang sungai Helmand yang dipergunakan untuk mengairi ladang opium oleh para petani, telah menyebabkan danau Hamoun Iran yang merupakan rawa ketujuh dunia kering.  

Dengan mempertimbangkan kepentingan bersama dari kebutuhan lingkungan hidup danau Hamoun, yang tidak hanya berhubungan dengan Iran, terpenuhinya kebutuhan air danau ini juga memberikan pengaruh terhadap kehidupan rakyat Afgahanistan. Danau Hamoun menyeimbangkan ekosistem kawasan, terutama bagi kehidupan binatang dan unggas yang berada di sekitar itu.

Isu ini menjadi perhatian serius dalam beberapa tahun terakhir. Salah satunya yang terbaru pertemuan segitiga yang melibatkan organisasi lingkungan hidup Iran, dan Afghanistan serta PBB yang berlangsung di Tehran dan Jenewa. Tapi setelah pertemuan ketiga, Afghanistan memutuskan untuk menghentikan kerja sama dengan Iran tersebut.

Danau Hamoun

Kebijakan air Afghanistan selama satu dekade terakhir menimbulkan kekhawatiran bagi wilayah timur Iran. Pasalnya terjadi kekeringan di wilayah utara provinsi Sistan dan Balouchistan Iran, terutama di kota Zabul dan sekitarnya dipengaruhi oleh ketersediaan air di danau Hamoun.

Kebijakan sepihak Afghanistan dalam masalah sumber daya air bersama dengan negara tetangganya, terutama Iran menyebabkan negara ini selama beberapa tahun terakhir membangun bendungan di berbagai wilayah, termasuk di antaranya bendungan Salma di Herat.

Sumber air bersama Iran dan Afghanistan tidak hanya terbatas sungai Helmand saja, tapi juga sungai Hari.Sumber air sungai ini terletak di dataran tinggi Hindu Kush yang terbentang sepanjang 650 kilometer hingga menjangkau kota Taybad di provinsi Khorasan Razavi yang terletak di daerah perbatasan dengan ini dengan Afghanistan.

Di Iran aliran air sungai ini menembus selat Zolfikar yang membentuk batas perbatasan antara Iran dan Afghanistan sepanjang 107 kilometer dan kemudian 117 kilometer perbatasan bersama Iran dan Turkmenistan dan sekitar kota Tajan Turkmenistan.

 Tapi Afghanistan melakukan langkah yang melanggar aturan internasional selama beberapa tahun terakhir dengan mengekploitasi sumber daya air sungai Helmand dan sungia Hari.

Berlanjutnya kebijakan tersebut menimbulkan masalah bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Selain membangun bendungan Salma dan Pashdan, pemerintah Afghanistan akan membangun dua bendungan lain di sungai Hari dengan tujuan mengontrol sumber daya air di sungai hari.

Dalam kondisi demikian, proses perundingan antara Iran dan Afghanistan untuk menyusun dokumen bersama yang kompehensif dalam dua tahun terakhir memainkan peran penting dalam menurunkan tensi ketegangan masalah pemanfaatan sumber daya air. Lebih khusus, Tehran dan Kabul mencapai kesepakatan dalam pemanfatan sumber daya air sungai Hari.

Posisi geopolitik Iran dan Afghanistan sebagai negara bertetangga memiliki peluang sekaligus ancaman bagi kedua negara yang dijadikan sebagai peluang bagi peningkatan kerja sama.

Sungai Hari

Iran dan Afghanistan sejak dulu memiliki masalah bersama seperti etnis,tantangan perbatasan, pengungsian dan krisis air. Selain itu, sejumlah masalah lain seperti instabilitas politik di Afghanistan, ketiadaan keamanan dan penggunaan sejumlah isu seperti air untuk kepentingan politik tertentu menyebabkan ketidakefektifan kesepakatan yang ditandatangani sebelumnya dan terulangnya berbagai pelanggaran

Meskipun demikian, keterikatan kedua negara di bidang ekonomi menyebabkan terjadi kerja sama seperti yang dijalin di bandar Chabahar menunjukkan keseriusan kedua pihak untuk menyelesaiakan masalah demi kepentingan nasionalnya masing-masing.

Dengan mempertimbangkan dampak politik keamanan dan ekonomi Iran dengan Afghanistan, serta ancaman bersama kedua negara, tercapainya sebuah kesepakatan bersama mengenai pengelolaan air bersama menjadi kebutuhan penting. Oleh Karena itu, para ahli berkeyakinan bahwa masalah ini  tidak bisa dilihat dari satu variable tunggal, tapi membutuhkan kebersamaan dalam bentuk kerja sama antara Iran dan Afghanistan.

Iran yang selama ini menerima ribuan pengungsi Afghanistan dan membantu negara tetangganya ini dalam penumpasan terorisme dan rekonstruksi, berharap Afghanistan memperhatikan aturan internasional dan mempertimbangkan hubungan bertetangga yang selama ini senantiasa dijaga oleh Tehran, meminta Kabul untuk tidak memandang masalah air tidak ditempatkan sebagai monopoli negaranya saja dan membicarakan kembali tingkat penggunaan air oleh kedua negara bertentangga dan bersudara itu.