Iran Aktualita 11 Juli 2020
https://parstoday.ir/id/news/other-i83088-iran_aktualita_11_juli_2020
Dinamika di Iran selama sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu antara lain: Iran dan Suriah menandatangani perjanjian komprehensif kerja sama militer, Iran akan mengejar para pelaku teror terhadap Syahid Soleimani.
(last modified 2026-03-28T12:17:28+00:00 )
Jul 11, 2020 15:30 Asia/Jakarta
  • Upacara penandatanganan perjanjian kerja sama militer antara Iran dan Suriah di Damaskus.
    Upacara penandatanganan perjanjian kerja sama militer antara Iran dan Suriah di Damaskus.

Dinamika di Iran selama sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu antara lain: Iran dan Suriah menandatangani perjanjian komprehensif kerja sama militer, Iran akan mengejar para pelaku teror terhadap Syahid Soleimani.

Isu hangat lainnya dari di Iran mengenai kerja sama strategis Iran dan Cina, dan terakhir tentang seruan Iran untuk mewujudkan keamanan Teluk Persia.

Pakta Kerja Sama Militer Iran dan Suriah

Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Iran Mayor Jenderal Mohammad Bagheri dan Menteri Pertahanan Suriah Mayor Jenderal Ali Abdullah Ayoub, menandatangani perjanjian komprehensif kerja sama militer kedua negara di Damaskus, Rabu (8/7/2020).

Perjanjian ini memiliki beberapa pesan strategis. Iran memberikan dukungan penuh kepada pemerintah Suriah selama sembilan tahun terakhir dalam perang menumpas kelompok-kelompok teroris dan memainkan peran penting dalam mengubah perimbangan yang menguntungkan Damaskus.

Pesan pertama perjanjian komprehensif kerja sama militer Iran-Suriah bahwa upaya AS dan sekutunya terutama rezim Zionis untuk merusak hubungan Tehran-Damaskus, bukan hanya tidak membuahkan hasil tetapi kedua pihak telah membulatkan tekad untuk memperkuat hubungan bilateral mereka.

Pesan kedua, musuh gagal dalam menceraikan hubungan Tehran dan Damaskus meskipun telah menerapkan tekanan besar. Mayjen Abdullah Ayoub dalam upacara penandatanganan perjanjian itu mengatakan, jika pemerintah AS mampu menundukkan Iran, Suriah, dan poros perlawanan, mereka tidak akan berdiam bahkan untuk sesaat.

Pesan ketiga, perjanjian tersebut telah membuat Iran semakin dekat dengan perbatasan wilayah pendudukan yaitu musuh bebuyutannya di wilayah Asia Barat. Memperkuat kerja sama militer dan keamanan antara Tehran-Damaskus, bermakna mempertahankan para penasihat militer Iran di Suriah selama masih dibutuhkan oleh otoritas setempat. Di sini, Tehran dan Damaskus bertekad untuk melawan serangan-serangan Israel.

Pesan keempat, dengan adanya perjanjian tersebut, pertahanan udara Suriah tidak perlu lagi bergantung total kepada Rusia dan tentu saja Israel akan menghadapi tantangan serius dalam serangannya ke wilayah Suriah.

Syahid Qasem Soleimani.

Mousavi: Iran tak Akan Maafkan Teror Jenderal Soleimani

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menganggap teror pengecut terhadap Letnan Jenderal Syahid Qasem Soleimani adalah pelanggaran tegas terhadap Piagam PBB, dan menurutnya, Iran tidak akan melupakan atau memaafkan teror ini. Fars News (10/7/2020) melaporkan, Sayid Abbas Mousavi, Kamis (9/7/2020) malam di akun Twitternya menulis, teror Jenderal Soleimani adalah pelanggaran tegas terhadap Piagam PBB.

Mousavi menambahkan, teror pengecut terhadap Jenderal Soleimani, pahlawan perang melawan terorisme di kawasan, adalah pembunuhan yang dilakukan sewenang-wenang. Amerika Serikat bertanggung jawab atas kejahatan ini, dan meski melancarkan serangan verbal ke PBB, negara itu tidak akan bisa membersihkan citranya. Kami tidak akan melupakan atau memaafkan teror ini.

Sebelum ini, Pelapor Khusus PBB, Agnes Callamard dalam sebuah laporan pada 7 Juli lalu, mengatakan pembunuhan Letjen Soleimani oleh militer AS adalah ilegal dan sewenang-wenang menurut hukum internasional. “Tidak ada bukti yang diberikan bahwa Jenderal Soleimani secara khusus merencanakan serangan segera terhadap kepentingan AS, khususnya di Irak sehingga tindakan segera diperlukan dan dapat dibenarkan,” ujarnya.

Mengenai eksekusi di luar hukum, aksi tergesa-gesa atau sewenang-wenang, Callamard menegaskan kami tidak menemukan bukti apapun untuk membenarkan klaim AS. “Karena serangan Januari di Baghdad terjadi tanpa persetujuan Irak, ini juga melanggar kedaulatan Irak,” tegasnya.

Pelapor Khusus PBB ini menandaskan serangan AS di Irak melanggar Piagam PBB yang melarang ancaman atau penggunaan kekuatan. Dia menyerukan kepada semua anggota untuk menghormati kedaulatan, integritas wilayah, dan independensi politik negara-negara lain.

Dalam laporannya, Callamard menyerukan pembatasan baru seputar penggunaan pesawat tanpa awak (drone), dan mengatakan kombinasi efisiensi dan teknologi canggih menimbulkan pertanyaan moral dan hukum yang rumit yang belum dijawab oleh komunitas internasional.

Kerja Sama Strategis Iran dan Cina

Ketua Staf Kepresidenan Iran, Mahmoud Vaezi menilai progam kerja sama komprehensif Iran dan Cina didasari kepentingan strategis kedua negara. Dalam sebuah tweet pada Rabu (8/7/2020), dia menjelaskan progam kerja sama strategis Iran dan Cina didasari pandangan kolektif dan dimaksudkan untuk mendukung multilateralisme.

“Progam ini menggambarkan visi jangka panjang Iran dan Cina di berbagai sektor dan didasari kepentingan strategis kedua negara,” tekan Vaezi.

Sementara itu, juru bicara Kemenlu Iran, Sayid Abbas Mousavi sebelumnya saat merespon maraknya klaim palsu terkait penyusunan peta jalan 25 tahun antara Iran dan Cina menjelaskan, tak diragukan lagi hubungan strategis Tehran-Beijing yang memiliki kepentingan vital timbal balik bagi rakyat kedua negara, memiliki musuh yang akan melakukan yang terbaik untuk mengalahkan negosiasi ini.

Seraya menjelaskan bahwa tidak ada teks yang valid sebelum finalisasi perundingan Iran-Cina, Mousavi mengingatkan, draf pertama dokumen kerja sama Iran dan Cina disusun oleh berbagai lembaga profesional kedua negara. Jubir Kemenlu Iran berharap finalisasi program kerja sama komprehensif Tehran-Beijing dalam waktu dekat dan meminta media tidak merilis ulang teks yang disusun dan disebarkan dengan berbagai motif.

Sementara itu, Deputi Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Diplomasi Ekonomi, Gholamreza Ansari mengatakan, Iran tidak terkejut dengan sikap negara-negara Barat yang menyatakan keprihatinan atas kerja sama strategis Tehran-Beijing, karena mereka takut Iran akan dikaitkan dengan potensi global Cina.

Menurutnya, beberapa kritik yang disuarakan baru-baru ini mengenai kesepakatan kerja sama strategis 25 tahun antara Tehran dan Beijing adalah konyol.

Seruan Iran untuk Mewujudkan Keamanan Teluk Persia

Komandan Angkatan Udara Militer Iran, Brigadir Jenderal Aziz Nasirzadeh mengatakan pasukan militer Iran dengan kesiapan tempur yang tinggi, tidak akan membiarkan musuh menginvasi negara ini. “Negara-negara arogan sudah memusuhi Revolusi Islam selama 40 tahun,” ujarnya dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (10/7/2020).

Berbicara tentang situasi keamanan di Teluk Persia, Brigjen Nasirzadeh menekankan pasukan militer Iran sebagai pelindung keamanan negara dan penjaga perdamaian regional, hadir di kawasan dengan kekuatan dan kewaspadaan.

Republik Islam Iran percaya bahwa keamanan di wilayah yang sensitif ini hanya akan tercipta melalui kerja sama dan partisipasi kolektif negara-negara tetangga.

Dalam hal ini, Presiden Iran Hassan Rouhani dalam pidatonya di Majelis Umum PBB pada September 2019, memperkenalkan prakarsa Perdamaian Hormuz untuk memperkuat keamanan dan stabilitas regional. Usulan ini menunjukkan bahwa Iran ingin stabilitas dan keamanan di Teluk Persia diwujudkan oleh negara-negara regional sendiri. (RM)