Dinamika Asia Tenggara 1 Agustus 2020
https://parstoday.ir/id/news/other-i83808-dinamika_asia_tenggara_1_agustus_2020
Dinamika Asia Tenggara selama sepekan terakhir menyoroti sejumlah isu di antaranya mengenai sikap pemerintah Indonesia yang tidak menghendaki konflik di perairan Laut Cina Selatan semakin tajam.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jul 31, 2020 16:29 Asia/Jakarta
  • Najib Razak
    Najib Razak

Dinamika Asia Tenggara selama sepekan terakhir menyoroti sejumlah isu di antaranya mengenai sikap pemerintah Indonesia yang tidak menghendaki konflik di perairan Laut Cina Selatan semakin tajam.

Selain itu, tentang jumlah kasus Covid-19 yang terus meningkat di Indonesia, protokol kesehatan diterapkan di hari raya Iduladha, mantan perdana menteri Malaysia divonis penjara 12 tahun, dan penerapan lockdown di sebuah kota di Vietnam.  

 

Menlu Indonesia, Retno Marsudi

 

Indonesia Serukan Sengketa LCS Tidak Semakin Tajam

Pemerintah Indonesia menyerukan supaya sengketa wilayah yang terjadi di Laut Cina Selatan tidak semakin tajam, apalagi mengarah kepada konflik terbuka atau peperangan.

Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Lestari Priansari Marsudi, mengatakan Indonesia tetap konsisten menghormati Konvensi Hukum Laut Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNCLOS) sebagai panduan dalam sengketa di Laut Cina Selatan (LCS).

Menlu Retno dalam taklimat Kementerian Luar Negeri, Kamis (30/7) memaparkan hasil pembahasan hubungan bilateral antara Indonesia bersama Menteri Luar Negeri Cina, Wang Yi.

"Saya sampaikan concern Indonesia terhadap meningkatnya tensi di kawasan khususnya Asia Tenggara. ASEAN telah memiliki prinsip yang termaktub dalam deklarasi zone of peace, freedom and neutrality ASEAN," ujar Retno dilansir CNN Indonesia.

Retno menyatakan stabilitas dan perdamaian di kawasan LCS hanya dapat terpelihara jika semua negara menghormati dan mengimplementasikan semua hukum internasional.

Ia berkeyakinan bahwa negara-negara ASEAN akan tetap menjaga kedamaian dan kestabilan di kawasan Asia Tenggara. Selain itu, dia juga menekankan pentingnya dialog sebagai upaya terbaik untuk menyelesaikan perbedaan sekaligus mengajak semua pihak untuk mengedepankan kerja sama dan kolaborasi tanpa melibatkan rivalitas yang merugikan.

 

 

Jumlah Kasus Covid-19 di Indonesia terus Meningkat

Data terbaru kasus Covid-19 di Indonesia hari Jumat (31/7/2020) menunjukkan sebanyak 108.376 orang positif Covid-19, dengan kematian mencapai 5.131 orang dan sembuh sebanyak 65.907 orang.

Pemerintah telah memeriksa 1.506.191 spesimen dari 866.539 orang terkait virus corona atau Covid-19, hingga Jumat (31/7/2020) pukul 12.00 WIB. Angka pemeriksaan tersebut merupakan akumulasi dari pemeriksaan spesimen dalam 24 jam terakhir, yakni sebanyak 28.562 dari 10.536 orang.

Pemeriksaan dilakukan melalui metode pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM). Data yang sama, juga mencatat ada penambahan 1.615 pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Mereka dinyatakan sembuh setelah dua kali pemeriksaan dengan metode PCR memperlihatkan hasil negatif virus corona. Sehingga, total pasien Covid-19 yang sembuh dan tidak lagi terinfeksi virus corona hingga saat ini ada 65.907 orang.

Kemudian, dalam periode 30 - 31 Juli 2020, diketahui ada penambahan 73 pasien Covid-19 yang tutup usia dalam sehari. Dengan demikian, total pasien meninggal akibat Covid-19 mencapai 5.131 orang.

Berdasarkan data pemerintah, kasus baru pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tersebar di 26 provinsi.

Tercatat lima provinsi dengan penambahan kasus baru tertinggi, yakni DKI Jakarta (430 kasus baru), Jawa Timur (317 kasus baru), Jawa Tengah (235 kasus baru), Kalimantan Selatan (128 kasus baru) dan Sumatera Utara (104 kasus baru).

Sementara itu, penularan Covid-19 secara keseluruhan hingga saat ini terjadi di 476 kabupaten/kota yang berada di 34 provinsi.

Selain itu, ada delapan provinsi yang tidak terdapat kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Kedelapan provinsi itu adalah Bangka Belitung, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Lampung, Maluku Utara, Maluku, NTT dan Gorontalo.

 

shalat Iduladha dengan protokol kesehatan

 

Protokol Kesehatan Diterapkan di Hari Raya Iduladha

Menjelang Hari Raya Idul Adha, Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi mengingatkan warga agar menjalankan protokol kesehatan guna meminimalkan risiko penularan COVID-19 selama pelaksanaan shalat berjamaah, penyembelihan hewan kurban, dan pembagian daging hewan kurban.

Saat menyampaikan keterangan pers di Jakarta, Kamis, Menag antara lain mengemukakan pentingnya meminimalkan kontak dengan orang lain dan persentuhan dengan barang-barang yang berpotensi menjadi sarana penularan virus corona penyebab COVID-19 seperti kotak amal.

Sebagian masjid sudah tidak mengedarkan kotak amal guna meminimalkan risiko penularan virus. Beberapa pengurus masjid mengerahkan petugas untuk mengumpulkan infak dari jamaah menggunakan kantong.

Sementara yang ditekankan dalam panduan itu, salah satunya anjuran memperpendek pelaksanaan shalat dan khotbah Idul Adha.

 

 

 

Najib Razak

 

Najib Razak Divonis Penjara 12 Tahun

Hakim Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur menjatuhkan vonis 12 tahun penjara kepada mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak setelah dinyatakan terbukti bersalah atas semua dakwaan skandal korupsi yang melilitnya.

Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur dalam sidang yang berlangsung hari Selasa (28/7/2020)  juga memerintahkan Najib Razzaq untuk membayar denda sebesar 210 juta ringgit atau 49 juta dolar atas tujuh tuduhan penyalahgunaan dana lembaga investasi negara 1MDB (1Malaysia Development Berhad), pencucian uang dan penyalahgunaan wewenang.

Hakim akhirnya memvonis Najib setelah proses persidangan skandal 1MDB kembali dibuka pada 2018, tidak lama setelah dirinya lengser dari kursi perdana menteri.

 

Tes Covid-19

 

15 Orang Tertular Covid-19, Vietnam Lockdown Satu Kota

Pemerintah Vietnam memutuskan untuk memberlakukan lockdown terhadap  kota Da Nang selama dua pekan setelah terjadi penularan virus corona  terhadap 15 orang.

Associated Press Selasa (27/7/2020) melaporkan, kasus infeksi Covid-19 di Da Nang dilaporkan terjadi secara lokal. Padahal di negara ini tidak terjadi penambahan kasus penyebaran virus Corona.

Dilaporkan, 15 orang yang positif Covid-19 adalah pasien dan petugas kesehatan di rumah sakit Da Nang.

Pemerintah Vietnam menutup sementara seluruh tempat usaha di Da Nang dan menerapkan kebijakan jaga jarak.

Pemerintah Vietnam memutuskan menghentikan layanan transportasi umum dari dan menuju Da Nang. Para wisatawan lokal yang sedang berlibur di kawasan pantai Da Nang juga memutuskan mempersingkat liburan mereka.

Kebijakan lockdown itu sangat berdampak terhadap industri pariwisata setempat, yang mencoba bangkit dari pandemi virus corona yang semakin menurun sejak April lalu.

Akan tetapi, pemerintah setempat memperkirakan ada ribuan turis yang terdampar di Da Nang karena tidak sempat keluar dari kota itu sebelum lockdown diterapkan. Sebab kota itu dilaporkan dipadati sekitar 50 ribu turis lokal.

"Saya justru tidak mau terburu-buru dan malah berdesakan di bandara untuk meninggalkan kota ini. Akhirnya kami terjebak di sini," kata seorang turis lokal, Lien Nguyen, yang berlibur bersama keluarganya.

Vietnam tidak mencatatkan kasus baru infeksi Covid-19 sejak April lalu. Dengan tambahan kasus baru, jumlah pasien Covid-19 di negara itu bertambah menjadi 431 orang tanpa ada satupun yang meninggal.(PH)