-
Pejabat Swedia: Iran Wujudkan Perdamaian di Yaman dan Kawasan
Des 18, 2021 17:07Utusan khusus pemerintah Swedia untuk Yaman, mengakui peran unggul Iran dalam membantu mewujudkan perdamaian di Yaman, dan kawasan.
-
Wakil Presiden: Lira Jatuh Karena Beberapa Tindakan terhadap Turki
Des 11, 2021 11:41Lira Turki terus kehilangan nilainya terhadap dolar AS.
-
Warga Afghanistan Minta Donor Bank Dunia Mengeluarkan Mereka dari Krisis
Des 07, 2021 13:26Juru bicara Bank Dunia telah mengumumkan bahwa para donor untuk Dana Perwalian Rekonstruksi Afghanistan telah setuju untuk memutuskan tentang transfer dana ke badan-badan bantuan kemanusiaan pada 10 Desember.
-
Ali Shamkhani: AS Berusaha Ciptakan Krisis Baru di Kawasan
Des 07, 2021 10:49Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran hari Selasa (7/12/2021) bertemu dengan Menteri Luar Negeri Suriah di Tehran, membicarakan perkembangan terbaru kawasan, dan kerja sama bilateral dua negara.
-
50 Juta Warga Uni Eropa Mengalami Kemiskinan Energi
Des 05, 2021 11:53Pusat Penelitian Gabungan Komisi Eropa mengatakan 50 juta orang di Uni Eropa menderita akibat dari apa yang disebut kemiskinan energi.
-
Pejabat Rusia: AS Memperburuk Krisis di Afghanistan
Nov 28, 2021 15:48Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan, tindakan militer telah menempakan Afghanistan di ambang tragedi kemanusiaan dan Amerika Serikat terus memperparah krisis itu.
-
Yaman Mengutuk Dukungan AS untuk Perang yang Dipimpin Saudi
Nov 23, 2021 16:42Di bawah slogan "AS mendukung eskalasi militer dan ekonomi dan kelanjutan agresi dan pengepungan".
-
UE Ingin Membangun Militer Sendiri Sendiri Tanpa Bantuan AS
Nov 22, 2021 16:21Negara-negara Uni Eropa sedang mempertimbangkan kekuatan militer bersama.
-
Otoritas Palestina Bergulat dengan Krisis Keuangan
Nov 18, 2021 09:17Otoritas Palestina saat ini mengalami kesulitan keuangan terburuk sejak didirikan lebih dari seperempat abad yang lalu.
-
Pusat Riset Israel: Saudi Ciptakan Krisis untuk Lemahkan Hizbullah
Nov 15, 2021 17:18Sebuah pusat riset rezim Zionis Israel dalam penelitian terbarunya mengakui bahwa krisis yang diciptakan Arab Saudi di Lebanon adalah untuk melemahkan Hizbullah, dan pemerintah Beirut. Menurutnya ini adalah pertaruhan yang berbahaya, dan berlanjutnya krisis bertentangan dengan kepentingan Barat dan Israel.