-
Fischer: Dibawah Erdogan, Turki Belum Bisa Masuk Uni Eropa
May 10, 2016 23:37Presiden Austria mengatakan, Turki masih belum siap untuk menjadi anggota Uni Eropa.
-
Puluhan Teroris Al Nusra Masuk Aleppo Lewat Turki
May 10, 2016 23:35Pusat pemantau gencatan senjata Suriah milik Rusia mengabarkan masuknya puluhan anasir teroris Takfiri, Front Al Nusra ke Suriah lewat perbatasan Turki.
-
Ledakan Bom Menewaskan Dua Polisi Turki
May 10, 2016 14:26Dua petugas polisi Turki tewas dan tiga lainnya terluka pada Selasa (10/5/2016) setelah gagal menjinakkan bom di Provinsi Van, timur Turki.
-
Mimpi Keanggotaan Turki di Uni Eropa
May 10, 2016 13:18Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, dalam pernyataan terbarunya menyinggung keanggotaan Turki di Uni Eropa menyebutkan, keanggotaan di Uni Eropa hingga sekarang masih termasuk dalam tujuan strategis Ankara.
-
Soal Terorisme, Iran Sindir Kebijakan Tetangga
May 09, 2016 15:55Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, mengatakan kebijakan penggunaan isu terorisme sebagai alat dalam transformasi regional, tidak memberi hasil apapun dan kontra-produktif.
-
Serangan Artileri Turki ke Aleppo, Suriah
May 08, 2016 23:58Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah wilayah di Barat Laut Suriah menjadi target serangan artileri militer Turki.
-
Bild: Putra Erdogan Terlibat Penyelundupan Minyak Daesh
May 08, 2016 23:57Salah satu majalah Jerman mengungkap keterlibatan putra Presiden Turki dalam penyelundupan minyak curian yang dilakukan kelompok-kelompok teroris.
-
Nasib Keanggotaan Turki di Uni Eropa
May 08, 2016 15:27Keanggotaan Turki di Uni Eropa masih terganjal hingga kini akibat penentangan keras negara-negara Barat.
-
AS Prihatin Atas Penahanan Wartawan di Turki
May 07, 2016 14:45Pemerintah Amerika Serikat menyatakan keprihatinan atas hukuman dua wartawan Turki dengan lima tahun penjara.
-
Erdogan dan Upaya Monopoli Politik Turki
May 07, 2016 11:36Recep Tayyib Erdogan, Presiden Turki kembali menekankan reformasi undang-undang dasar untuk mengubah sistem politik negara ini dari parlementer menjadi kepresidenan. Fars News melaporkan, Erdogan pada Jumat (6/5), mengatakan, sistem parlementer saat ini akan menciptakan krisis. Oleh karena itu, dia mengusulkan sistem kepresidenan kepada masyarakat untuk disetujui.