Sengketa Keamanan Penerbangan UEA dan Rezim Zionis Berlanjut
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i115108-sengketa_keamanan_penerbangan_uea_dan_rezim_zionis_berlanjut
Otoritas penerbangan dinas keamanan rezim Zionis, Shabak mengumumkan pengurangan jumlah penerbangan asing ke Uni Emirat Arab yang dipicu sengketa pihaknya dengan pihak keamanan Uni Emirat Arab.
(last modified 2026-01-11T09:54:06+00:00 )
Feb 11, 2022 19:47 Asia/Jakarta
  • Sengketa Keamanan Penerbangan UEA dan Rezim Zionis Berlanjut

Otoritas penerbangan dinas keamanan rezim Zionis, Shabak mengumumkan pengurangan jumlah penerbangan asing ke Uni Emirat Arab yang dipicu sengketa pihaknya dengan pihak keamanan Uni Emirat Arab.

Sumber media melaporkan terjadinya penangguhan penerbangan antara UEA dan rezim Zionis beberapa hari lalu karena sengketa keamanan yang belum terselesaikan antara Shabak dan pejabat keamanan Dubai mengenai protokol keamanan penerbangan.

Kantor berita Palestina, Sama hari Jumat (11/2/2022) melaporkan, menyusul perselisihan tersebut, maskapai penerbangan Israel mengumumkan bahwa mereka akan menangguhkan penerbangan ke Dubai mulai awal pekan depan.

Shabak memperingatkan bahwa gangguan penerbangan di bandara Dubai berarti permintaan puluhan ribu warga Israel untuk melakukan perjalanan ke Dubai yang telah membeli tiket penerbangan tidak akan bisa dijawab.

Pejabat tinggi maskapai rezim Zionis telah meminta Perdana Menteri Israel Naftali Bennett untuk campur tangan.

Mereka juga menyarankan bahwa hanya ada tiga penerbangan sehari ke Dubai, tetapi maskapai Emirat mengatakan mereka beroperasi seperti biasa, yang akan merugikan perusahaan Zionis.

Kepala departemen keamanan Shabak, saat bernegosiasi dengan pejabat keamanan UEA, juga meminta perlindungan maskapai Israel. 

Selama beberapa hari terakhir, ada banyak kontak antara pejabat Uni Emirat Arab dan rezim Zionis untuk memperpanjang periode negosiasi dan mencegahnya berubah menjadi "krisis politik meluas yang merusak perjanjian damai" antara para pihak.

Pada September 2020, UEA menandatangani perjanjian untuk menormalkan hubungan dengan rezim Zionis, yang ditentang oleh banyak negara.(PH)