Setiap Jam, Satu Warga Yaman Tewas atau Terluka Akibat Perang
-
Evakuasi korban serangan udara koalisi Arab Saudi di Yaman. (dok)
Satu warga sipil tewas atau terluka setiap jam di Yaman bulan Januari lalu, kata laporan lembaga hak asasi manusia, Save the Children.
"Januari adalah bulan yang paling mematikan sejak pecahnya perang di Yaman," tambahnya seperti dikutip kantor berita Anadolu Turki, Sabtu (12/2/2022).
Antara 6 Januari hingga 2 Februari, lebih dari 200 orang dewasa dan 15 anak-anak tewas, serta 354 orang dewasa dan 30 anak-anak terluka, dengan jumlah sebenarnya dikhawatirkan lebih tinggi.
Save the Children mencatat bahwa jumlah korban sipil Yaman pada Januari hampir tiga kali lipat rata-rata bulanan pada tahun 2011.
Direktur Save the Children di Yaman, Gillian Moyes mengatakan sikap diam bukan lagi pilihan. Kematian dan cidera anak-anak dan keluarga mereka sama sekali tidak dapat ditoleransi atau dimaafkan.
Koalisi agresor pimpinan Arab Saudi telah meningkatkan serangan di berbagai daerah Yaman dalam beberapa hari terakhir.
Saudi membentuk koalisi dari beberapa negara Arab untuk menyerang Yaman sejak Maret 2015. Agresi ini mendapat dukungan militer dan logistik dari Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel.
Selama tujuh tahun terakhir, Saudi menargetkan dan menghancurkan semua infrastruktur Yaman, termasuk pusat medis dan pendidikan lewat serangan udara dan darat. (RM)