Ansarullah Peringatkan Para Agresor dari Konsekuensi Perang Yaman
-
Mohammad al-Bukhaiti.
Anggota Biro Politik Gerakan Ansarullah menekankan bahwa negara-negara agresor tidak akan bisa lepas dari konsekuensi perang di Yaman.
Mohammad al-Bukhaiti, seperti dilaporkan televisi Aljazeera, Sabtu (12/2/2022) mengatakan semua orang tahu bahwa tujuh tahun telah berlalu sejak pecahnya perang regional dan para agresor gagal mencapai tujuannya di Yaman.
"Berlanjutnya perang ini tidak akan menguntungkan negara manapun; Yaman, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Oleh karena itu, menghentikan perang ini akan menguntungkan semua negara di kawasan," tambahnya.
Dia menandaskan bahwa kami siap untuk perdamaian yang adil dan inklusif di kawasan, yang akan menjamin kedaulatan nasional dan kemerdekaan Yaman.
Al-Bukhaiti mengatakan Yaman siap untuk melakukan pembicaraan dengan negara-negara agresor untuk mencapai perdamaian regional berdasarkan perimbangan internal.
"Harus ada jalur paralel untuk dialog Yaman-Yaman demi mencapai proses politik," ucapnya.
Arab Saudi, dengan dukungan Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, dan beberapa negara lain melancarkan invasi militer ke Yaman dan memblokade negara itu dari darat, laut, dan udara sejak Maret 2015 hingga sekarang.
Perang yang dikobarkan Saudi dan sekutunya di Yaman telah menewaskan 17.000 orang dan melukai puluhan ribu warga Yaman, serta membuat jutaan orang mengungsi. (RM)