Gencatan Senjata Tak Berarti Berakhirnya Penderitaan Rakyat Gaza
-
Warga Gaza (dok)
Pars Today - Seorang analis Arab menekankan perlunya memperkuat solidaritas dengan penduduk Gaza, menyatakan bahwa deklarasi gencatan senjata di kota tersebut tidak menandakan berakhirnya penderitaan warganya, dan langkah-langkah praktis harus diambil untuk mendukung mereka.
Melaporkan dari SANA, IRNA pada Senin (09/02/2026) menyebutkan pernyataan Saddam Al-Huraibi, seorang analis politik Yaman, yang mengatakan bahwa solidaritas dengan rakyat Gaza telah menjadi tugas kemanusiaan yang melampaui isu agama dan etnis. Cita-cita Palestina adalah masalah kemanusiaan yang harus diperhatikan oleh semua pendukung keadilan di seluruh dunia.
Al-Huraibi menyatakan bahwa bencana yang terjadi di Jalur Gaza telah mendorong banyak orang, termasuk non-Muslim, untuk mendukung perjuangan Palestina setelah menyaksikan tingkat kehancuran dan korban jiwa yang ditimbulkannya.
Perkembangan ini telah membantu mengintensifkan gerakan solidaritas global yang bertujuan memperkuat suara rakyat Palestina dan mempengaruhi pengambil keputusan. Arab dan Muslim di luar Palestina memainkan peran penting dalam mengorganisir demonstrasi dan menyuarakan penderitaan warga Gaza ke pusat-pusat pengambilan keputusan di berbagai belahan dunia.
Analis Yaman ini menambahkan bahwa protes dan acara publik dalam dukungan untuk Gaza memiliki dampak yang signifikan. Oleh karena itu, fase saat ini memerlukan intensifikasi yang hati-hati dan terukur melalui sarana hukum, media, dan kelembagaan.
Al-Huraibi, dengan menekankan perlunya tindakan terorganisir dan bertahap untuk mempengaruhi posisi internasional dalam mendukung rakyat Gaza, menyatakan bahwa pelanggaran di lapangan dan bentuk tekanan lainnya, termasuk pembatasan pengiriman bantuan kemanusiaan, telah memperburuk kondisi kehidupan di Gaza.
Ia mengatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata tidak berarti akhir dari penderitaan. Bantuan nyata kepada rakyat Gaza memerlukan penyadaran untuk mencegah kesalahan memandang gencatan senjata parsial sebagai berakhirnya krisis kemanusiaan yang sebenarnya.
Sebagai penutup, ia menyerukan kelanjutan upaya media dan hak asasi manusia untuk menyoroti realitas kemanusiaan di Gaza dan mencegah normalisasi atau pengabaian penderitaan mereka.(sl)