Transformasi Asia Barat, 12 Februari 2022
-
Batalion Al Quds
Transformasi Asia Barat selama sepekan terakhir menyoroti sejumlah isu di antaranya mengenai reaksi Hamas dan Jihad Islam Palestina terhadap keputusan Uni Afrika untuk menangguhkan status keanggotaan Israel.
Selain itu, batalion syuhada al-Quds siaga menghadapi perang baru lawan rezim Zionis, pemukim Zionis serbu masjid Al-Aqsa, militer Yaman menembak jatuh drone spionase Saudi, rezim Zionis tempatkan perwira tinggi militer di Bahrain, dan Turki lancarkan serangan artileri baru ke Hasakah Suriah.
Tolak Keanggotaan Israel, Palestina Sambut Keputusan Uni Afrika
Hamas dan Jihad Islam Palestina menyebut keputusan Uni Afrika untuk menangguhkan pemberian status anggota pengamat kepada Israel sebagai pukulan bagi kubu pro-kompromi.
Para pemimpin Uni Afrika pada Minggu (6/2/2022) menangguhkan status anggota pengamat rezim Zionis, dan membentuk sebuah komite dari tujuh kepala negara, termasuk Aljazair, untuk mempelajari kasus ini dan menyerahkan hasilnya kepada organisasi.
Israel diberikan status anggota pengamat di Uni Afrika pada Juli 2021 tanpa melalui pemungutan suara.
Gerakan Jihad Islam Palestina memuji keputusan "murni" Uni Afrika dan menganggapnya sebagai pukulan bagi semua orang yang mengandalkan normalisasi hubungan dengan rezim Zionis.
"Penolakan terhadap kehadiran Israel di Uni Afrika adalah sesuatu yang diharapkan dari pertemuan puncak negara-negara anggota. Hal ini membuktikan kembali bahwa negara-negara Afrika membela perjuangan Palestina," kata salah satu petinggi Jihad Islam Palestina, Ahmad al-Mudallal.
Dia menyatakan harapan bahwa negara-negara Afrika – dengan memutuskan hubungannya dengan rezim penjajah – mendukung rakyat Palestina dalam perjuangan dan perlawanannya terhadap rezim itu.
Sementara itu, juru bicara Hamas Hazem Qassem juga menyambut keputusan Uni Afrika yang menangguhkan status Israel sebagai anggota pengamat.
Ia meminta komite yang bertugas membahas masalah keanggotaan Israel di Uni Afrika untuk mempertimbangkan nilai-nilai Uni Afrika dan prinsip-prinsipnya, yang menolak rezim penjajah dan diskriminasi rasial serta membela hak rakyat Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri.
Perdana Menteri Otoritas Palestina, Mohammad Shtayyeh, yang menghadiri KTT Uni Afrika di Addis Ababa, ibu kota Ethiopia pada hari Sabtu, mengumumkan penolakan Ramallah terhadap pemberian status anggota pengamat kepada Israel.
Batalion Syuhada Al-Quds Siaga Hadapi Perang Baru Lawan Rezim Zionis
Batalion Syuhada Al-Aqsa, sayap militer gerakan Fatah di Tepi Barat memerintahkan pasukan mereka untuk siaga dalam pertempuran terbuka secara massal melawan rezim Zionis.
Palestine Al-Youm hari Jumat (11/2/2022) melaporkan, Batalion Syuhada Al-Aqsa dalam konferensi pers di Nablus menyatakan bahwa mobilisasi massa akan dimulai sebagai reaksi terhadap pembunuhan tiga pemuda Palestina yang gugur oleh tentara rezim Zionis.
Batalion Syuhada Al-Aqsa juga meminta pejabat Otoritas Palestina untuk membatalkan Kesepakatan Oslo dengan rezim Zionis karena peristiwa yang terjadi.
Tentara rezim Zionis pada hari Selasa menembaki sebuah mobil di kota Nablus, dan membunuh tiga penghuninya, yang merupakan pemuda Palestina, serta menangkapi yang lain.
Setelah kejahatan itu, kelompok perlawanan Palestina mengumumkan berkabung nasional di Tepi Barat, menyerukan pemogokan umum dan ancaman akan membalas darah tiga syuhada Palestina.
Perdana Menteri Rezim Zionis ketika itu, Yitzhak Rabin dan Yasser Arafat selaku Kepala Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), menandatangani Kesepakatan Oslo di Washington pada 13 September 1993.
Berdasarkan perjanjian ini, kedua pihak akan saling mengakui satu sama lain, dan rezim Zionis melakukan penarikan bertahap dari Tepi Barat dan Jalur Gaza.
Setelah bertahun-tahun perjanjian ini, rezim Zionis tidak pernah mematuhinya, bahkan Israel semakin agresif memperluas ekspansinya. Tujuan utama Israel menandatangani perjanjian ini untuk mengakhiri konflik puluhan tahun antara PLO dan Israel dan untuk melumpuhkan perlawanan bersenjata terhadap rezim Zionis.
Pemukim Zionis Serbu Masjid Al-Aqsa
Para pemukim Zionis kembali menyerbu Masjid Al-Aqsa dengan dukungan otoritas keamanan Israel.
Palestine Today hari Senin (7/2/2022) melaporkan, pemukim Zionis meneriakkan slogan-slogan anti-Islam pada hari Senin setelah menyerang Masjid Al-Aqsa dengan dukungan polisi Israel.
Pemukim Zionis terus-menerus menyerang Masjid Al-Aqsa yang memicu tindakan reaksi dari orang-orang dan kelompok Palestina.
Aksi provokatif yang dilakukan berulangkali tersebut sebelumnya memicu bentrokan sengit yang tidak berimbang antara pemukim Zionis yang didukung polisi dan tentara Israel dengan orang-orang Palestina.
Sementara itu, Mohammad Hamadeh, anggota senior Hamas baru-baru ini mengeluarkan seruan untuk kesiapan publik dalam membela Masjid Al-Aqsa.
"Tindakan para pemukim Zionis dalam serangan brutal terhadap Masjid Al-Aqsa sepenuhnya diatur dan telah ditentukan sebelumnya sesuai dengan rencana mereka," ujar Hamadeh
Jumlah pemukim yang menyerang Masjid Al-Aqsa pada tahun 2021 mencapai 34.562 orang. Jumlah tersebut meningkat dari sebelumnya di tahun 2020 sekitar 19 ribu orang.
Rezim Zionis Tempatkan Perwira Tinggi Militer di Bahrain
Rezim Zionis mengonfirmasi pengiriman seorang perwira tinggi angkatan laut ke Bahrain.
Rezim Zionis berusaha untuk menyusup ke negara-negara Arab Teluk Persia sebanyak mungkin, sementara orang-orang dari negara-negara ini sangat khawatir tentang infiltrasi ke lapisan militer dan pertahanan negara mereka.
Situs berita Israel, i24 hari Jumat (11/2/2022) melaporkan, perwira angkatan laut ini akan pergi ke Bahrain dalam beberapa pekan mendatang.
Russia Al-Youm juga melaporkan bahwa langkah itu disepakati selama kunjungan Menteri Perang Israel Benny Gantz ke Bahrain pekan lalu.
Militer Israel mengakui bahwa mereka sebelumnya tidak setuju untuk menempatkan seorang perwira Israel di negara lain, dengan mengatakan, "Tentara Israel terus-menerus menjajaki peluang untuk memperdalam kerja sama militer dengan negara-negara di kawasan itu."
Polisi rezim pendudukan Zionis secara resmi menunjuk perwakilan tetapnya di UEA pada Minggu malam.
Media UEA menyebut penunjukan perwakilan permanen polisi rezim Zionis di negara yang pesisir Teluk Persia merupakan pukulan besar bagi negara itu dan menilainya berbahaya.
Media Arab menganggap langkah rezim Israel ini belum pernah terjadi sebelumnya, yang akan memungkinkan penjajah Zionis memiliki kehadiran militer permanen di UEA.
Militer Yaman Tembak Jatuh Drone Spionase Saudi
Tentara dan komite rakyat Yaman menembak jatuh drone mata-mata koalisi agresor Saudi di provinsi Hajjah.
Televisi Al Masirah melaporkan, Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Yahya Saree hari Kamis (10/2/2022) mengatakan, tentara dan komite rakyat Yaman berhasil menembak jatuh drone CH4 koalisi agresi Saudi di angkasa provinsi Hajjah.
Operasi itu terjadi di saat Yahya al-Sari mengumumkan pekan lalu bahwa tentara dan komite rakyat Yaman telah membom sasaran strategis di Abu Dhabi dengan rudal Zulfiqar dan kota Dubai dengan drone Samad 3 selama Operasi Badai Yaman.
"UEA akan tetap tidak aman selama ikut serta dalam invasi militer Yaman yang dilancarkan koalisi Saudi," ujarnya.
Selama beberapa pekan terakhir, koalisi agresor Saudi telah berulang kali menargetkan daerah pemukiman di berbagai provinsi Yaman.
Perang yang dikobarkan Arab Saudi dan sekutunya di Yaman sejauh ini telah menewaskan dan melukai ratusan ribu warga Yaman dan membuat 4 juta orang mengungsi.
Agresi militer Saudi juga telah menghancurkan lebih dari 85 persen infrastruktur Yaman, dan membuat negara itu kekurangan makanan dan obat-obatan.
Turki Lancarkan Serangan Artileri Baru ke Hasakah Suriah
Pasukan Turki kembali melancarkan serangan artileri ke sebuah kota di provinsi Al-Hasakah, yang terletak di wilayah utara Suriah.
Kantor berita SANA melaporkan, pasukan militer Turki dan kelompok bersenjata yang didukungnya menargetkan kota Abu Rasin di provinsi Al-Hasakah pada hari Senin (7/2/2022) dengan serangan artileri dan mortir.
Tentara Turki menduduki bagian utara dan timur laut Suriah selama dua tahun terakhir, serta menargetkan daerah pemukiman dan infrastruktur di daerah ini dengan dalih memerangi Partai Buruh Kurdistan (PKK) yang dianggap Ankara sebagai kelompok teroris.
Sumber lokal Suriah melaporkan, pasukan militer Turki, bekerja sama dengan teroris di bawah naungan mereka, menyerang kompleks perumahan dan pertanian warga Suriah di sekitar kota Abu Rasin, dan menggusur sejumlah penduduk setempat dan menimbulkan kerusakan material yang parah.
Pejabat Suriah mengatakan Turki dan tentara bayarannya telah mengubah wilayah pendudukan di Suriah utara menjadi pangkalan teroris yang menyerang warga Suriah.
Agresi militer Turki di wilayah utara Suriah selama ini dikecam rakyat dan pemerintah Suriah, serta masyarakat internasional.(PH)