Moqtada Sadr Himbau Pendukungnya Menahan Diri
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i11548-moqtada_sadr_himbau_pendukungnya_menahan_diri
Mereaksi demonstrasi hari Sabtu (11/6) yang digelar para pendukung kelompok Sadr di Baghdad, ibukota Irak, pemimpin kelompok ini meminta pendukungnya untuk tidak menyerang gedung-gedung pemerintah.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jun 11, 2016 22:36 Asia/Jakarta
  • Moqtada Sadr Himbau Pendukungnya Menahan Diri

Mereaksi demonstrasi hari Sabtu (11/6) yang digelar para pendukung kelompok Sadr di Baghdad, ibukota Irak, pemimpin kelompok ini meminta pendukungnya untuk tidak menyerang gedung-gedung pemerintah.

Kantor berita Reuters (11/6) melaporkan, pasca tersiarnya berita tentang demonstrasi baru para pendukungnya di wilayah Khazra, Moqtada Sadr meminta mereka tidak menyerang gedung-gedung pemerintah khususnya gedung parlemen dan kabinet Irak.

Sadr mengeluarkan himbauan ini setelah pemerintah Irak mengabarkan berlanjutnya kerusuhan di negara itu.

Menurut keterangan pemerintah lokal, sejumlah anggota organisasi Sadr dalam dua hari terakhir menyerang sejumlah kantor Majelis Tinggi Islam Irak, Organisasi Badr dan Partai Al Dawa di lima kota Selatan Irak.

Meski tidak ada laporan tentang korban tewas atau terluka dalam kerusuhan-kerusuhan tersebut, namun Haider Al Abadi, Perdana Menteri Irak yang merupakan anggota Partai Al Dawa, Jumat malam mengancam akan menggunakan cara kekerasan untuk menghentikan kerusuhan ini.

Moqtada Sadr mengatakan, tekanan harus dilakukan dengan cara-cara damai kepada partai-partai politik yang korup.

Haider Al Abadi mengaku ditekan untuk mempercepat reformasi kabinet guna mengurangi pengaruh jaringan-jaringan politik yang terbentuk pasca tumbangnya Saddam Hussein, diktator Irak pada 2003.

PM Irak melakukan peninjauan ulang atas jajaran kabinetnya setelah ada usulan pembentukan sebuah tim pakar independen, dan ia kemudian menempatkan sejumlah perwakilan gerakan politik besar di tim tersebut, hal ini memicu protes kelompok Sadr yang bertekad memberantas korupsi.

Demonstrasi-demonstrasi damai yang digelar pada 20 Mei lalu di Khazra berujung dengan bentrokan. Bentrokan itu menewaskan empat orang dan melukai puluhan lainnya. (HS)