Hizbullah Lebanon: AS Biang Kerok di Ukraina !
Wakil Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah Lebanon menyalahkan pemerintah AS atas meletusnya perang di Ukraina, dan menyebutnya sebagai pemicu utama konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina.
Sheikh Ali Damoush, Wakil Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah Lebanon hari Sabtu (5/3/2022) mengatakan Amerika Serikat harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi di Ukraina.
"Ukraina adalah korban dari kebijakan AS saat ini yang meningkatkan ketegangan di dunia," kata Sheikh Damoush
"Pelajaran yang dapat dipetik dari peristiwa terkini di Ukraina adalah bahwa dukungan AS untuk sekutunya hanyalah fatamorgana dan ilusi belaka," tegasnya.
Ia menilai Presiden Ukraina dan mantan Presiden Afghanistan, yang sama-sama mengandalkan dan mempercayai Amerika Serikat, mengakui bahwa Amerika Serikat meninggalkan mereka sendirian.
Wakil Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah di Lebanon juga menyatakan bahwa rasisme masih mendominasi perilaku dan tindakan mereka yang mengklaim menjunjung tinggi peradaban, kemajuan dan pembangunan serta hak asasi manusia.
"Di Amerika Serikat dan Eropa, pihak yang mengklaim membela hak asasi manusia, lihatlah bagaimana orang kulit hitam diperlakukan?," tegasnya
"Kami menentang perang, pembunuhan, pendudukan, perusakan, dan penghancuran di mana pun di dunia," pungkas Wakil Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah Lebanon.(PH)