Ini Syarat Yaman Lakukan Gencatan Senjata Permanen dengan Saudi
Ketua tim perunding Pemerintah Penyelamatan Nasional Yaman mengatakan bahwa rezim Saudi harus membuktikan keseriusannya untuk berdamai dengan menanggapi secara positif rencana yang disampaikan oleh ketua Dewan Tinggi Politik Yaman.
Mehdi al-Mashat, Kepala Dewan Tinggi Politik Yaman hari Sabtu (26/3/2022) mengatakan, "Kami secara sepihak akan menghentikan semua serangan rudal dan pesawat tak berawak ke Arab Saudi selama tiga hari. Jika Arab Saudi menarik semua pasukan asing dari wilayah Yaman serta mengakhiri blokade dan serangan, maka Yaman sendiri siap untuk melakukan gencatan senjata permanen,".
Mohammed Abdul Salam, Juru Bicara Pemerintah Penyelamatan Nasional Yaman di akun Twitter-nya pada Sabtu (26/3/2022) malam menulis, "Rezim Saudi harus menanggapi rencana tersebut dengan menerima gencatan senjata, mengakhiri blokade dan menarik pasukan asingnya dari Yaman,".
"Perdamaian akan terwujud jika solusi politik dibahas dalam suasana yang tenang jauh dari tekanan militer atau kemanusiaan," tegas Abdul Salam
Pada Maret 2015, Arab Saudi melancarkan serangan besar-besaran terhadap Yaman dalam bentuk koalisi beberapa negara Arab, termasuk Uni Emirat Arab, dengan bantuan dan lampu hijau Amerika Serikat untuk mengembalikan Presiden terguling Abd Rabbuh Mansour Hadi ke tampuk kekuasaan. Tapi hingga kini tujuan tersebut tidak tercapai. Padahal Arab Saudi telah menggelontorkan biaya begitu besar dalam perang tersebut.
Badan-badan PBB, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia dan UNICEF, telah berulang kali memperingatkan bahwa rakyat Yaman terus menghadapi kelaparan dan bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam satu abad terakhir.(PH)