Hizbullah: AS dan Israel Penipu
-
Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah Lebanon
Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah Lebanon menekankan, Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel penipu dan kata-katanya tidak dapat dipercaya.
Seperti dilaporkan laman el-Nashra, Sayid Hashim Safiuddin seraya mengisyaratkan konflik maritim antara Lebanon dan Israel terkait sumber alam gas menekankan, "Kami berusaha meraih hak-hak kami, dan Insyaallah dengan bersandar pada konstelasi militer, bangsa dan muqawama, kmai akan mampu mencapai hak-hak kami."
"Musuh Zionis licik dan kata-katanya tidak dapat dipercaya, Amerika juga penipu dan tidak boleh percaya pada ucapannya," ungkap Sayid Safiuddin.
Ia juga menekankan, "Kami sadar akan masalah ini dan kami tidak bereaksi terhadap berita media Zionis, bahkan jika musuh bersembunyi di balik medianya, ini adalah tanda kelemahan, kami yakin bahwa kami akan mendapatkan hak kami."
Lebanon dan rezim Zionis Israel terlibat friksi terkait wilayah seluas 860 km persegi di Laut Mediterania yang memiliki kekayaan minyak dan gas.
Perundingan tak langsung antara Beirut dan Tel Aviv digelar sejak Oktober 2020 di bawah pengawasan PBB dan dengan tujuan menentukan perbatasan maritim antara kedua pihak. Perundingan ini digelar lima kali dan yang terakhir pada Mei 2021.
Baru-baru ini sumber Lebanon menyatakan bahwa Beirut dan Tel Aviv semakin dekat mencapai kesepakatan untuk menentukan perbatasan maritim. (MF)