Gantz: Eskalasi Friksi Bisa Picu Perang Internal Israel
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i128792-gantz_eskalasi_friksi_bisa_picu_perang_internal_israel
Menteri Perang rezim Zionis mengakui terjadinya peningkatan friksi internal di tubuh rezim agresor ini, dan menyatakan bahwa peningkatan perpecahan di dalam rezim Zionis akan mengarah pada perang saudara.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Sep 07, 2022 10:45 Asia/Jakarta
  • Gantz: Eskalasi Friksi Bisa Picu Perang Internal Israel

Menteri Perang rezim Zionis mengakui terjadinya peningkatan friksi internal di tubuh rezim agresor ini, dan menyatakan bahwa peningkatan perpecahan di dalam rezim Zionis akan mengarah pada perang saudara.

Selama beberapa bulan terakhir, sumber berbahasa Ibrani selalu melaporkan peningkatan konflik antara pemimpin rezim Zionis.

Menurut laporan Radio Zionis pada hari Rabu, Benny Gantz, Menteri Perang Rezim Zionis dalam sebuah program pemilihan memperingatkan dampak peningkatan situasi politik internal yang semakin memanas, dengan mengatakan, "Siapapun yang melangkah ke arah peningkatan friksi internal Israel, maka ia mendorong ke arah perang saudara,".

Mengenai situasi kacau di tubuh internal rezim Zionis dalam konteks kompetisi politik untuk pemilihan parlemen, Gantz menambahkan, "Realitas politik di Israel saat ini kompleks, dan ada tiga kemungkinan di depan kita. Pertama, pembentukan kabinet sayap kanan rasis yang dipimpin oleh Benjamin Netanyahu, yang akan menjadi segel terakhir demokrasi kita. Kedua, mengulang pemiu untuk keenam kalinya, dan ketiga, memilih saya dan akan berhasil membentuk kabinet militer yang stabil,".

Sebelumnya, Lior Akerman, mantan perwira sistem keamanan internal rezim Zionis yang dikenal sebagai Shabak menyinggung gangguan internal yang luas dan kronis di tunuh rezim Zionis. Ia menilai ketidakstabilan politik saat ini akan berlanjut di masa depan, dan tidak ada cakrawala yang jelas.

Akerman dalam sebuah artikel di surat kabar Zionis, Maariv menulis bahwa keberadaan demokrasi di Israel hanya sebuah ilusi belaka, dan rezim Zionis telah hidup dengan ilusi demokrasi selama beberapa dekade terakhir karena situasi politik yang buruk.

Selain itu, mantan pejabat militer rezim Zionis ini mengakui adanya ketidakstabilan dan korupsi akut di tubuh rezim Zionis yang semakin parah.(PH)