Qatar: Tahun Depan, Eropa akan Hadapi Krisis Gas Parah
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i131704-qatar_tahun_depan_eropa_akan_hadapi_krisis_gas_parah
Menteri energi Qatar mengatakan bahwa Eropa akan menghadapi krisis gas yang lebih buruk pada tahun 2023.
(last modified 2025-11-30T07:49:40+00:00 )
Okt 20, 2022 11:44 Asia/Jakarta
  • Qatar: Tahun Depan, Eropa akan Hadapi Krisis Gas Parah

Menteri energi Qatar mengatakan bahwa Eropa akan menghadapi krisis gas yang lebih buruk pada tahun 2023.

Sanksi Uni Eropa terhadap Rusia setelah dimulainya konflik di Ukraina menyeret negara-negara Eropa dalam pusaran krisis energi dan kenaikan biaya.

Dalam sebuah wawancara dengan Financial Times, Menteri Energi Qatar Saad Al-Kaabi hari Rabu (19/10/2022) mengungkapkan bahwa mengganti semua gas Rusia dengan sumber lain, tampaknya bukan strategi yang tepat.

"Jika tidak ada aliran gas dari Rusia ke Uni Eropa, seperti yang dicari Brussel, saya pikir itu akan menjadi masalah besar dan untuk waktu yang sangat lama," ujar Kaabi.

"Anda tidak memiliki cukup impor untuk menggantikan gas itu dalam jangka panjang, kecuali jika Anda mengatakan  akan membangun pembangkit listrik tenaga nuklir besar-besaran, dan membiarkan batu bara digunakan, serta akan menggunakan banyak bahan bakar minyak,” jelas Al Kaabi.

Pimpinan Uni Eropa merasa bangga karena dianggap berhasil mengurangi konsumsi gas Rusia dari sekitar 40 persen menjadi hanya 7,5 persen. Brussels berharap akan sepenuhnya menghilangkan ketergantungan energi Rusia dengan meningkatkan pasokan gas alam cair (LNG) dan meningkatkan impor pipa dari Norwegia dan Aljazair.

Langkah Eropa tersebut menghadapi perlawanan dari pasar LNG tradisional di Asia. Cina dilaporkan telah menginstruksikan perusahaan energi negaranya untuk tidak mengekspor kembali kelebihan gas, karena kekhawatiran potensi kekurangan di musim dingin.(PH)